Yusilla (2,6) Balita Janda Kurang Mampu Di Rantau Baru Terkena Penyakit Aneh
Selasa 06 Agustus 2019, 14:54 WIB
Yusilla (2,6) Balita Janda Kurang Mampu Di Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau Terkena Penyakit AnehPELALAWAN. RIAUMADANI. COM - Balita bernama Afika Maulida Yusilla (2,6) putri seorang janda kurang mampu, di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau, menderita penyakit aneh.
Pada umumnya anak seumuran dia sudah pandai duduk, berdiri dan berjalan bahkan berlaripun sudah bisa. Afika sudah berumur dua setengah tahun, tidak bisa duduk dan berdiri, tutur Yully Yetni (42) ibu kandung Afika saat ditemui di kediaman orang tuanya di Desa Rantau Baru, pada Selasa (6/8/19) sore.
Janda yang ditinggal mati oleh suaminya itu mencoba mengisahkan derita pilunya. Pada tgl 9 Maret 2017 lalu, Afika lahir di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci yang dibiayai dari Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Pelalawan. Waktu itu suaminya masih hidup, dan menemaninya saat persalinannya.
Saat itu perawat RSUD (rumah sakit umum daerah) Selasih bilang, bayinya telah minum air ketuban. Karena takut sesak nafas, disarankan oleh pihak RSUD Selasih untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Arifin Ahmad di Pekanbaru untuk menyedot air ketuban itu dengan biaya Rp 35 juta. Tapi dikarenakan tidak sanggup, kedua orang tua Afika hanya pasrah kala itu.
Hari pertama lahir, Afika terlihat lemas. Pada hari kedua, terlihat kurang bergerak dengan muka sangat pucat. Lalu di hari ketiganya tambah parah. Tiba-tiba pada pagi hari yang keempat Afika muntah. Kemungkinan muntahnya itu adalah air ketuban yang terminumnya dari dalam kandungan. Sehingga setelah muntah, baru mulai bergerak, meskipun kondisinya terlihat masih lemas, kisah Yully kepada media ini.
Dua hari setelah dibawa pulang kerumah, Afika demam. Begitu dikasih obat, sehat lagi. Setelah berumur 6 bulan, Afika terkena step atau demam tinggi. Dibawa ke bidan desa terdekat untuk berobat saat itu, demamnya langsung turun.
Tapi sebelum mengalami step itu, Afika biasa bergerak dan masih bisa tengkurap, walaupun harus dibantu untuk berbaring lagi. Setelah kena step itu, tetap bisa bergerak seperti biasa, tapi mulai saat itu tidak bisa tengkurap lagi, kisahnya lagi.
Anak semata wayang dari pasangan suami istri Yully dengan almarhum Yusril itu diketahui tidak bisa duduk, juga tidak bisa berdiri dan berjalan setelah diserang step tersebut.
Disaat umur delapan bulan, Yully bersama mendiang suaminya telah berencana membawa bayinya itu untuk di periksa di rumah sakit di Pekanbaru. Tapi diumur Afika yang masih 9 bulan, ayahnya meninggal dunia secara tiba-tiba tanpa ada sakit apapun, kisah Yully dengan mata sudah mulai berkaca-kaca.
Setelah suaminya meninggal dunia, Yully tidak bisa bekerja mencari nafkah selain hanya bisa fokus mengurus putri semata wayangnya itu. Bersama putrinya Yully tinggal dirumah bapak kandungnya bernama Mukhtar L. yang sehari-hari bekerja sebagai pencari ikan. Makan sehari-hari dengan alakadarnya, ditanggung oleh Mukhtar, yang telah menginjak usia 79 tahun, tutur Yully sambil mengelap air matanya.
Dengan berurai air mata, Yully mengatakan bahwa belum pernah mendapatkan bantuan dari manapun atas derita pilunya itu. Jangankan bantuan dari pemerintah, bantuan dari desa kepada warga yang miskin tidak pernah dia terima, ujarnya.
Ibu satu anak itu mengaku sangat tidak berdaya, terutama untuk mencari uang untuk biaya perobatan putrinya itu. Sebagai seorang ibu, sangat berharap putrinya yang seorang anak yatim itu, bisa sehat dan bermain seperti anak-anak yang lainnya, harapnya dengan sesekali mengusap air matanya.
Beberapa orang perangkat desa antara lain, Ketua RW 02 Dusun Sei Pebadaran Desa Rantau Baru Arjulis, anggota BPD Masrul, dan leader MPA (masyarakat peduli api) desa Rantau Baru Budi Albarky berharap ada dermawan yang turut prihatin atas derita Yully. Sebab dia seorang janda punya anak yang sedang menderita suatu penyakit yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Untuk kebutuhan makan sehari-hari saja, sungguh sangat memprihatinkan. Seorang kakek lanjut usia Mukhtar setiap hari banting tulang mencari ikan demi menafkahi putrinya bersama cucunya yang sedang sakit, sebut para perangkat desa tersebut. (Sona)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pelalawan |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan