PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Untuk mengatasi persoalan abrasi di daerah pesisir, Ketua DPRD Provinsi Riau Indra Gunawan Eet menagih keseriusa" />
Sabtu, 20 Juni 2026

Breaking News

  • Pemkab Siak Pertahankan WTP 15 Tahun Berturut-turut, Bupati Afni beri Apresiasi Kepada Seluruh Jajaran OPD    ●   
  • 4.090 Pelamar Padati Bursa Pekanbaru Job Fair 2026, Ini Sektor yang Paling Diburu   ●   
  • Penghibahan Puluhan Hektare Lahan Eks HGU PT Eka Daya Yakin Mandiri ke Pemda Siak Dinilai Bermasalah, Tokoh Masyarakat Minta Dikembalikan untuk Rakyat.   ●   
  • Kabupaten Bengkalis Torehkan Prestasi 13 Kali Berturut-turut Raih Opini WTP   ●   
  • Satrio Mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Raih Juara II Debat Tingkat Nasional, Keluarga Besar PKN Beri Apresiasi   ●   
DPRD RIAU
Tagih Keseriusan Pemprov Atasi Abrasi di Daerah Pesisir, DPRD Riau: Sesuai Janji Gubri saat Kampanye
Sabtu 01 Februari 2020, 23:04 WIB
Ketua DPRD Provinsi Riau Indra Gunawan Eet menagih keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Untuk mengatasi persoalan abrasi di daerah pesisir, Ketua DPRD Provinsi Riau Indra Gunawan Eet menagih keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Salah satunya yang menjadi sorotan yakni abrasi yang mengancam Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, yang semakin mengkhawatirkan. Diketahui, selama 26 tahun lalu perubahan garis pantai sudah mencapai 1.504,93 hektare. Atau jika dirata-ratakan mencapai 42,57 hektare per tahun.

"Ini sesuai janji Pak Gubernur juga sewaktu kampanye di wilayah pesisir. Beliau janji akan tangani persoalan abrasi. Namun sampai sekarang kita kan belum lihat realisasinya? Makanya, saya selaku ketua DPRD Riau akan mendorong supaya itu bisa benar-benar terwujud," ucap Indra Gunawan Eet di Pekanbaru, Kamis, dikutip dari antarariau.

Atas kondisi itu, Eet meminta Pemerintah Provinsi Riau dapat menganggarkan penanganan abrasi di wilayah pesisir, khususnya Kabupaten Bengkalis.

Eet mengatakan dirinya bersama perwakilan pemerintah pusat telah meninjau titik abrasi. Hasil tinjauan itu cukup mencengangkan.

Dimana ada beberapa titik acuan awal penanganan abrasi, sudah tidak bisa dipakai. Sehingga harus kembali mundur beberapa meter dari titik semula. Meski begitu, pemerintah pusat telah menyetujui anggaran sebesar Rp2,4 triliun untuk penanganan abrasi di empat daerah di Provinsi Riau.

"Empat daerah itu adalah Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti," sebut Eet.

Menurutnya, anggaran yang digelontorkan pusat sebesar Rp2,4 triliun tidaklah cukup karena mesti dibagi kepada empat daerah dan dalam rentang waktu lima tahun kerja. Sedangkan anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan abrasi per satu ribu meter berjumlah Rp15 miliar. Maka dari itu, ia mendorong agar Pemprov turut menganggarkan penanganan abrasi melalui APBD 2021.

Selain pemprov, dirinya juga meminta Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk melakukan hal serupa, yakni menganggarkan penanganan abrasi pada APBDsehingga ada sinergitas antara pemerintah pusat, daerah dan kabupaten dalam menangani persoalan tersebut. Hal ini juga tidak akan mungkin jika dibebankan sepenuhnya kepada pusat.

"Kan uang pusat juga terbagi ke provinsi lain. Makanya harus ada sharing budget. Kami akan kawal terus," tegasnya. (*)




Editor : Tis
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top