Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
KARLAHUT
Titik Api Kembali Muncul di Kabupaten Meranti
Senin 23 September 2019, 06:37 WIB
Edy Afrizal SE,MH
SELATPANJANG. RIAUMADANI. COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kepulauan Meranti yang kini menjadi sorotan dari pihak Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), kebakaran tersebut terjadi sebanyak 12 titik api diwilayah kabupaten Meranti salah satunya di Desa Kampung Balak Kecamatan Tebing Tinggi Barat, dan beberapa titik lainnya termasuk di Desa Pelantai, Desa Mengkirau, Desa Tebun Kecamtan Rangsang dan juga termasuk Desa Tanjung Sari Kecamatan Tebing Tinggi Timur.

Hal tersebut dilihat Kebakaran lahan yang terjadi di kabupaten Kepulauan Meranti merupakan kurangnya kesadaran masyarakat sehingga masih banyak temuan titik api yang di temukan dari pihak BPBD sehingga tim Personil Damkar dan BPBD sibuk kembali memadamkan kebakaran.

Kepala Kalaksa BPBD Kabupaten Meranti Edy Afrizal SE,MH. mengatakan (23/09/2109), kejadian tersebut merupakan kurangnya kesadaran atau pihak Desa maupun pihak camat tidak memberikan himbauan terhadap masyarakat, sementara pihak sudah memberikan hibauan melalui dari pihak POLRI Dan TNI jangan membakar lahan dan hutan, namun hal ini masih kembali terjadi.

" saya berharap kepada masyarakat, Kepala Desa mau pihak Camat agar bisa berpatisipasi sama-sama lah kita membahu apa bila dengan kejadian Karhutla dampaknya sangat besar buat kita semua, karena daerah kita ini merupakan banyak nya lahan gambut. apa bila kebakaran lahan sering terjadi bukan pihak BPBD saja yang terjadi himbasnya pemadaman termasuk menanggani termasuk pihak kepolisian,TNI termasuk juga masyarakat," ucapnya Edy.

Menurut Edy salah satu solusi mau langkah yang harus segera diambil dengan upaya pencegahan yang melibatkan kolaborasi antara lain pihak Desa dan Camat agar Pencegahan dan harus dilakukan dengan pendekatan terhadap sosial kamasyarakat dan sering memberikan himbauan tersebut.

" Kepada Kepala Desa mau Camat kalau kalau ada kebakaran tolong harapkan cepatnya informasi karena mesin yang ada disetiap Desa itu tidak kuat untuk memadam lahan nya karena mesin itu terlalu kecil kalau  bisa sisihkan lah sedikit anggaran untuk kepentingan kita bersama belilah mesin kebakaran itu yang agak besar seperti mesin meret Merisret honda anggarannya paling-paling 50 juta meskipun harganya nya terlalu tinggi karena itu buat kepentingan masyarakat dan buat kita semua, tapi rata-rata kepala Desa lebih engan untuk membelikan itu karena lebih penting lagi membangun jalan, tapi bagai mana pun karena daerah kita ini sangat marak dengan kebakaran sebetulnya harus juga ada untuk persiapan kita," tandasnya. 

Lanjut dia lagi, alhamdulillah diKabupten Meranti ini sudah agar kurang dan sudah termasuk titik aman dengan kebakaran lahan yang terjadi karena dari tim BPBD ini cepat-cepat melakukan pegerakan untuk melakukan pendinginan," tuturnya. (IJL)



Editor : Tis/Rls
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top