Sabtu, 20 Juni 2026

Breaking News

  • Pemkab Siak Pertahankan WTP 15 Tahun Berturut-turut, Bupati Afni beri Apresiasi Kepada Seluruh Jajaran OPD    ●   
  • 4.090 Pelamar Padati Bursa Pekanbaru Job Fair 2026, Ini Sektor yang Paling Diburu   ●   
  • Penghibahan Puluhan Hektare Lahan Eks HGU PT Eka Daya Yakin Mandiri ke Pemda Siak Dinilai Bermasalah, Tokoh Masyarakat Minta Dikembalikan untuk Rakyat.   ●   
  • Kabupaten Bengkalis Torehkan Prestasi 13 Kali Berturut-turut Raih Opini WTP   ●   
  • Satrio Mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Raih Juara II Debat Tingkat Nasional, Keluarga Besar PKN Beri Apresiasi   ●   
Dampak Kabut Asap
Penderita ISPA Mulai Berjatuhan di Pekanbaru Capai 808 Kasus
Minggu 04 Agustus 2019, 22:54 WIB
Dampak Kabut Asap
Penderita ISPA Mulai Berjatuhan di Pekanbaru Capai 808 Kasus
PEKANBARU. RIAUMADANI. COM - Beberapa hari ini kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru. Sudah 808 warga terserang Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“ISPA tidak hanya terjadi karena kabut asap saja, banyak hal yang mempengaruhi seseorang terkena ISPA,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, Minggu (2/8/2019).

Amin menyebut, banyak warga yang berobat ke Puskemas karena mengalami batuk. Namun, dimasukkan dalam kategori ISPA. Ia menyebut, penderita ISPA itu belum tentu warga yang berobat akibat dampak dari asap Karhutla.

“Untuk mewaspadai terkait penyakit yang diderita masyarakat, maka kami Diskes memantau perkembangan data yang berobat ke Puskesmas terkait diagnosa penyakit setiap harinya,” jelasnya.

Ia mengimbau, masyarakat tetap waspada dan mengantisipasi berbagai macam penyakit yang dapat menyerang saat kabut asap terjadi. Misalnya seperti ISPA, Asma, iritasi mata, peyakit paru kronik hingga penyakit jantung.

"Jadi masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengantisipasi semua penyakit, akibat dampak dari kabut asap," tambahnya.

Amin juga meminta Puskesmas untuk menyediakan ruangan khusus bagi pasien ISPA. Fasilitas itu agar akses layanan kesehatan dapat dilakukan dengan cepat.

“Paling rentan itu anak-anak, ibu hamil dan juga lansia. Maka, kami minta sediakan ruangan khusus,” jelasnya.

Ia juga berharap kejadian pada 2015 lalu tidak lagi terulang. Pasalnya, saat itu kondisi udara di Pekanbaru sampai pada level berbahaya bagi masyarakat.

“Maka dari itu, kami selalu berupaya untuk mengantisipasi meningkatnya *Rls/hc




Editor : Tis
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top