SELATPANJANG. RIAUMADANI. COM  - Tiga orang warga Kabupaten Kepulauan Meranti terindikasi terjangkit virus corona atau " />
Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
Wabah Virus Corona (Covid-19)
Tiga orang warga Kabupaten Kepulauan Meranti Terindikasi Terjangkit Covid-19.
Selasa 12 Mei 2020, 01:55 WIB


SELATPANJANG. RIAUMADANI. COM  - Tiga orang warga Kabupaten Kepulauan Meranti terindikasi terjangkit virus corona atau Covid-19. Hal itu diketahui setelah mereka pulang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro, Magetan, Surabaya, Jawa Timur, dan sejumlah santri pesantren tersebut juga banyak yang positif corona.

Saat ini mereka sudah diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti.

Selain baru pulang dari daerah zona merah, ketiga santri tersebut diisolasi karena ditemukan gejala yang mengarah ke virus Corona atau Covid-19.

Juru bicara Covid-19 Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri Skm mengatakan informasi tersebut diketahui setelah adanya yang positif Corona di Tembilahan, Indragiri Hilir, setelah di-tracing ternyata juga ada rombongan dari klaster Magetan yang pulang ke Kepulauan Meranti sebanyak 12 orang. Mereka tersebar di Selatpanjang Kecamatan Tebingtinggi dan Bandul, Kecamatan Tasik Putripuyu.

"Ya benar, ada tiga orang yang diisolasi di RSUD Kepulauan Meranti, mereka semuanya warga Bandul. Sementara yang lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah," ungkap Fahri, Senin (11/5/2020).

Dijelaskan Fahri, adapun dasar mereka ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) setelah dua orang positif rapid test, dan satunya lagi hasilnya negatif, namun setelah dilakukan CT Scan ditemukan adanya gejala di paru-paru. Saat ini hasil swab ketiganya sudah dikirim untuk mendapatkan hasil yang sebenarnya.

"Sampel cairan lendir dari hidung dan tenggorokan ketiganya sudah dikirim ke Pekanbaru semalam untuk dilakukan uji Swab," kata Fahri.

Sementara itu, kata Fahri pihaknya juga melakukan tracing kontak yang bersangkutan. 

"Sudah kita lakukan tracing terhadap yang pernah melakukan kontak langsung dengan ketiga pasien, sampai saat ini belum ditemukan dan hasilnya masih negatif," ujar Fahri.

Lebih lanjut, Fahri berpesan kepada pasien yang dinyatakan positif Rapid agar senantiasa optimis dalam menghadapi paparan virus tersebut dan tetap semangat demi kesembuhan.

"Kami juga mengimbau kepada segenap masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti untuk tetap tenang, jangan panik dan tingkatkan kewaspadaan. Penting diperhatikan pola hidup sehat dan bersih dan selalu menaati imbauan pemerintah, khususnya tentang pembatasan fisik atau physical distancing," pungkas Fahri. (rls/ IJL)



Editor : Tis
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top