Bappeda Meranti Gelar FGD, Gesa Percepatan Peningkatan Ekonomi Daerah
Rabu 17 Juli 2019, 16:07 WIB
Bappeda Meranti Gelar FGD, Gesa Percepatan Peningkatan Ekonomi Daerah kegiatan dalam rangka menyalurkan pemikiran bernas untuk mencari solusi dan rekomedasi percepatan peningkatan kemajuan Meranti
SELATPANJANG. RIAUMADANI. COM - Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim memimpin Focus Group Discussion Percepatan Peningkatan Ekonomi Meranti Tahun 2019, kegiatan dalam rangka menyalurkan pemikiran bernas untuk mencari solusi dan rekomedasi percepatan peningkatan kemajuan Meranti itu, dipusatkan di Aula Bappeda Meranti, Rabu (17/7/2019).
Turut hadir dalam kegaitan ini, Kepala Dinas Perikanan Meranti H. Anwar Zainal, Kepala Dinas Perkebunan T. Effendi, Sekretaris Bappeda Meranti Agusyanto M.Si, Kabag Humas Hery Putra SH, Kabag Hukum Sekda Meranti Sudandri SH, Kabag Ekonomi Sekda Meranti Afifuddin, Kabag Adpem Sekda Padli, Sekretaris Dinas Perindag Meranti Rudi S.Ag MH, Prof. Dr. M. Bintoro, Prof. Azharuddin, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Ir. Jaka Insita, Perwakilan Dinas PU, dan lainnya.
Seperti disampaikan Kepala Bappeda Meranti yang diwakili Sekretaris Bappeda Agusyanto M.Si, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antar lembaga teknis dilingkungan Pemkab. Meranti sehingga tercipta persepsi yang sama dalam hal pelaksanaan program peningkatan perekonomian di Kep. Meranti.
Menyikapi kegiatan itu, Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim, menegaskan kegiatan ini sangat penting dalam rangka menghimpun pemikiran bernas dari para tokoh yang nantinya akan menghasilkan rekomendasi yang menjadi dasar bagi OPD sesuai tugas dan fungsinya untuk menjalankan program strategis.
"Semoga kegiatan ini mamou menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi bagi Bapppeda untuk menyusun rencana pembangunan yang diiplementasikan oleh OPD terkait dalam uoaya mendorong percepatan ekonomi di Meranti," harap Wabup.
Dijelaskan Wabup, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkolerasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dibutuhkan potensi sumber daya alam namun sumber daya alam tanpa didukung oleh manusia yang berpengetahuan dan berkualitas tidak akan ada gunanya.
Dicontohkan Wabup, seperti yang terjadi saat ini pada potensi perkebunan Kelapa Meranti, yang dihargai sangat murah karena masyarakat tidak mampu mengolahnya, padahal mulai dari buah, sabut, batok hingga daun kelapa jika diolah memiliki nilai ekonomi. Begitu juga Sagu, Hasil Perikanan dan lainnya.
Menurut Wabup, Meranti memilki potensi yang cukup besar khususnya Sumber Daya Alam tapi tidak bisa dimanfaatkan artinya Meranti tidak bisa memanfaatkan sumber dayanya karena kurang pengetahuan untuk itu peningkatan SDM merupajan faktor penentu keberhasilan pembangunan disuatu daerah.
"intinya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dulu, sebab kualitas SDM menjadi indikator dari keberhasilan pembangunan," tegasnya.
Selanjutnya Wabup meminta kepada OPD terkait tidak terus menjalankan program yang gagal tanpa mengevaluasi penyebab kegagalan itu dan mendapatkan solusi untuk mengatasinya.
OPD harus dapat mengevaluasi kegagalan dari program yang dilaksanakan sehingga kedepan tidak terjadi lagi. Caranya dengan mencari pokok persoalan yang harus dituntaskan. Misal masalah gagal panen. Wabup menyerankan agar OPD mencari tahu penyebabnya dulu sebelum program kembali dilaksanakan.
"Misal gagal panen, apa yang kurang dan harus dilakukan jangan sampai tiap tahun terus berulang tanpa ada perubahan," jelasnya.
Dan untuk suksesnya perencanaan pembangunan untuk kesekian kalinya Wabup menekankan peran aktif dari Bappeda sebagai ujung tombak perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya Bappeda jangan lagi berperan sebagai penampung perencanaan dari OPD tapi kembali pada fungsinya yakni sebagai perencana yang diaplikasikan melalui program ditiap OPD.
"Bappeda bukan tukang kumpul program OPD, tapi yang merencanakan pembangunan, OPD sebagai pihak pelaksana teknis," pungkasnya.
Mengakhiri sambutannya, Wabup berharap kegiatan ini dapat melahirkan rekomendasi yang bernas untuk ditindaklanjuti dalam upaya percepatan peningkatan ekonomi Meranti.
"Kegiatan ini jangan sampai hanya melahirkan rekomendasi tanpa tindak lanjut dan aksi nyata dari Bappeda yang diimplementasikan oleh OPD terkait," ucapnya mengakhiri.
Sekedar informasi, seperti dipaparkan Prof. Azharuddin, tingkat kemiskinan Meranti jauh menurun dari 43 Persen sejak awal berdiri menjadi 27.79 Persen. Meski jauh menurun dan berhasil memperkecil Gep, namun angka itu masih menjadi yang terbesar di Riau.
Penyebabnya adalah rendahnya harapan hidup, rendahnya pendapatan perkapita dan lama sekolah yang menjadi penentu nilai IPM.
Dalam diskusi itu dipaparkan Azharuddin berbagai hal terkait upaya peningkatan ekonomi Meranti melalui arah kebijakan yang harus dilakukan dalam menggesa peningkatan ekonomi Meranti.
Arah kebijakan itu Pertama penanggulangan kemiskinan, Kedua meningkatkan program perlindungan sosial, Ketiga peningkatan akses rumah tangga pada pelayanan dasar, Keemoat pemberdayaan masyarakat, Kelima pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif.
Lebih jauh dijelaskan Azharuddin, penyebab turunya ekonomi di Meranti disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya turunnya harga produksi perkebunan misalnya Kelapa, Karet dan lainnya. Hal ini menyebabkan petani menjadi malas yang berdampak pada turunya kekuatan ekonomi keluarga.
"Jadi yang harus dilakukan oleh Pemerintah adalah bagaina cara agar harga komoditi tetap stabil sehingga para petani tetap bersemangat," ujarnya.
Penyebab selanjutnya adalah, kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola potensi yang SDA yang ada, yang ditandai dengan banyaknya potensi yang terbuang seperti dicontohkan oleh Wakil Bupati diawal sambutannya.
Solusinya menurut Azharruddin, diperlukan pelatihan dan pendidikan kepada masyarakat yang didukung dengan teknologi tepat guna seperti pembangunan Industri hilir.
"Sebab potensi SDA saja tidak cukup tanpa didukung oleh potensi SDM yang berkualitas agar seluruh potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal," pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Bintoro yang memaparkan cara peningkatan ekonomi Meranti dengan memanfaatkan potensi perkebunan khususnya Sagu yang diolah menjadi berbagai komoditi yang mampu mendongkrak ekonomi masyarakat yang otomatis meningkatkan ekonomi Meranti secara keseluruhan.
Dalam kegiatan itu tampak terjadi tanya jawab antara peserta dan pembicara tentang berbagai hal yang harus dilakukan dalam upaya peningkatan ekonomi Meranti. Semua pemikiran bernas dicatat dan disimpulkan oleh Bappeda Meranti sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun rencana pembangunan daerah kedepan. (Rls/Hms)
Turut hadir dalam kegaitan ini, Kepala Dinas Perikanan Meranti H. Anwar Zainal, Kepala Dinas Perkebunan T. Effendi, Sekretaris Bappeda Meranti Agusyanto M.Si, Kabag Humas Hery Putra SH, Kabag Hukum Sekda Meranti Sudandri SH, Kabag Ekonomi Sekda Meranti Afifuddin, Kabag Adpem Sekda Padli, Sekretaris Dinas Perindag Meranti Rudi S.Ag MH, Prof. Dr. M. Bintoro, Prof. Azharuddin, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Ir. Jaka Insita, Perwakilan Dinas PU, dan lainnya.
Seperti disampaikan Kepala Bappeda Meranti yang diwakili Sekretaris Bappeda Agusyanto M.Si, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antar lembaga teknis dilingkungan Pemkab. Meranti sehingga tercipta persepsi yang sama dalam hal pelaksanaan program peningkatan perekonomian di Kep. Meranti.
Menyikapi kegiatan itu, Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim, menegaskan kegiatan ini sangat penting dalam rangka menghimpun pemikiran bernas dari para tokoh yang nantinya akan menghasilkan rekomendasi yang menjadi dasar bagi OPD sesuai tugas dan fungsinya untuk menjalankan program strategis.
"Semoga kegiatan ini mamou menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi bagi Bapppeda untuk menyusun rencana pembangunan yang diiplementasikan oleh OPD terkait dalam uoaya mendorong percepatan ekonomi di Meranti," harap Wabup.
Dijelaskan Wabup, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkolerasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dibutuhkan potensi sumber daya alam namun sumber daya alam tanpa didukung oleh manusia yang berpengetahuan dan berkualitas tidak akan ada gunanya.
Dicontohkan Wabup, seperti yang terjadi saat ini pada potensi perkebunan Kelapa Meranti, yang dihargai sangat murah karena masyarakat tidak mampu mengolahnya, padahal mulai dari buah, sabut, batok hingga daun kelapa jika diolah memiliki nilai ekonomi. Begitu juga Sagu, Hasil Perikanan dan lainnya.
Menurut Wabup, Meranti memilki potensi yang cukup besar khususnya Sumber Daya Alam tapi tidak bisa dimanfaatkan artinya Meranti tidak bisa memanfaatkan sumber dayanya karena kurang pengetahuan untuk itu peningkatan SDM merupajan faktor penentu keberhasilan pembangunan disuatu daerah.
"intinya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dulu, sebab kualitas SDM menjadi indikator dari keberhasilan pembangunan," tegasnya.
Selanjutnya Wabup meminta kepada OPD terkait tidak terus menjalankan program yang gagal tanpa mengevaluasi penyebab kegagalan itu dan mendapatkan solusi untuk mengatasinya.
OPD harus dapat mengevaluasi kegagalan dari program yang dilaksanakan sehingga kedepan tidak terjadi lagi. Caranya dengan mencari pokok persoalan yang harus dituntaskan. Misal masalah gagal panen. Wabup menyerankan agar OPD mencari tahu penyebabnya dulu sebelum program kembali dilaksanakan.
"Misal gagal panen, apa yang kurang dan harus dilakukan jangan sampai tiap tahun terus berulang tanpa ada perubahan," jelasnya.
Dan untuk suksesnya perencanaan pembangunan untuk kesekian kalinya Wabup menekankan peran aktif dari Bappeda sebagai ujung tombak perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya Bappeda jangan lagi berperan sebagai penampung perencanaan dari OPD tapi kembali pada fungsinya yakni sebagai perencana yang diaplikasikan melalui program ditiap OPD.
"Bappeda bukan tukang kumpul program OPD, tapi yang merencanakan pembangunan, OPD sebagai pihak pelaksana teknis," pungkasnya.
Mengakhiri sambutannya, Wabup berharap kegiatan ini dapat melahirkan rekomendasi yang bernas untuk ditindaklanjuti dalam upaya percepatan peningkatan ekonomi Meranti.
"Kegiatan ini jangan sampai hanya melahirkan rekomendasi tanpa tindak lanjut dan aksi nyata dari Bappeda yang diimplementasikan oleh OPD terkait," ucapnya mengakhiri.
Sekedar informasi, seperti dipaparkan Prof. Azharuddin, tingkat kemiskinan Meranti jauh menurun dari 43 Persen sejak awal berdiri menjadi 27.79 Persen. Meski jauh menurun dan berhasil memperkecil Gep, namun angka itu masih menjadi yang terbesar di Riau.
Penyebabnya adalah rendahnya harapan hidup, rendahnya pendapatan perkapita dan lama sekolah yang menjadi penentu nilai IPM.
Dalam diskusi itu dipaparkan Azharuddin berbagai hal terkait upaya peningkatan ekonomi Meranti melalui arah kebijakan yang harus dilakukan dalam menggesa peningkatan ekonomi Meranti.
Arah kebijakan itu Pertama penanggulangan kemiskinan, Kedua meningkatkan program perlindungan sosial, Ketiga peningkatan akses rumah tangga pada pelayanan dasar, Keemoat pemberdayaan masyarakat, Kelima pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif.
Lebih jauh dijelaskan Azharuddin, penyebab turunya ekonomi di Meranti disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya turunnya harga produksi perkebunan misalnya Kelapa, Karet dan lainnya. Hal ini menyebabkan petani menjadi malas yang berdampak pada turunya kekuatan ekonomi keluarga.
"Jadi yang harus dilakukan oleh Pemerintah adalah bagaina cara agar harga komoditi tetap stabil sehingga para petani tetap bersemangat," ujarnya.
Penyebab selanjutnya adalah, kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola potensi yang SDA yang ada, yang ditandai dengan banyaknya potensi yang terbuang seperti dicontohkan oleh Wakil Bupati diawal sambutannya.
Solusinya menurut Azharruddin, diperlukan pelatihan dan pendidikan kepada masyarakat yang didukung dengan teknologi tepat guna seperti pembangunan Industri hilir.
"Sebab potensi SDA saja tidak cukup tanpa didukung oleh potensi SDM yang berkualitas agar seluruh potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal," pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Bintoro yang memaparkan cara peningkatan ekonomi Meranti dengan memanfaatkan potensi perkebunan khususnya Sagu yang diolah menjadi berbagai komoditi yang mampu mendongkrak ekonomi masyarakat yang otomatis meningkatkan ekonomi Meranti secara keseluruhan.
Dalam kegiatan itu tampak terjadi tanya jawab antara peserta dan pembicara tentang berbagai hal yang harus dilakukan dalam upaya peningkatan ekonomi Meranti. Semua pemikiran bernas dicatat dan disimpulkan oleh Bappeda Meranti sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun rencana pembangunan daerah kedepan. (Rls/Hms)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Meranti |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham