Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
DUGAAN PENIPUAN
Oknum Guru Diduga Tipu Warga Jutaan Rupiah, Janjikan Korban Pegawai Honorer
Jumat 01 Maret 2019, 22:49 WIB
JARUDIN

PELALAWAN. RIAUMADANI. com - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengabdi sebagai tenaga guru di SDN 017 Pangkalan Kuras bernama Jarudin, diduga menipu warga dengan operandi iming-iming dijadikan pegawai honorer.

Korban yang merupakan warga Desa Teluk Beringin itu, dimintai sejumlah uang dengan menjanjikan jadi pegawai honor. Karena tergiur iming-iming Jarudin, korbanpun bernama Mini Helda menyerahkan sejumlah uang, dengan harapan segera jadi pegawai honorer seperti yang telah dijanjikan.

Awalnya korban tidak menyadari kalau sudah terperdaya oleh ulah Jarudin. Setelah menunggu beberapa lama, korbanpun menagih janji Jarudin, namun tidak kunjung ditepati. Sehingga akhirnya korban melaporkan masalah itu kepada wartawan media ini.

Kepala SD Negeri 017 Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau Hj Nahela S.Pd mengeku bahwa itu urusan pribadi oknum guru itu. Tidak ada hubungan dengan sekolah, ucapnya seraya memohon jangan sampai terbawa-bawa nama sekolahnya dalam masalah pribadi oknum guru itu saat dijumpai diruang kerjanya Jumat (01/3/19).

Dikatakannya, korban itu sudah pernah mendatangi sekolahnya atas ulah Jarudin itu. Waktu itu Jarudin sudah saya suruh untuk mengembalikan uang korban, sekaligus telah membuat perjanjian tertulis untuk menyelesaikan. Sehingga Nahela menganggap masalah itu sudah selesai, sebab kejadiannya sejak tahun 2017 lalu, ucapnya.

Sedangkan Jarudin sendiri mengekui telah menerima uang kepada Mini. Alasannya korban meminta tolong carikan kerjaan untuk dia. Sebab ada beberapa orang yang sudah pernah minta tolong sama saya dan kebetulan lolos masuk honor komite.

Maka waktu itu Mini minta tolong kepada saya untuk carikan kerja sebagai honorer, mana tahu dapat. Sehingga saya dikasih sejumlah uang sebagai uang jajan, dan saya anggap itu pinjaman. Tapi kalau tidak lolos dapat kerjaan, dia minta dikembalikan uangnya. 

Beberapa waktu lalu, Mini bersama orang tuanya datang ke sekolah ini. Saat itu kami buat perjanjian bahwa uangnya itu saya kembalikan, dan sebagian telah saya kembalikan. Sehingga utang saya tinggal sebesar Rp 3,5 juta lagi. Sisanya itu akan dilunasi setelah pinjaman saya dari Bank sudah keluar, ucapnya. (Sona)



Editor : Tis
Kategori : Pelalawan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top