Selasa, 3 Februari 2026

Breaking News

  • Ditreskrimsus Polda Riau Bongkar Sindikat Emas Ilegal dan Narkoba di Kuantan Singingi   ●   
  • Bupati Afni Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan   ●   
  • Bupati Bengkalis Hadiri Rakornas Bersama Kepala Daerah se-Indonesia   ●   
  • Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 Dimulai, Satlantas Polresta Pekanbaru Ajak Pelajar Tertib Lalu Lintas   ●   
  • Lantik 5 Pejabat Administrator Sekda Siak Tekankan Inovasi dan Profesionalisme ASN   ●   
Wabah Virus Corona (Covid-19)
Maryana: Virus Corona Berdampak Menurunnya Persentase Pembuatan Pasport Baru di Meranti
Jumat 20 Maret 2020, 02:54 WIB


SELATPANJANG. RIAUMADANI. COM  - Penerapan pembatasan pergerakan (lockdown) oleh Negeri Jiran (Malaysia) berdampak besar terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang menopang hidup disana.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang menyatakan ada 191 warga negara Indonesia (WNI) asal Kepulauan Meranti yang telah dipulangkan dari Malaysia. 

Dikatakan Maryana, terhitung sejak 17 Maret 2020 sebanyak 91 WNI telah kembali ke tanah air Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Kemudian 19 Maret 2020 diikuti 100 WNI lainnya.

"Dari 91 WNI yang pulang pada Selasa (17/03/2020) kita dapati ada tiga orang WNA. Tapi besoknya langsung kita minta kembali ke Negara asalnya Malaysia. Ya, mereka bertiga saja yang menaiki Kapal Elugo kemarin," beber Maryana saat ditemui Pekanbaru Pos diruang kerjanya, Kamis (19/03/2020).

Terkait pengawasan, Maryana mengaku pihaknya hanya melakukan pendataan saja. Itu pun menurut dia, hanya bagi WNI yang melangsungkan kedatangan atau keberangkatan melalui jalur internasional, Pelabuhan Tj Harapan Selatpanjang.

"Kalau jumlah WNI disana itu yang lebih tau Konsulat Jenderal Republik Indonesia," sebutnya.

Menanggapi wabah Covid-19 atau virus corona, jajarannya tetap selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Meranti. Terlebih, saat ini ia telah meminta para petugas pelayanan untuk mengkenakan masker dan selalu mencuci tangan dengan sabun anti-septik.

"Selain petugas, pemohon juga sudah kita sediakan sabun cuci tangan. Antisipasi itu perlu, mengingat proses pembuatan pasport interaksinya sangat kuat," ujarnya.

Rentetan dari wabah tersebut dijelaskan Maryana, sangat berdampak buruk pada pemohon pembuatan pasport baru.

"Berdampak juga. Persentasenya menurun 50%," ungkapnya.(rls/IJL)



Editor : Tis
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top