Menteri Maladministrasi dan KKN
Baranusa Laporkan Menteri Jokowi ke ORI: Kami Bela Rakyat Bukan Pemerintah!
Minggu 12 Juli 2020, 09:13 WIB
Baranusa buat laporan ke Ombudsman RI pada Jumat (10/7/2020), terkait Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani diduga telah melakukan maladministrasi dan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) terkait rangkap jab
JAKARTA. RIAUMADANI. COM - Relawan Jokowi-Maruf Amin yang tergabung dalam Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) mengatakan, bahwa pihaknya kini lebih memprioritaskan urusan masyarakat ketimbang membela pemerintah.
Pernyataan itu menyusul laporan yang dibuat Baranusa ke Ombudsman RI pada Jumat (10/7/2020), terkait Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani diduga telah melakukan maladministrasi dan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) terkait rangkap jabatan di BUMN.
"Kami mengajak masyarakat untuk memilih Jokowi, nah ketika terjadi sebuah penyelewengan, karena kami juga berhak gitu meluruskan kan gitu. Karena yang kita bawa ini masyarakat kan, jelas lebih memprioritaskan membela masyarakat daripada pemerintah," kata Ketua Umum Baranusa, Adi Kurniawan di Gedung Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020).
Kendati begitu, Adi berdalih, laporan yang dibuat pihaknya itu bukan karena merasa dikecewakan oleh Jokowi-Maruf Amin.
Ia mengklaim, hal itu merupakan tanggungjawab moral.
"Ya secara pengelolaan bukan kecewa sebetulnya sih, ya mungkin ini dinamika ya, dinamika pemerintahan. Tapi ya perlu yang namanya dievaluasi, dan kami sebagai relawan di sini juga sekaligus mengevaluasi Jokowi-Maruf Amin setahun, tapi kita melihatnya 6 tahun pak Jokowi memimpin republik gitu kan, jadi kita evaluasi di sini," ungkapnya.
Berdasarkan pantauan Suara.com, relawan Baranusa ini datang ke Gedung Ombudsman RI pada Jumat siang sekitar 13.30 WIB. Mereka datang dengan didampingi tim kuasa hukumnya.
Adi Kurniawan mengatakan, dua menteri tersebut telah menciderai semangat revolusi mental yang pernah digaungkan oleh Presiden Joko Widodo.
"Kenapa kita melaporkan, saya bilang secara garis besar, karena rangkap jabatan dan dimasukkannya TNI-Polri aktif itu sangat bertentangan dengan revolusi mentalnya pak Jokowi," kata Adi.
Adi mengatakan, relawan Baranusa menolak adanya rangkap jabatan dan dimasukkannya TNI-Polri aktif di jajaran Komisaris BUMN.
"Itu salah satunya itu ada pak Fadjroel Rachman juru bicara presiden yang juga merangkap sebagai Komisaris di PT Waskita Karya. Yang kedua adalah adik ipar dari menteri keuangan dan juga kakak kandung dari menteri keuangan dan ada sejumlah nama juga yang kami laporkan, tapi enggak seperti apa yang dirilis oleh Ombudsman yang 300-an lebih," ungkapnya.
Lebih lanjut, Adi mengatakan, dengan adanya laporan ini pihaknya berharap agar Ombudsman bisa mendesak Presiden Jokowi mengevaluasi Kementerian BUMN agar bisa pulih kembali.
"Mendesak presiden mengevaluasi khususnya BUMN karena BUMN ini adalah lembaga paling strategis mengevaluasi Kementerian BUMN agar bagaimana BUMN ini pulih kembali dalam arti pulih secara pengelolaannya dan betul-betul diperuntukan untuk kemakmuran rakyat bukan kepentingan bisnis pribadi itu harapan kita," tandasnya.(**)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham