Makam Raja Abdullah Tanpa Nisan Bertanda
Jumat 30 Januari 2015, 01:51 WIB
Ket Foto : Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz dimakamkan Jumat
(23/1). Setelah disalatkan, jenazah dimakamkan di makam umum El-Ud.
Mengikuti tradisi Muslim kerajaan yang ketat, almarhum dimakamkan tanpa
nisan.
RIAUMADANI. com - TAK ada yang istimewa dari kuburan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz yang wafat di usia 90 tahun pada Jumat [23/1/2015], silam. Pemerintah Saudi memakamkan Abdullah di pemakaman Al Oud, Riyadh, tanpa nisan bertanda.
Sesuai dengan tradisi muslim, jenazah Abdullah dimandikan dan langsung dikafani kain putih sederhana. Sejumlah kerabat membawanya dengan ambulans untuk disalatkan di Masjid Imam Turki Bin Abdullah di kota Riyadh, sebelum dimakamkan.
Makam
Salat jenazah langsung dipimpin Raja Salman dan dihadiri sejumlah kepala negara muslim dan tokoh senior lainnya. Termasuk Presiden Mesir Abdel Fatteh al-Sisi, sekutu terdekat Abdullah setelah pemberontakan musim semi Arab.
Pada Sabtu,[24/1/2015] sejumlah tokoh non-muslim akan mengunjungi untuk memberikan penghormatan kepada raja baru dan putra mahkota dan anggota lain dari dinasti al-Saud.
Seperti raja-raja Saudi sebelumnya yang sudah meninggal, pemerintah tidak mengeluarkan masa berkabung dan mengibarkan bendera satu tiang penuh. Meski demikian, di media sosial banyak yang merasa kehilangan atas meninggalnya Raja Abdullah.
Raja Salman
Untuk menghindari kekhawatiran dan ketidakstabilan dinasti Saud, dan gejolak regional, kerajaan langsung menunjuk adik tiri Abdullah, Salman bin Abdul Aziz, sebagai pengganti dan menunjuk Pangeran Mahkota Muqrin.
Keduanya akan menerima janji setia dari anggota keluarga penguasa, ulama Wahabi, kepala suku, pengusaha terkemuka dan pelajaran Saudi lainnya.
Raja Salman sebagai pemegang otoritas kerajaan Saudi saat ini, sangat menentukan menghadapi kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayahnya dan jangka panjang seperti harga minyak global yang terus turun.
Saat ini kepemimpinan Raja Salman dihadapkan pada persaingan kekuatan Syiah di Irak, Suriah, Yaman, Lebanon dan Bahrain. Bukan tidak mungkin hal itu bisa membuka konflik dua negara tetangga terhadap ancaman militan Islam.
Sepertinya, Raja Salman tidak akan mengubah kebijakan luar negeri atau penjualan minyak. Kebijakan pragmatis seperti ini, konon sudah dijalankan Kerjaaan Saudi dalam mengelola keseimbangan ulama, suku, kerajaan dan kepentingan Barat.
"Saya pikir akan melanjutkan warisan Abdullah. Dia menyadari pentingnya hal ini. Dia bukan pribadi yang konservatif, namun menghargai pendapat konstituen konservatif negaranya," ujar Jamal Khashoggi, kepala saluran berita milik pangeran Saudi.
Segera setelah Raja Abdullah meninggal, harga minyak langsung melonjak dan menambah ketidakpastian di pasar energi dunia yang sudah mengalami sejumlah pergeseran terbesar dalam beberapa dekade.**
Sesuai dengan tradisi muslim, jenazah Abdullah dimandikan dan langsung dikafani kain putih sederhana. Sejumlah kerabat membawanya dengan ambulans untuk disalatkan di Masjid Imam Turki Bin Abdullah di kota Riyadh, sebelum dimakamkan.
Makam
Salat jenazah langsung dipimpin Raja Salman dan dihadiri sejumlah kepala negara muslim dan tokoh senior lainnya. Termasuk Presiden Mesir Abdel Fatteh al-Sisi, sekutu terdekat Abdullah setelah pemberontakan musim semi Arab.
Pada Sabtu,[24/1/2015] sejumlah tokoh non-muslim akan mengunjungi untuk memberikan penghormatan kepada raja baru dan putra mahkota dan anggota lain dari dinasti al-Saud.
Seperti raja-raja Saudi sebelumnya yang sudah meninggal, pemerintah tidak mengeluarkan masa berkabung dan mengibarkan bendera satu tiang penuh. Meski demikian, di media sosial banyak yang merasa kehilangan atas meninggalnya Raja Abdullah.
Raja Salman
Untuk menghindari kekhawatiran dan ketidakstabilan dinasti Saud, dan gejolak regional, kerajaan langsung menunjuk adik tiri Abdullah, Salman bin Abdul Aziz, sebagai pengganti dan menunjuk Pangeran Mahkota Muqrin.
Keduanya akan menerima janji setia dari anggota keluarga penguasa, ulama Wahabi, kepala suku, pengusaha terkemuka dan pelajaran Saudi lainnya.
Raja Salman sebagai pemegang otoritas kerajaan Saudi saat ini, sangat menentukan menghadapi kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayahnya dan jangka panjang seperti harga minyak global yang terus turun.
Saat ini kepemimpinan Raja Salman dihadapkan pada persaingan kekuatan Syiah di Irak, Suriah, Yaman, Lebanon dan Bahrain. Bukan tidak mungkin hal itu bisa membuka konflik dua negara tetangga terhadap ancaman militan Islam.
Sepertinya, Raja Salman tidak akan mengubah kebijakan luar negeri atau penjualan minyak. Kebijakan pragmatis seperti ini, konon sudah dijalankan Kerjaaan Saudi dalam mengelola keseimbangan ulama, suku, kerajaan dan kepentingan Barat.
"Saya pikir akan melanjutkan warisan Abdullah. Dia menyadari pentingnya hal ini. Dia bukan pribadi yang konservatif, namun menghargai pendapat konstituen konservatif negaranya," ujar Jamal Khashoggi, kepala saluran berita milik pangeran Saudi.
Segera setelah Raja Abdullah meninggal, harga minyak langsung melonjak dan menambah ketidakpastian di pasar energi dunia yang sudah mengalami sejumlah pergeseran terbesar dalam beberapa dekade.**
| Editor | : | |
| Kategori | : | Internasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau