Selasa, 3 Februari 2026

Breaking News

  • Ditreskrimsus Polda Riau Bongkar Sindikat Emas Ilegal dan Narkoba di Kuantan Singingi   ●   
  • Bupati Afni Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan   ●   
  • Bupati Bengkalis Hadiri Rakornas Bersama Kepala Daerah se-Indonesia   ●   
  • Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 Dimulai, Satlantas Polresta Pekanbaru Ajak Pelajar Tertib Lalu Lintas   ●   
  • Lantik 5 Pejabat Administrator Sekda Siak Tekankan Inovasi dan Profesionalisme ASN   ●   
Takut Akan Merusak Perkebunan Mereka, Masyarakat Desa Sendaur Tolak Pembangunan Pabrik Sagu
Rabu 15 April 2020, 23:12 WIB


SELATPANJANG. RIAUMADANI. COM - Beberapa orang masyarakat Desa Sendaur Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti, mengkhawatirkan dengan berdirinya pabrik pengolahan Sagu yang baru dibangun tepatnya diperbatasan dijalan Parit Sadar Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat dan Sendaur.

Dikarenakan Pabrik Sagu tersebut akan berdampak merusak perkebunan serta menghambat arus tali air (red- Parit) yang ada di dekat lokasi tersebut

Menurut Kepala Desa Sendaur Ardiyanto Rabu (15/04/2020) mengatakan, "kondisi pembangunan Kilang Sagu yang baru dibangun itu sangat tidak layak karena posisi pembuangan limbahnya nanti akan masuk keperkebunan masyarakat serta dapat mencemari air parit yang ada dekat lokasi itu, yang sehari-harinya sungai tersebut digunakan sebagai MCK bagi masyarakat,"terangnya

Terkait persoalan tersebut Kades Sendaur Ardiyanto telah melayangkan surat  ke Dinas  Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Kepulauan Meranti atas laporan beberapa masyarakat terkait dengan keluhan atas pembangunan pengolahan kilang sagu yang berdiri dipermukiman perkebunan masyarakat tersebut

Berdasarkan Surat dengan No.140/Ds.S/II/2020/028, perhal, Keberatan Berdirinya Pabrik Sagu dihulu Sungai Sendau, diminta Dinas Terkait akan segera menanggapi dengan secepatnya.

" kami sebagai pemerintahan desa setempat, dengan adanya keluhan masyarakat terkait dampak pabrik sagu setelah beropersi nantinya akan berdampak merusak perkebunan masyarakat serta membuat dangkalnya tali air (parit) kami minta kepada Dinas DLH tutup saja kilang itu, karena  sangat merugikan bagi masyarakat desa kami," jelas Ardi.

Lanjut Ardi lagi," tali air (red-parit) ini sangat penting karena digunakan masyarakat kami untuk mandi cuci pakaian serta kebutuhan lainya," katanya lagi.

"atas persoalan tersebut awak media ini coba mengkonfirmasi  Kadis DLH kabupaten Kepulauan Meranti Irmansyah terkait atas laporan Kepala Desa Sendaur atas tidak layaknya Kilang sagu yang kini beroperasi.

Irmansyah mengatakan," terkait persoalan itu karena saya belum mendapatkan surat nya dari kepala Desa, saya tidak tahu, kalau surat itu sampai ditangan saya insha Allah  saya akan tindak lanjuti dan kita adakan survey kelapangan," tandasnya. (IJL)



Editor : Tis
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top