Kinerja DPRD Pelalawan Kembali Dipertanyakan Terkait Kerusakan DAS Di PT. Musim Mas
Rabu 17 Juni 2020, 08:15 WIB
PELALAWAN. RIAUMADANI. COM - Kasus dugaan pengerusakan DAS di PT. Musim Mas yang telah dilaporkan di komisi 2 DPRD Pelalawan dua tahun lalu mentok alias tidak ada penyelesaian hingga hari ini. Sehingga pemuda Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau kembali pertanyakan kinerja DPRD Pelalawan.
Pada Rabu (17/6/20) kepada media ini Suswanto menceritakan, terkait hasil monitoring pansus (panitia khusus) DPRD provinsi Riau tahun 2016 silam, bahwa banyak terjadi kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dilakukan oleh perusahaan yang beroperasi di Riau. Salah satu perusahaan perusak DAS tersebut adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Musim Mas yang beroperasi di kabupaten Pelalawan sejak tahun 1991.
Suswanto yang juga selaku ketua LSM KPK Nusantara Kabupaten Pelalawan itu menguraikan, ada 6 sungai yang dirusak oleh PT. Musim Mas, diantaranya sungai Nafuh, sungai Mengkarai, sungai Sinduan, sungai Pantan, sungai Pelintai dan sungai Ampang Mahang, jelasnya.
Lanjutnya, pada tahun 2018, kami dari forum penyelamat lingkungan dan DAS kelurahan Pkl Lesung dan bersama batin Tuo Nafuh, sudah pernah melaporkan persoalan ini di komisi 2 DPRD Pelalawan. Tindak lanjut dari laporan itu, anggota DPRD Pelalawan sudah beberapa kali hering. Bahkan beserta dinas terkait juga sudah pernah turun kelokasi melihat objek yang dilaporkan tersebut.
Akan tetapi memasuki akhir tahun 2018 terjadi masa transisi dan ada pemilihan anggota DPRD baru, hingga saat ini persoalan tersebut belum ada penyelesaian, keluhnya dengan penuh kesal.
Walaupun saat ini katanya perusahaan tidak lagi merawat tanaman kelapa sawit yang ditanam di daerah aliran sungai tersebut, akan tetapi akibat kerusakan DAS tersebut mengakibatkan terjadinya pendangkalan terhadap sejumlah sungai yang ada di lingkungan perusahaan tersebut sehingga menyulitkan masyarakat dalam mencari ikan, cetusnya.
Sehingga kepada media ini dengan tegas Suswanto mengatakan, kami dari masyarakat Pkl Lesung dan anak keponakan batin Tuo Nafuh, akan terus mempertanyakan persoalan ini.
Kata suswanto,S.Sos, tokoh pemuda Pkl Lesung itu, sesuai aturan yang ada, perusahaan seharusnya membebaskan 100 meter kiri-kanan sungai. Akan tetapi fakta yang ada di lapangan semua DAS yang ada, habis dibabat sampai pinggir sungai oleh PT. Musim Mas
Masih cerita Suswanto, walaupun pada tahun 2008 ada kesepakatan yang dibuat oleh perusahaan dengan Pemda pelalawan, Lurah dan desa sekitar terkait operasional perusahaan. Itu hanyalah akal-akalan perusahaan untuk menutupi kesalahannya, fakta sampai saat ini boleh dikatakan tidak ada rehabilitasi DAS tersebut yang dilaksanakan, ujarnya.
Pemuda Pkl Lesung lainnya Ahmad Dhani,S.Pd juga menegaskan, kami dari gerakan masyarakat Pangkalan Lesung dan sekitarnya (GEMPALS), dalam waktu dekat akan menyurati kembali DPRD Pelalawan dan Pemda pelalawan untuk dapat meninjau kembali pengaduan yang pernah di sampaikan tersebut, ungkapnya.
Anggota DPRD Pelalawan Abdullah S.Pd yang dikonfirmasi masalah itu mengaku tidak mengetahui. "Saya tidak tahu kalau masalah DAS, tidak pernah saya diikutkan kalau masalah DAS, soalnya itu dibidang komisi 2, sementara saya di komisi 1, jawabnya.
Komisi 2 DPRD Pelalawan yang dicoba dijumpai media ini dikantornya dalam kesempatan itu, tidak ada satu orang pun yang masuk kantor. Sehingga hingga berita ini dikirim didapur redaksi belum ada konfirmasi kepada komisi 2 DPRD Pelalawan. (Sona)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 09 Juni 2026, 06:40 WIB
Polres Rohul Gelar Upacara PTDH Dua Personelnya, AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si : Jadikan Ini Pelajaran untuk Menjaga Integritas
Selasa 02 Juni 2026
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Nasional
.png)
Selasa 16 Juni 2026, 06:49 WIB
Mendagri Minta Pemda Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Selasa 16 Juni 2026
Mendagri Minta Pemda Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Jumat 12 Juni 2026
Ribuan Massa Mahasiswa UI Berangkat ke Bundaran HI, Bawa Tuntutan Ekonomi dan Lapangan Kerja
Jumat 12 Juni 2026
Pembengkakan Titik MBG Capai Ribuan Unit, Zulhas Sebut Potensi Kerugian Rp1 Triliun per Bulan
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 20 Juni 2026, 06:25 WIB
4.090 Pelamar Padati Bursa Pekanbaru Job Fair 2026, Ini Sektor yang Paling Diburu
Sabtu 20 Juni 2026
4.090 Pelamar Padati Bursa Pekanbaru Job Fair 2026, Ini Sektor yang Paling Diburu
Minggu 07 Juni 2026
Tim Kuasa Hukum AW Siapkan Serangan Balik, Keterangan Saksi Mahkota Akan Diuji
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban