Himpitan Ekonomi di Tengah Wabah Corona
Ketum LM2R Berharap Pemerintah dan DPRD Meranti Tanggap Dengan Kondisi Masyarakatnya Saat Ini
Sabtu 25 April 2020, 03:43 WIB
SELATPANJANG. RIAUMADANI. COM - Ormas Laskar Muda Melayu Riau (LM2R) Ikut prihatin atas nasip yang dialami Masyarakat kepulauan Meranti hari ini dengan terjadinya wabah covid19. Hampir setiap masyarakat yang ada di desa-desa kehilangan mata pencarian, mereka yang biasa Kerja bansal Sagu, TKI, Nelayan dan tani dan buruh terpaksa berdiam diri dirumah semuanya hampir pesimis atas kondisi yang dihadapi hari ini.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Laskar Muda Melayu Riau (LM2R) Jefrizal yang terjun langsung ke desa-desa melihat kondisi masyarakat, " hampir semua masyarakat yang saya jumpai di desa-desa mengeluh dan pesimis perekonomian mereka saat ini,"kata dia.
"Keluhan mereka semua adalah mata pencarian sudah tidak jelas lagi, harga karet terlalu renah, masuk ke negeri jiran untuk cari kerja sudah tidak bisa, Kerja nelayan yang dengan peralatan apa adanya, bertani hanya dengan mengharapkan pupuk alami tidak bisa menghasilkan panen yang baik, kerja buruh angkut tergantung Barang keluar masuk. Sehingga masyarakat saat ini mulai krisis ekonomi."terang nya
Jalan keluar nya ujar Jefrizal adalah," Berharap kepada Pemerintah dan para pengusaha saat ini buka mata hati, langsung ambil langkah pasti, nyata dan terarah, agar masyarakat bisa bertahan hidup ditengah badai Pandemi Covid19 ini.
" sudah cukup janji-janji manis tanpa bukti ril, oleh para politikus dan pejabat pemerintah, jangan lagi disibukkan ngumpul-ngumpul dokumen, terlalu banyak rapat-rapat, kerja seremonial lainnya. berbuatlah yang pasti dan nyata masyarakat sangat membutuhkan bantuan saat ini,"tegasnya
Kalaupun Kepulauan Meranti hari ini masih masuk zona hijau, tapi ekonomi masyarakatnya bagi kami sudah masuk zona merah, tidak mustahil akan lebih berdampak buruk kedepannya, seperti terjadinya tindakan kriminal dan sejenisnya oleh masyarakat demi mengisi perut keluarga," ujarnya.
Menurut Jefizal seharusnya Pemda sudah bekerja nyata dari kemaren, kucurkan dana desa, bayar gaji para honorer, untuk para perusahaan-perusahaan yang beroperasi di tanah jantan ini keluar kan dana CSR bantulah masyarakat
" Seperti desa desa yang terdapat di kecamatan Pulau Merbau, Merbau, Tasik Putri Puyu, kami hanya melihat kinerja pemda hanya berkutik pada keadaan perkotaan saja, hampir lupa daerah-daerah seberangnya. Ini butuh perhatian dan solusi jitu pemda, karna kita ketahui bersama sesungguhnya perusahaan-perusaahaan itukan beroperasi di seberang, jadi jangan terlihat dianaktirikan nasip pulau pulau seberang itu," jelasnya.
Tambah Jefrizal lagi," kepada wakil rakyat dan pemda Meranti mari lihat nasip masyarakat dipulau seberang agar terhindar dari kriminalisasi , keadaan mereka saat ini makin sulit kebutuhan yang sangat mendesak adalah bantuan sembako dan lapangan pekerjaan demi pemenuhan kebutuhan sehari- harinya, jika pemda dan wakil rakyat tidak sanggup mengurus uang rakyat, buat masyarakatnya, biar kami laporkan ke Propinsi dan pusat, bahwa Pemda dan wakil rakyat di kepulauan Meranti ini telah gagal mengemban amanah rakyat," tutupnya. (IJL)
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham