Sabtu, 20 Juni 2026

Breaking News

  • Pemkab Siak Pertahankan WTP 15 Tahun Berturut-turut, Bupati Afni beri Apresiasi Kepada Seluruh Jajaran OPD    ●   
  • 4.090 Pelamar Padati Bursa Pekanbaru Job Fair 2026, Ini Sektor yang Paling Diburu   ●   
  • Penghibahan Puluhan Hektare Lahan Eks HGU PT Eka Daya Yakin Mandiri ke Pemda Siak Dinilai Bermasalah, Tokoh Masyarakat Minta Dikembalikan untuk Rakyat.   ●   
  • Kabupaten Bengkalis Torehkan Prestasi 13 Kali Berturut-turut Raih Opini WTP   ●   
  • Satrio Mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Raih Juara II Debat Tingkat Nasional, Keluarga Besar PKN Beri Apresiasi   ●   
HUT RIau Ke-62 TAHUN 2019
Sempena HUT RIau Ke-62 Tahun 2019, Pemprov Riau Beri Penghargaan pada 12 Tokoh Pejuang Bumi Melayu
Minggu 11 Agustus 2019, 23:09 WIB
Gubernur Riau Syamsuar pada Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-62 Provinsi Riau di DPRD Riau Jumat (9/8/2019).

PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Gubernur Riau Syamsuar bersama Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution mengahadiri Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-62 Provinsi Riau di DPRD Riau Jumat (9/8/2019).

Pada momentum HUT ke-62 Riau kali ini 12 tokoh pejuang Riau yang diberi penghargaan untuk mengingat jasanya. Penghargaan tersebut diberikan langsung kepada ahli waris/keluarga masing-masing.

"Ke-12 pejuang Riau itu yang pertama ada Kapten Mansyurdin, kedua Sultan Abdul jalil, kemudian Mahmud Marzuki, Ismail Supo, Syeh Abdul Wahap Rokan, Wasmad Raj, seterusnya Lam Tarodi, Haji Ndut Ghani, Wan Idris, Raja Abdul Rahman, Haji Imron Saheman, dan Haji Tengku Said," jelas Gubernur Riau dalam sambutannya.

Selain itu Gubernur Riau Syamsuar juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada tokoh-tokoh pejuang Riau beserta ahli waris dan keluarga yang masih ada. Karena berkat jasa pejuang tersebut Riau bisa seperti sekarang ini.

"Dalam peringatan hari jadi ini, saya mengajak semua komponen untuk berbenah dan menyempurnakan kekurangan yang ada di Negri Berjuluk Bumi Melayu Lancang Kuning yaitu Provinsi Riau," tukas Syamsuar.

Provinsi Riau merupakan daerah yang potensial dan telah banyak berkontribusi dalam mendorong keberhasilan pembangunan nasional. Selain Migas, Kebudayaan Melayu sendiri juga menjadi pilar untuk menopang Kebudayaan Nnasional Indonesia, bahkan kebudayaan Dunia," jelas Syamsuar.

"Sumbangan terpenting Kebudayaan Melayu kepada Budaya Nusantara adalah bahasa Melayu yang menjadi bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia. Serta sumbangan lain kebudayaan Melayu adalah akan disidangtetapkannya Pantun sebagai Warisan Dunia di UNESCO. Selain itu ada dua warisan lain yang sedang diupayakan masuk dalam list Warisan Dunia UNESCO yaitu Istana Sultan Siak Indrapura dan Candi Muara Takus," tutup Syamsuar.HC




Editor : Tis
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top