Pembangunan Irigasi
Bupati Siak Syamsuar
Kabupaten Siak Dapat Bantuan Dana APBN Buat Irigasi
Rabu 21 Januari 2015, 03:48 WIB
Bupati Siak Syamsuar
BUNGARAYA. Riaumadani. com - Pemerintah Kabupaten Siak merasa bersyukur dibantu Pemerintah Pusat membangun irigasi di sawah Bungaraya. Sebelumnya, bantuan pembangunan irigasi dari Pusat atau Pemerintah Provinsi Riau sangat minim .
Hal ini disampaikan Bupati Siak, Syamsuar, saat peletakan batu pertama pembangunan irigasi di Bungaraya, Selasa [20/1/2015]. Dikatakan Bupati, pada tahun sebelumnya bantuan dari pusat dan provinsi sangat minim. Namun di masa kepemimpinannya, atas kerja sama semua pihak, bantuan bisa didatangkan.
Hadir pada kesempatan ini, staf ahli kementerian Pertanian RI, Mukti Sardjono, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Siak Robiati, Kepala Dinas Perternakan Susilawati, Camat Bungaraya Dicki Sofyan, Camat Sabak Auh Suparni, Damdim Dumai dan tokoh masyarakat setempat.
Dijelaskan Bupati, Pemkab Siak memiliki komitmen memperhatikan masalah pertanian ini dan memperjuangkan peningkatan produksi padi. Bahkan, pertanian pangan dijadikan program unggulan pemerintah daerah.
Sebagaimana visi dan misi pemerintah daerah yang telah dijabarkan dalam RPJMD, dan kini Perda Ketahanan Pangan Berkelanjutan menjadi payung hukum untuk memperjuangkan produksi pangan di Siak bersama petani.
''Kami, Pemerintah Daerah bersama petani sangat menyambut baik bantuan ini. Ini bukti komitmen dan bukti kongkrit dukungan pemerintah pusat dengan petani yang ada di Siak,'' kata Bupati.
Sebagaimana yang dicita-citakan Presiden RI untuk meningkatkan produksi pangan, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Bantuan ini dikucurkan untuk mensupprot petani melakukan tanam, dan meningkatkan produksi. ''Irigasi yang dibangun ini perlu kita jaga bersama, dibutuhkan kerja sama dari masyarakat dan pemerintah,'' kata Bupati.
Irigasi sangat penting, terutama di musim kemarau. Agar petani misa mengelola sawah sesuai jadwal dan tidak lagi menunggu air hujan. Saat musim tanam, dan kondisi air kurang, tentu petani membutuhkan teknologi irigasi yang sempurna.
Bupati berharap, Presiden RI bisa memberi izin penggunaan Tasik Hitam sebagai sumber air untuk pengairan sawah. Hal ini penting guna mensukseskan cita-cita swasembada pangan 2017.
''Kami akan meminta kepada presiden agar Menteri Kehutanan bisa mengizinkan sumber air yang berada di Tasik Hitam bisa dipergunakan. Sehingga airnya bisa dialirkan ke sawah yang ada di Bungaraya,'' kata Bupati.
Tanpa perizinan dari Kementrian Kehutanan, petani tidak akan bisa menggunakan air Tasik hitam. Pasalnya berada di areal hutan lindung. ''Jika tidak bisa mendapat izin penggunaan air Tasik Hitam, kita khawatir sumber air yang ada kurang, dan petani tidak bisa mengoptimalkan sawahnya di musim tanam ke depan,'' kata Bupati. **
Hal ini disampaikan Bupati Siak, Syamsuar, saat peletakan batu pertama pembangunan irigasi di Bungaraya, Selasa [20/1/2015]. Dikatakan Bupati, pada tahun sebelumnya bantuan dari pusat dan provinsi sangat minim. Namun di masa kepemimpinannya, atas kerja sama semua pihak, bantuan bisa didatangkan.
Hadir pada kesempatan ini, staf ahli kementerian Pertanian RI, Mukti Sardjono, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Siak Robiati, Kepala Dinas Perternakan Susilawati, Camat Bungaraya Dicki Sofyan, Camat Sabak Auh Suparni, Damdim Dumai dan tokoh masyarakat setempat.
Dijelaskan Bupati, Pemkab Siak memiliki komitmen memperhatikan masalah pertanian ini dan memperjuangkan peningkatan produksi padi. Bahkan, pertanian pangan dijadikan program unggulan pemerintah daerah.
Sebagaimana visi dan misi pemerintah daerah yang telah dijabarkan dalam RPJMD, dan kini Perda Ketahanan Pangan Berkelanjutan menjadi payung hukum untuk memperjuangkan produksi pangan di Siak bersama petani.
''Kami, Pemerintah Daerah bersama petani sangat menyambut baik bantuan ini. Ini bukti komitmen dan bukti kongkrit dukungan pemerintah pusat dengan petani yang ada di Siak,'' kata Bupati.
Sebagaimana yang dicita-citakan Presiden RI untuk meningkatkan produksi pangan, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Bantuan ini dikucurkan untuk mensupprot petani melakukan tanam, dan meningkatkan produksi. ''Irigasi yang dibangun ini perlu kita jaga bersama, dibutuhkan kerja sama dari masyarakat dan pemerintah,'' kata Bupati.
Irigasi sangat penting, terutama di musim kemarau. Agar petani misa mengelola sawah sesuai jadwal dan tidak lagi menunggu air hujan. Saat musim tanam, dan kondisi air kurang, tentu petani membutuhkan teknologi irigasi yang sempurna.
Bupati berharap, Presiden RI bisa memberi izin penggunaan Tasik Hitam sebagai sumber air untuk pengairan sawah. Hal ini penting guna mensukseskan cita-cita swasembada pangan 2017.
''Kami akan meminta kepada presiden agar Menteri Kehutanan bisa mengizinkan sumber air yang berada di Tasik Hitam bisa dipergunakan. Sehingga airnya bisa dialirkan ke sawah yang ada di Bungaraya,'' kata Bupati.
Tanpa perizinan dari Kementrian Kehutanan, petani tidak akan bisa menggunakan air Tasik hitam. Pasalnya berada di areal hutan lindung. ''Jika tidak bisa mendapat izin penggunaan air Tasik Hitam, kita khawatir sumber air yang ada kurang, dan petani tidak bisa mengoptimalkan sawahnya di musim tanam ke depan,'' kata Bupati. **
| Editor | : | TIS.RM |
| Kategori | : | Siak |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham