11 Menteri Harus Dibuang Jokowi
Neta S Pane: Reshuffle Kabinet Harus Segera Dilakukan Presiden Jokowi
Rabu 27 Mei 2020, 05:13 WIB
Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Bersama Presiden Jokowi
JAKARTA. RIAUMADANI. COM - Selama krisis pandemi virus korona (COVID-19) ini, para pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) disoroti. Para pembantu yang diberi jabatan "mewah" tersebut dinilai sering membuat gaduh selama masa pandemi COVID-19 ini, bahkan ada yang dinilai miskin kinerja tanpa memberikan bantuan berarti dalam pemerintahan Presiden Jokowi untuk segera mengatasi krisis selama wabah penyakit tersebut.
"Reshuffle kabinet harus segera dilakukan Presiden Jokowi, jika pemerintah ingin berlari kencang seiring diterapkannya konsep New Normal. Konsep dan slogan new normal hanya omong kosong belaka jika menteri-menteri kabinet Jokowi tetap loyo " ungkap Neta S Pane, Ketua Ind Police Watch, Rabu, 27 Mei 2020 kepada bukamata.co.
Selain itu juga, kata Neta, harapan Jokowi dinilai gagal total untuk memunculkan terobosan baru di pemerintahan periode keduanya dengan menempatkan anak-anak muda milenial di kabinet.
"Tak ada satu pun terobosan baru dari para menteri Jokowi di tengah pandemi COVID19. Semua seakan ngumpet mengikuti "perintah di rumah saja", padahal dalam kondisi pandemi Covid19, Jokowi perlu pemikiran-pemikiran yang bisa membantunya dengan maksimal. Minimal membuat konsep terobosan di bidangnya masing masing dan begitu wabah Covid19, kementeriannya bisa berlari kencang " kritik Neta.
Selama masa krisis korona ini, para pembantu-pembantu Presiden Jokowi itu, tegas Neta, jika tidak "bersembunyi", dan sebagian lagi para menterinya justru membuat hal-hal kontroversial sehingga memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Berangkat dari masalah tersebut, dikatakan Neta, sedikitya ada 11 menteri Jokowi yang patut "dicampakkan".
Pertama ungkap Neta, Yasonna Laolly, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), dia dinilai pihak yang telah membuat kegaduhan. Lantaran melepaskan ribuan Napi dengan dalih mencegah penularan COVID-19.
Kemudian Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, dan Menteri Pariwisata, Wisnuhutama, kedua pembantu Presiden Jokowi ini, dinilai miskin kinerja. Mereka berdua hingga saat ini tak terdengar langkah dan suaranya dalam mengatasi krisis selama virus korona.
Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan, pembantu presiden satu ini dinilai gagal. "Untuk mengatasi mafia perdagangan gula saja tak berdaya" ujar Neta.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Ida Fauziyah. Dia justru mengizinkan TKA asal China masuk ke Indonesia ditengah pandemi Covid-19.
Juliari Peter Batubara, Menteri Sosial (Mensos), dia dinilai tak mampu mengkoordinasikan penyaluran Bansos.
Jhony G. Plate Menteri Kominfo, pembantu presiden satu ini dnilai tak jelas kiprahnya di tengah kebingungan Jokowi menghadapi pandemi Covid19.
Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan, ia tak muncul selama pelarangan mudik bisa jadi karena persoalan kesehatan lantaran pernah menjadi pasien COVID-19.
Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian dinilai tak terdengar kiprahnya. "Erick Thohir, Menteri BUMN, tidak jelas fungsi dan kontribusinya dalam membangun BUMN sebagai daya dukung ekonomi di tengah pandemi Covid19 " kata Netas.
Kemudian Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dia dinilai selalu memunculkan kontroversial yang memicu kegaduhan.
Untuk itu lah kata Neta, kondisi pandemi Covid19 ini, harus menjadi momentum bagi Jokowi untuk mengevaluasi para menteri-menteri diatas tersebut.
"Agar ke depan bersamaan dengan diterapkannya New Normal pemerintahan Jokowi bisa berlari kencang membangun negeri ini " tutup dia. Bukamata.co
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau