Senin, 3 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
AirAsia
Menteri Jonan Ungkap Penyebab Jatuhnya AirAsia
Jumat 23 Januari 2015, 01:38 WIB
Poto int

JAKARTA. Riaumadani. com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengungkapkan, pesawat AirAsia QZ8501 jatuh ke laut karena teralu cepat menaikkan ketinggian sehingga mengalami aerodynamic stall yaitu sebuah kondisi di mana mesin pesawat tiba-tiba mati.

"Rata-rata kecepatan pesawat komersial untuk menaikkan ketinggian adalah 1.000 hingga 2.000 kaki per menit. AirAsiaQZ8501 menaikkan ketinggian dengan kecepatan 6.000 kaki per menit. Itu bukan sesuatu yang normal. Menaikkan ketinggian dengan kecepatan 6.000 kaki per menit hanya bisa dilakukan oleh pesawat jet," kata Jonan.

Namun, Jonan tidak menyebutkan kenapa AirAsia QZ8501 menaikkan ketinggian dengan kecepatan di atas rata-rata. Beberapa menit sebelum hilang kontak, pilot AirAsia Kapten Iriyanto sempat menghubungi menara pengawas dan meminta izin untuk menaikkan ketinggian dari 32 ribu kaki menjadi 38 ribu kaki. Permintaan itu ditolak karena padatnya lalu lintas penerbangan ketika itu.

Sebelumnya, tim penyidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengungkapkan, AirAsiaQZ8501 diduga mengalami masalah dengan cuaca yaitu badai. Hal itu terungkap dari data cockpit voice recorder yang sudah didengarkan oleh tim penyelidik.

KNKT juga memastikan bahwa AirAsia yang mengangkut 162 penumpang dan kru itu jatuh bukan karena aksi terorisme. Menurut KNKT, pilot tidak sempat mengirim sinyal tanda bahaya karena terlalu sibuk untuk mengendalikan pesawat. **




Editor : cnn
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top