Sabtu, 20 Juni 2026

Breaking News

  • Pemkab Siak Pertahankan WTP 15 Tahun Berturut-turut, Bupati Afni beri Apresiasi Kepada Seluruh Jajaran OPD    ●   
  • 4.090 Pelamar Padati Bursa Pekanbaru Job Fair 2026, Ini Sektor yang Paling Diburu   ●   
  • Penghibahan Puluhan Hektare Lahan Eks HGU PT Eka Daya Yakin Mandiri ke Pemda Siak Dinilai Bermasalah, Tokoh Masyarakat Minta Dikembalikan untuk Rakyat.   ●   
  • Kabupaten Bengkalis Torehkan Prestasi 13 Kali Berturut-turut Raih Opini WTP   ●   
  • Satrio Mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Raih Juara II Debat Tingkat Nasional, Keluarga Besar PKN Beri Apresiasi   ●   
Bansos Rumah Yatim
Hidup Sebatangkara, Nenek Inap (87), Terima Bansos Dari Rumah Yatim Riau
Rabu 24 Juni 2020, 16:28 WIB
Nenek Inap Pohan (87) warga Jalan Simpang Proyek, RT 002 RW 009, Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau hidup sebatangkara.


PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Di usianya yang hampir menginjak satu abad, Nenek bernama Inap Pohan (87) warga Jalan Simpang Proyek, RT 002 RW 009, Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau hidup sebatangkara.

Disebuah gubuk berukuran 3x4 meter, wanita renta itu sudah hampir 14 tahun hidup sendiri. Diketahui, suaminya sudah lama meninggal, sementara kedua anaknya sudah menikah dan hidup bersama keluarganya masing-masing.

Namun di usianya yang sudah menginjak 87 tahun, Nenek Inap masih terlihat sehat dan mandiri. Setiap hari ia selalu pergi ke ladang untuk mencari kayu bakar yang akan ia gunakan untuk memasak di tungku.

Hal itu disampaikan Kepala Cabang Rumah Yatim Riau, Ramdan kepada media Riaumadani Rabu (24/06/2020)

"Tinggal di gubuk selama 12 tahun tapi sudah sangat parah, lalu pindah ke bangunan yang diberi oleh bekas majikannya bernama Pak Ical, sudah 2 tahun tinggal di sana," terang Kepala Cabang Rumah Yatim Riau, Ramdan.

Beruntung, ia memiliki mantan majikan yang sudah menganggapnya seperti keluarga. Bahkan pada saat Nenek Inap sakit, majikannyalah yang senantiasa merawat dan membantu biaya pengobatan Nenek Inap.

"Sudah belasan tahun dia kerja membuat batu bata, namun karena sakit dan usianya sudah tua, sudah 4 tahun dia tidak bisa kerja," imbuh Ramdan.

Meskipun hidup dibawah garis kemiskinan,  wanita tua itu tak pernah meminta bantuan maupun meminta untuk dikasihani. Ia terbilang mandiri dan selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Atas kondisinya tersebut, Rumah Yatim Cabang Riau memberikan bantuan melalui program paket sembako dan program bantuan biaya hidup, Rabu (24/6/2020). Diharapkan bantuan tersebut sedikitnya bisa mencukupi kebutuhan Nenek Inap untuk beberapa minggu ke depan. (**)



Editor : Tis
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top