Temu Ramah Gubri Bersama Mahasiswa Perikanan Indonesia
Acara temu ramah Gubri H. Syamsuar bersama Mahasiswa Perikanan Indonesia
Wilayah I Sumatera, di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi Provinsi Riau,
Rabu malam (26/2/2020).
Gubri: Pemprov Riau Berupaya Kembalikan Kejayaan Ikan di Riau
Jumat 28 Februari 2020, 22:59 WIB
Acara temu ramah Gubri H. Syamsuar bersama Mahasiswa Perikanan Indonesia
Wilayah I Sumatera, di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi Provinsi Riau,
Rabu malam (26/2/2020).
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan terus berupaya untuk mengembalikan kejayaan penghasilan ikan yang ada di Riau.
Ia menuturkan, rencana tersebut berdasarkan sejarah Riau pada masa dahulu. Dimana Provinsi Riau tepatnya di perairan Bagansiapiapi sempat menjadi penghasil ikan terbesar di Indonesia bahkan di dunia.
Ia juga mengatakan, Pemprov Riau akan memikirkan bagaimana meningkatkan penghasilan ikan di kolaborasikan dengan pariwisata, sehingga melalui hal tersebut akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat tempatan.
Hal tersebut disampaikan Syamsuar saat menjamu Mahasiswa Perikanan dalam agenda acara temu ramah bersama Mahasiswa Perikanan Indonesia Wilayah I Sumatera, di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi Provinsi Riau, Rabu malam (26/2/2020).
"Kami ingin mengembalikan kejayaan itu, nelayan juga harus sejahtera jangan sampai toke saja yang kaya masyarakat penghasilannya segitu saja," ucapnya.
Syamsuar menjelaskan, Provinsi Riau termasuk daerah yang cukup luas kawasan perairannya yang berbatasan langsung dengan perairan Malaysia. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Riau untuk memajukan sektor perikanannya.
Menurut Gubri, sejauh ini tangkapan ikan di Riau masih banyak, namun tidak seimbang antara pendapatan ikan oleh nelayan dibandingkan dengan produk yang didapatkannya.
"Perairan kita memang luas, tapi hasilnya belum nampak. Nelayan pernah curhat, ikan mereka dibeli oleh toke dengan harga murah kemudian dijual ke negara tetangga dan nelayan tidak bisa menolak karena tidak ada pasar lain sementara uangnya butuh," katanya.
Sebut Syamsuar, sebagai daerah yang berbatasan dengan negara luar, tantangan terbesar dibidang perikanan saat ini adalah berurusan dengan toke yang telah lama berkecimpung di perikanan yang menjual ikannya ke negara tetangga tanpa melalui pengawasan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Sehingga mengakibatkan hasil ikan Riau dinikmati orang luar, sementara masyarakat Riau sendiri hanya mendapatkan bagian dari ikan-ikan kecil yang didapatkan nelayan.
"Ada empat pulau luar kita yang berbatasan dengan negara tetangga, aksesnya sangat mudah sekali untuk membawa hasil ikan kita ke negara mereka," ujar Syamsuar.
Melalui kesempatan tersebut, Gubri juga mengajak seluruh masyarakat Riau untuk bersatu padu dalam mengembalikan kejayaan perikanan di Riau, dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan di Riau.
"Mari sama-sama kita kembalikan Riau sebagai penghasil ikan terbesar di Indonesia bahkan Dunia," tutupnya. (Tis/mcr)
Ia menuturkan, rencana tersebut berdasarkan sejarah Riau pada masa dahulu. Dimana Provinsi Riau tepatnya di perairan Bagansiapiapi sempat menjadi penghasil ikan terbesar di Indonesia bahkan di dunia.
Ia juga mengatakan, Pemprov Riau akan memikirkan bagaimana meningkatkan penghasilan ikan di kolaborasikan dengan pariwisata, sehingga melalui hal tersebut akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat tempatan.
Hal tersebut disampaikan Syamsuar saat menjamu Mahasiswa Perikanan dalam agenda acara temu ramah bersama Mahasiswa Perikanan Indonesia Wilayah I Sumatera, di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi Provinsi Riau, Rabu malam (26/2/2020).
"Kami ingin mengembalikan kejayaan itu, nelayan juga harus sejahtera jangan sampai toke saja yang kaya masyarakat penghasilannya segitu saja," ucapnya.
Syamsuar menjelaskan, Provinsi Riau termasuk daerah yang cukup luas kawasan perairannya yang berbatasan langsung dengan perairan Malaysia. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Riau untuk memajukan sektor perikanannya.
Menurut Gubri, sejauh ini tangkapan ikan di Riau masih banyak, namun tidak seimbang antara pendapatan ikan oleh nelayan dibandingkan dengan produk yang didapatkannya.
"Perairan kita memang luas, tapi hasilnya belum nampak. Nelayan pernah curhat, ikan mereka dibeli oleh toke dengan harga murah kemudian dijual ke negara tetangga dan nelayan tidak bisa menolak karena tidak ada pasar lain sementara uangnya butuh," katanya.
Sebut Syamsuar, sebagai daerah yang berbatasan dengan negara luar, tantangan terbesar dibidang perikanan saat ini adalah berurusan dengan toke yang telah lama berkecimpung di perikanan yang menjual ikannya ke negara tetangga tanpa melalui pengawasan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Sehingga mengakibatkan hasil ikan Riau dinikmati orang luar, sementara masyarakat Riau sendiri hanya mendapatkan bagian dari ikan-ikan kecil yang didapatkan nelayan.
"Ada empat pulau luar kita yang berbatasan dengan negara tetangga, aksesnya sangat mudah sekali untuk membawa hasil ikan kita ke negara mereka," ujar Syamsuar.
Melalui kesempatan tersebut, Gubri juga mengajak seluruh masyarakat Riau untuk bersatu padu dalam mengembalikan kejayaan perikanan di Riau, dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan di Riau.
"Mari sama-sama kita kembalikan Riau sebagai penghasil ikan terbesar di Indonesia bahkan Dunia," tutupnya. (Tis/mcr)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Jumat 30 Januari 2026, 07:03 WIB
Bupati Bengkalis Resmikan Pembangunan Pengembangan RSU Mutiasari di Mandau
Selasa 13 Januari 2026
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham