KARHUTLA
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar: Bupati dan Walikota sebagai ujung tombak harus segera mendirikan posko
darurat, sehingga kita semua bisa siap di lapangan untuk bekerja," kata
Syamsuar, Selasa (26/2/2019)
Gubernur Riau Syamsuar Instruksikan Seluruh Bupati/Walikota Segera Dirikan Posko Karhutla
Rabu 27 Februari 2019, 05:49 WIB
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar: Bupati dan Walikota sebagai ujung tombak harus segera mendirikan posko
darurat, sehingga kita semua bisa siap di lapangan untuk bekerja," kata
Syamsuar, Selasa (26/2/2019)
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengintruksikan seluruh bupati dan walikota untuk segera mendirikan posko siaga darurat bencana. Agar penanganan kebakaran lahan bisa cepat ditangani dan jika ada warga yang butuh pertolongan bisa langsung ditangani.
"Bupati dan Walikota sebagai ujung tombak harus segera mendirikan posko darurat, sehingga kita semua bisa siap di lapangan untuk bekerja," kata Syamsuar, Selasa (26/2/2019)
Selain kepada walikota dan bupati, Syamsuar juga berharap kepada pihak swasta agar bisa bersinergi dengan pemerintah dan satgas Karhutla, baik dari kepolisian, TNI, Polri dan Manggala Agni untuk sama-sama mencegah serta iktu memadamkan api di wilayah kerjanya masing-masing.
"Pihak swasta yang mungkin memiliki transportasi dan alat pemadam kebakaran, juga kami harapkan bantuanya," kata Syamsuar.
Sebab, sambung Syamsuar, untuk mengatasi kebakaran lahan, dibutuhkan sinergisitas dan keterlibatan semua pihak. Apalagi saat ini cuaca di Riau masuk musim kering sehingga cukup berpotensi terjadi kebakaran lahan.
"Sekarang ini musim kering, terjadi beberapa daerah yang mengalami Karhutla. Harapan kita ini jadi perhatian bersama," harap Syamsuar.
Syamsuar mengungkapkan, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, saat ini menjadi daerah yang diluar prediksi. Sebab, jika kebakaran lahan terjadi begitu singkat bisa dipadamkan.
"Rupat tahun ini banyak terjadi kebakaran, dan ini diluar prediksi. Ada 100 anggota yang dikerahkan dan 2 helikopter untuk memadamkan disana," ujarnya.
Syamsuar juga akan turun ke 12 Kabupaten Kota di Provinsi Riau untuk melakukan pengawasan terhadap kebakaran hutan dan lahan di Riau.
"Saya juga akan turun ke 12 kabupaten/kota untuk mengajak bupati/walikota agar posko siaga darurat bencana segera didirikan di semua daerah. Sehinga jika ada kebakaran bisa langsung ditangani," kata Syamsuar.
Tidak hanya itu, Pemprov Riau juga segera mengirimkan bantuan obat-obatan dan masker ke sejumlah titik yang saat ini dilanda kebakaran lahan.
Syamsuar sudah memerintahkan Sekdaprov Riau untuk segera memanggil dinas kesehatan dan segera mengirimkan bantuan ke daerah yang terdampak kabut asap akibat kebaran hutan dan lahan.
"Saya sudah sampaikan ke pak sekda agar ini segera diberikan bantuan," ujar Syamsuar.
Pasca dilantik menjadi Gubenur Riau, Syamsuar langsung turun ke sejumlah lokasi kebakaran, di Dumai, dan Bengkalis. Bahkan Sabtu akhir pekan kemarin, Wagubri Edy Nasution ikut ke lokasi kebakaran di rupat mendampingi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Upaya cepat yang dilakulan Pemprov Riau lainnya agar Karhutla cepat padam, Syamsuar menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi sama Dan Lanut menyebar garam di beberapa titik dan BNPB juga ikut membantu. Mudah-mudahan hujan turun dan api bisa dipadamkan.
BMKG Stasiun Pekanbaru memperkirakan bulan Mei mendatang, cuaca di Riau akan masuk musim kemarau. Kondisi ini akan berlangsung cukup lama. Pihaknya memprediksi musim kemarau di Riau berlangsung hingga pertengan atau akhir Oktober 2019.
"Sekarang sudah mulai memasuki musim kemarau untuk tahap pertama. Nanti pertengan Maret dan April itu ada potensi hujan lagi. Kemudian masuk Mei sampai akhir oktober musim kemarau," kata Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru.
Saat ini kondisi curah hujan di Riau mulai minim. Terutama di wilayah Riau bagian utara dan pesisir. Seperti wilayah Rohil, Dumai, Bengkalis dan Meranti.
"Hasil pantuan kita bahkan sejak Januari lalu, untuk wilayah Riau bagian utara dan pesisir timur cukup minim sekali curah hujannya, bahkan hampir tidak ada," ujarnya.
Sedangkan untuk wilayah Riau, bagian barat dan selatan berpotensi masih ada curah hujan. Meskipun menurut prediksi BMKG curah hujan di wilayah ini intensitasnya ringan sampai sedang.
"Ya, untuk hujan hanya dibagian barat dan selatan, itu hujanya juga turun intensitas ringan sampai sedang dan tidak merata," sebutnya.
BMKG Stasiun Pekanbaru memprediksi, sebagian besar wilayah di Riau akan minim curah hujanya, atau bahkan tidak akan ada hujan mulai bulan Mei. Sedangkan pada bulan Juni seluruh wilayah di Riau sudah masuk kemarau.
"Perkiraan kami kemarau di Riau bisa sampai pertengahan sampai akhir oktober. Kami berharap BPBD Riau dan Kabupaten terus memantau informasi dari kami sehingga bisa dilakukan antisipasi sejak dini," katanya. (Tis/mcr)
"Bupati dan Walikota sebagai ujung tombak harus segera mendirikan posko darurat, sehingga kita semua bisa siap di lapangan untuk bekerja," kata Syamsuar, Selasa (26/2/2019)
Selain kepada walikota dan bupati, Syamsuar juga berharap kepada pihak swasta agar bisa bersinergi dengan pemerintah dan satgas Karhutla, baik dari kepolisian, TNI, Polri dan Manggala Agni untuk sama-sama mencegah serta iktu memadamkan api di wilayah kerjanya masing-masing.
"Pihak swasta yang mungkin memiliki transportasi dan alat pemadam kebakaran, juga kami harapkan bantuanya," kata Syamsuar.
Sebab, sambung Syamsuar, untuk mengatasi kebakaran lahan, dibutuhkan sinergisitas dan keterlibatan semua pihak. Apalagi saat ini cuaca di Riau masuk musim kering sehingga cukup berpotensi terjadi kebakaran lahan.
"Sekarang ini musim kering, terjadi beberapa daerah yang mengalami Karhutla. Harapan kita ini jadi perhatian bersama," harap Syamsuar.
Syamsuar mengungkapkan, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, saat ini menjadi daerah yang diluar prediksi. Sebab, jika kebakaran lahan terjadi begitu singkat bisa dipadamkan.
"Rupat tahun ini banyak terjadi kebakaran, dan ini diluar prediksi. Ada 100 anggota yang dikerahkan dan 2 helikopter untuk memadamkan disana," ujarnya.
Syamsuar juga akan turun ke 12 Kabupaten Kota di Provinsi Riau untuk melakukan pengawasan terhadap kebakaran hutan dan lahan di Riau.
"Saya juga akan turun ke 12 kabupaten/kota untuk mengajak bupati/walikota agar posko siaga darurat bencana segera didirikan di semua daerah. Sehinga jika ada kebakaran bisa langsung ditangani," kata Syamsuar.
Tidak hanya itu, Pemprov Riau juga segera mengirimkan bantuan obat-obatan dan masker ke sejumlah titik yang saat ini dilanda kebakaran lahan.
Syamsuar sudah memerintahkan Sekdaprov Riau untuk segera memanggil dinas kesehatan dan segera mengirimkan bantuan ke daerah yang terdampak kabut asap akibat kebaran hutan dan lahan.
"Saya sudah sampaikan ke pak sekda agar ini segera diberikan bantuan," ujar Syamsuar.
Pasca dilantik menjadi Gubenur Riau, Syamsuar langsung turun ke sejumlah lokasi kebakaran, di Dumai, dan Bengkalis. Bahkan Sabtu akhir pekan kemarin, Wagubri Edy Nasution ikut ke lokasi kebakaran di rupat mendampingi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Upaya cepat yang dilakulan Pemprov Riau lainnya agar Karhutla cepat padam, Syamsuar menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi sama Dan Lanut menyebar garam di beberapa titik dan BNPB juga ikut membantu. Mudah-mudahan hujan turun dan api bisa dipadamkan.
BMKG Stasiun Pekanbaru memperkirakan bulan Mei mendatang, cuaca di Riau akan masuk musim kemarau. Kondisi ini akan berlangsung cukup lama. Pihaknya memprediksi musim kemarau di Riau berlangsung hingga pertengan atau akhir Oktober 2019.
"Sekarang sudah mulai memasuki musim kemarau untuk tahap pertama. Nanti pertengan Maret dan April itu ada potensi hujan lagi. Kemudian masuk Mei sampai akhir oktober musim kemarau," kata Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru.
Saat ini kondisi curah hujan di Riau mulai minim. Terutama di wilayah Riau bagian utara dan pesisir. Seperti wilayah Rohil, Dumai, Bengkalis dan Meranti.
"Hasil pantuan kita bahkan sejak Januari lalu, untuk wilayah Riau bagian utara dan pesisir timur cukup minim sekali curah hujannya, bahkan hampir tidak ada," ujarnya.
Sedangkan untuk wilayah Riau, bagian barat dan selatan berpotensi masih ada curah hujan. Meskipun menurut prediksi BMKG curah hujan di wilayah ini intensitasnya ringan sampai sedang.
"Ya, untuk hujan hanya dibagian barat dan selatan, itu hujanya juga turun intensitas ringan sampai sedang dan tidak merata," sebutnya.
BMKG Stasiun Pekanbaru memprediksi, sebagian besar wilayah di Riau akan minim curah hujanya, atau bahkan tidak akan ada hujan mulai bulan Mei. Sedangkan pada bulan Juni seluruh wilayah di Riau sudah masuk kemarau.
"Perkiraan kami kemarau di Riau bisa sampai pertengahan sampai akhir oktober. Kami berharap BPBD Riau dan Kabupaten terus memantau informasi dari kami sehingga bisa dilakukan antisipasi sejak dini," katanya. (Tis/mcr)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan