Wagubri H. Edy Natar Buka Dengan Resmi FGD Integrasi Sawit Sapi di Pelalawan
Selasa 15 Oktober 2019, 06:01 WIB
Wakil Gubernur Riau H. Edy Nasution hadir sekaligus
membuka Focus Group Discussion Integrasi Sawit dan Sapi , dengan judul,
“Strategi Dan Kebijakan Untuk Pengembangan Sistem Integrasi Sawit Sapi
Di Provinsi Riau
PELALAWAN. RIAUMADANI. COM - Wakil Gubernur Riau H. Edy Nasution hadir sekaligus membuka Focus Group Discussion Integrasi Sawit dan Sapi , dengan judul, “Strategi Dan Kebijakan Untuk Pengembangan Sistem Integrasi Sawit Sapi
Di Provinsi Riauâ€. di Kantor Bappeda Lt.2 Gedung Pembaharuan Pangkalan Kerinci Kab.
Pelalawan.
FGD ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan, Wakil Bupati Inhil, Kepala Puslitbangnak Kementerian Pertanian, Kepala Bapeda Kabupaten Pelalawan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan, Direktur Kepala Unit di lingkungan Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi serta Narasumber dan undangan yang turut hadir.
H Edy Nasution juga mengatakan Selain fokus di dunia perkebunan sawit, Riau juga terus berupaya meningkatkan peternakan sapi untuk mencapai target populasi sapi yang memadai sehingga mampu memenuhi kebutuhan daging secara mandiri dan selanjutnya menjadi daerah pemasok daging sapi nasional, walaupun hingga saat ini Riau masih mendatangkan kebutuhan produksi daging dari Provinsi tetangga.
Untuk menanggulangi kondisi turunnya tingkat produktivitas ternak, perlu dilakukan upaya yang serius dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada khususnya sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan, imbuhnya.
Sistem integrasi tanaman-ternak adalah intensifikasi sistem usaha tani melalui pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan secara terpadu dengan komponen ternak sebagai bagian kegiatan usaha, ujarnya.
Ada Tiga faktor penting dalam pengembangan sistem integrasi sawit-sapi di suatu wilayah, yaitu faktor teknis, sosial, dan ekonomis. Pertimbangan teknis mengarah kepada kesesuaian pada sistem produksi yang berkesinambungan, ditunjang oleh kemampuan manusia dan kondisi agroekologis. Pertimbangan sosial meliputi penerimaan masyarakat terhadap keberadaan ternak tanpa menimbulkan konflik sosial. Pertimbangan ekonomis mengandung arti bahwa ternak yang dipelihara harus menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian daerah serta bagi pemeliharanya sendiri.
Wagubri mempunyai harapan besar dengan diselenggarakannya FGD ini agar dapat memberikan kontribusi dapat menghitung potensi limbah perkebunan sawit dalam mendukung penyediaan pakan ternak, mengidentifikasi permasalahan dalam penerapan sistem integrasi sawit-sapi dan menyusun strategi peningkatan pemanfaatan produk perkebunan sawit bagi sistem integrasi sawit-sapi.
Semoga dengan adanya Focus Group Discussion pada hari ini dapat memberikan kontribusi yang positif dalam pengembangan sistem integrasi sawit-sapi di Provinsi Riau, ujarnya mengakhiri. **Red
FGD ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan, Wakil Bupati Inhil, Kepala Puslitbangnak Kementerian Pertanian, Kepala Bapeda Kabupaten Pelalawan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan, Direktur Kepala Unit di lingkungan Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi serta Narasumber dan undangan yang turut hadir.
Wagubri mengatakan bahwa Pengembangan perkebunan kelapa sawit secara masif terjadi di Provinsi Riau sejak tahun 1980-an, yang didukung dengan kesesuaian agroklimat, permintaan pasar global, dan adanya kebijakan pemerintah.
Sejalan dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk mendorong perkembangan industri kelapa sawit dalam bentuk penguatan infrastuktur, peluang pasar, regulasi kebijakan, sumber daya alam, dan sumber daya manusia.
H Edy Nasution juga mengatakan Selain fokus di dunia perkebunan sawit, Riau juga terus berupaya meningkatkan peternakan sapi untuk mencapai target populasi sapi yang memadai sehingga mampu memenuhi kebutuhan daging secara mandiri dan selanjutnya menjadi daerah pemasok daging sapi nasional, walaupun hingga saat ini Riau masih mendatangkan kebutuhan produksi daging dari Provinsi tetangga.
Untuk menanggulangi kondisi turunnya tingkat produktivitas ternak, perlu dilakukan upaya yang serius dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada khususnya sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan, imbuhnya.
Sistem integrasi tanaman-ternak adalah intensifikasi sistem usaha tani melalui pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan secara terpadu dengan komponen ternak sebagai bagian kegiatan usaha, ujarnya.
Ada Tiga faktor penting dalam pengembangan sistem integrasi sawit-sapi di suatu wilayah, yaitu faktor teknis, sosial, dan ekonomis. Pertimbangan teknis mengarah kepada kesesuaian pada sistem produksi yang berkesinambungan, ditunjang oleh kemampuan manusia dan kondisi agroekologis. Pertimbangan sosial meliputi penerimaan masyarakat terhadap keberadaan ternak tanpa menimbulkan konflik sosial. Pertimbangan ekonomis mengandung arti bahwa ternak yang dipelihara harus menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian daerah serta bagi pemeliharanya sendiri.
Wagubri mempunyai harapan besar dengan diselenggarakannya FGD ini agar dapat memberikan kontribusi dapat menghitung potensi limbah perkebunan sawit dalam mendukung penyediaan pakan ternak, mengidentifikasi permasalahan dalam penerapan sistem integrasi sawit-sapi dan menyusun strategi peningkatan pemanfaatan produk perkebunan sawit bagi sistem integrasi sawit-sapi.
Semoga dengan adanya Focus Group Discussion pada hari ini dapat memberikan kontribusi yang positif dalam pengembangan sistem integrasi sawit-sapi di Provinsi Riau, ujarnya mengakhiri. **Red
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pelalawan |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 09 Juni 2026, 06:40 WIB
Polres Rohul Gelar Upacara PTDH Dua Personelnya, AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si : Jadikan Ini Pelajaran untuk Menjaga Integritas
Selasa 02 Juni 2026
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Nasional
.png)
Selasa 16 Juni 2026, 06:49 WIB
Mendagri Minta Pemda Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Selasa 16 Juni 2026
Mendagri Minta Pemda Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Jumat 12 Juni 2026
Ribuan Massa Mahasiswa UI Berangkat ke Bundaran HI, Bawa Tuntutan Ekonomi dan Lapangan Kerja
Jumat 12 Juni 2026
Pembengkakan Titik MBG Capai Ribuan Unit, Zulhas Sebut Potensi Kerugian Rp1 Triliun per Bulan
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Minggu 07 Juni 2026, 16:37 WIB
Tim Kuasa Hukum AW Siapkan Serangan Balik, Keterangan Saksi Mahkota Akan Diuji
Minggu 07 Juni 2026
Tim Kuasa Hukum AW Siapkan Serangan Balik, Keterangan Saksi Mahkota Akan Diuji
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama