Senin, 3 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
Wabah Banjir Di Balkan
Bahaya Wabah Banjir dan Ranjau Di Balkan
Rabu 21 Mei 2014, 03:18 WIB
Seorang pria berdiri di dekat rumah yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di Krupanj, sekitar 130 kilometer sebelah selatan barat dari Beograd, Selasa (20/5/2014). Foto: Andrej Isakovic/AFP
Bahaya Wabah dan Ranjau di Banjir Balkan

BEORGAD. Riaumadani.com - Banjir di wilayah Balkan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Selain menyebarnya wabah penyakit, ada ancaman ranjau darat yang berasal dari perang Bosnia. Banjir hebat selama beberapa hari terkahir melanda tiga negara Balkan, yaitu Serbia, Bosnia dan Kroasia. Sungai Save yang melalui ketiga negara itu meluap. Situasi masih kritis, karena hujan lebat diperkirakan masih akan turun dalam beberapa hari mendatang.

Pemerintah setempat memperingatkan bahanya menyebarnya wabah penyakit. Suhu udara cukup tinggi menjelang musim panas. Kebanyakan kawasan banjir belum bisa dibersihkan. Banyak ternak mati yang berada dalam genangan air.

Selain wabah penyakit, bahaya juga muncul dari ranjau darat, yang sekarang terbawa banjir dan tersebar ke banyak tempat. Ranjau itu berasal dari perang Bosnia tahun 1990-an. Pusat pencarian ranjau darat di Sarajevo menerangkan, banyak ranjau yang ditanam dalam tanah kini muncul ke permukaan dan terbawa air.

Para ahli memperkirakan, masih ada sekitar 120.000 ranjau yang tersebar di Bosnia, dan sekitar 13.000 di Kroasia. Ranjau-ranjau itu tetap berbahaya, sekalipun sudah terendam air.

Kerusakan Hebat
Di Bosnia, sekitar 25 persen kawasannya dilanda banjir. Satu juta orang harus mendapat bantuan air minum dan makanan, kata menteri luar negeri Bosnia, Zlatko Lagumzija. "Kerusakannya benar-benar hebat," katanya.

Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas di Bosnia. Sementara di Kroasia, korban tewas mencapai 42 orang dan di Serbia 20 orang. Kerugian pertanian di Bosnia "akan mencapai miliaran Euro", kata ketua asosiasi pertanian Miro Pejic. Ribuan rumah hancur akibat tanah longsor di daerah pegunungan.

Di Serbia, sekitar 600.000 menjadi korban banjir, 25.000 orang lain harus dievakuasi karena ancaman air yang meluap. Di ibukota Beograd, tim penolong terus berjuang membendung luapan air dengan tumpukan karung pasir.

Amerika Seirkat, Rusia dan Uni Eropa mengirim tim bantuan ke daerah bencana. Lebih dari 400 penolong dari Uni Eropa sudah tiba di kawasan, kata komisaris Eropa Kristalina Georgieva di Brussel. Bencana banjir di kawasan Balkan kali ini adalah yang terparah selama seratus tahun terakhir.**



Editor : Sumber : TP
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top