Sabtu, 20 Juni 2026

Breaking News

  • Pemkab Siak Pertahankan WTP 15 Tahun Berturut-turut, Bupati Afni beri Apresiasi Kepada Seluruh Jajaran OPD    ●   
  • 4.090 Pelamar Padati Bursa Pekanbaru Job Fair 2026, Ini Sektor yang Paling Diburu   ●   
  • Penghibahan Puluhan Hektare Lahan Eks HGU PT Eka Daya Yakin Mandiri ke Pemda Siak Dinilai Bermasalah, Tokoh Masyarakat Minta Dikembalikan untuk Rakyat.   ●   
  • Kabupaten Bengkalis Torehkan Prestasi 13 Kali Berturut-turut Raih Opini WTP   ●   
  • Satrio Mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Raih Juara II Debat Tingkat Nasional, Keluarga Besar PKN Beri Apresiasi   ●   
PEMILU 2019
Bawaslu Kota Pekanbaru Libatkan Mahasiswa Awasi Pelanggaran Pemilu
Rabu 03 April 2019, 22:49 WIB
PEMILU 2019
Bawaslu Kota Pekanbaru Libatkan Mahasiswa Awasi Pelanggaran Pemilu
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Pekanbaru menyatakan bahwa pengawasan pemilu merupakan hal yang harus terlaksana di pemilu.

Pengawasan itu sendiri tidak bisa sepenuhnya dibebankan ke Bawaslu, perlu ada kerjasama dengan banyak pihak.

Untuk itu Bawaslu perlu melakukan program pengawasan partisipatif agar pengawasan dapat lebih maksimal.

Pada Rabu (3/4/2019), Bawaslu Pekanbaru mengadakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif bagi Masyarakat Kota Pekanbaru. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan perwakilan mahasiswa aktivis kampus di Pekanbaru. Kegiatan ini dilaksanakan di Grand Elite Hotel Pekanbaru.

Anggota Bawaslu Kota Pekanbaru, Yasrif Yakub Tambusai, pada kegiatan tersebut memaparkan mengenai urgensi pengawasan dalam pelaksanaan pemilu. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pemilu berjalan dengan baik.

Selain itu Yasrif juga menyampaikan sejarah pengawasan pemilu sejak orde baru hingga saat ini. Termasuk juga tupoksi Bawaslu yakni dari pencegahan, pengawasan, dan penindakan.

"Pemilu memiliki kerawanan-kerawanan yang bisa mengganggu jalannya pemilu. Untuk itu perlu ada yang mengawasi," kata Yasrif.

Beberapa kerawanan yang muncul di antaranya yakni munculnya praktik money politik, hilangnya hak pilih, manipulasi suara, hilangnya kepercayaan dan sebagainya. Untuk itu, Bawaslu mengajak agar masyarakat khusunya mahasiswa bisa ikut serta aktif melakukan pengawasan.

"Ini agenda moral kita bersama. Mahasiswa harus jadi pelopor untuk melenyapkan politik uang sudah membudaya. Caranya dengan menciptakan budaya baru yang bersih," kata Yasrif. (Tis/mcr)




Editor : Tis
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top