PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau  mengkritik kinerja Pemerintah " />
Kamis, 6 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
REALISASI APBD RIAU 2019
Dewan Kritik Pemerintah Provinsi Riau Dinilai Tak Serius Jalankan APBD 2019
Senin 20 Mei 2019, 12:13 WIB
REALISASI APBD RIAU 2019
Dewan Kritik Pemerintah Provinsi Riau Dinilai Tak Serius Jalankan APBD 2019
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau  mengkritik kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau Sebab, serapan anggaran yang masih dibawah 20 persen dinilai tidak rasional. Padahal saat ini sudah memasuki semester kedua 2019. Hal dikhawatirkan berdampak terhadap lambatnya perputaran ekonomi. Termasuk juga keterlambatan pembangunan yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Riau Asri Auzar kepada Riau Pos, Ahad (19/5). Dia meminta agar pemerintah bersungguh-sungguh menjalankan program kerja yang telah disepakati bersama.

‘’Kalau pada hari ini belum ada pembangunan, bulan 5 sekarang baru diadakan lelang. Ya kami khawatir takut tidak terkejar apa yang kita rencanakan. Salah satu contoh pemeliharaan jalan yang hampir secara menyeluruh hancur. Kalau tidak digesa akan berdampak buruk bagi ekonomi Riau ke depan,” sebut Asri.

Ia memaparkan, APBD Riau pada 2019 berjumlah hampir Rp10 triliun. Hampir separuhnya dianggarkan untuk kegiatan pembangunan infrastruktur, gedung sekolah, sarana kesehatan dan pembangunan bidang ekonomi. Jika itu semua tidak berjalan, maka dampak langsung akan dirasakan masyarakat. Komisi IV, dikatakan dia baru-baru ini telah memanggil beberapa OPD terkait. Namun hasilnya juga tidak sesuai harapan.

‘’Kemarin sudah kami panggil melalui Komisi IV. Katakanah PUPR, Biro Administrasi Pembangunan. Kata mereka seluruh proyek belum ada yang di kerjakan. Baru sebatas pemenang tender. Masih ada masa sanggahan dan membuat kontrak. Makanya, kami minta sampai hari ini Pemprov agar bisa menggenjot kinerja OPD-nya. Lakukan evaluasi. Jangan diam saja,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Riau Ahmad Hijazi menyampaikan realisasi APBD baru mencapai 16,97 persen atau setara dengan Rp1.557.739.359.493. Dengan rincian untuk belanja tidak langsung sebesar 10,60 persen dan belanja langsung sebesar 6,37 persen. Capaian tersebut menurut sejumlah kalangan termasuk DPRD sangat rendah. Mengingat saat ini sudah memasuki semester kedua. Banyak yang khawatir, lemahnya kinerja Pemprov berdampak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat.(Rp)




Editor : Tis
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top