Peresmian Jembatan Siak IV
Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim didampingi istri memotong pita tanda
diresmikannya Jembatan Siak IV yang diberi nama Sultan Abdul Jalil
Alamuddin Syah meskipun di tengah hujan deras disertai angin kencang,
Kamis (14/2/2019).
Jembatan Marhum Bukit Siak IV Diresmikan Gubernur Riau di Tengah Hujan Deras
Kamis 14 Februari 2019, 05:58 WIB
Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim didampingi istri memotong pita tanda
diresmikannya Jembatan Siak IV yang diberi nama Sultan Abdul Jalil
Alamuddin Syah meskipun di tengah hujan deras disertai angin kencang,
Kamis (14/2/2019).
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim didampingi istri memotong pita tanda diresmikannya Jembatan Siak IV yang diberi nama Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah meskipun di tengah hujan deras disertai angin kencang, Kamis (14/2/2019).
Semula, agenda peresmian disusun dengan berbagai kata sambutan. Namun, cuaca tak bersahabat di Kota Pekanbaru.
Akhirnya diputuskan, peresmian dipersingkat. Tiga plakat ditandatangani Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim ditengah guyuran hujan.
Tiga plakat ini yaitu Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Siak IV), Jembatan Layang (Flyover) Jalan Soekarno Hatta-Tuanku Tambusai, dan Jembatan Layang Jalan Soekarno Hatta-HR Soebrantas.
Dalam sambutannya, Gubernur Riau Wan Thamrim Hasyim mengungkapkan, pembangunan Jembatan Siak IV ini atas inisiatif Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Saat itu, Firdaus menjabat kepala seksi di zaman Gubenur Riau Rusli Zainal.
"Pemberian nama Jembatan Siak IV ini berdasarkan keputusan bersama dari seluruh unsur adat dan tokoh masyarakat," ungkapnya.
Peresmian Jembatan Siak IV dan dua jembatan layang merupakan program strategis dalam mengatur arus lalu lintas di Kota Pekanbaru. Pembanguan tiga proyek prioritas ini untuk menjawab tantangan pembangunan di Kota Pekanbaru.
Pembangunan jembatan ini dimulai pada 2009. Pembangunan Jembatan Siak IV diselesaikan pada 2019. Jembatan ini menjadi kebanggaan warga Kota Pekanbaru.

Akhirnya diputuskan, peresmian dipersingkat. Tiga plakat ditandatangani Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim ditengah guyuran hujan.
Tiga plakat ini yaitu Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Siak IV), Jembatan Layang (Flyover) Jalan Soekarno Hatta-Tuanku Tambusai, dan Jembatan Layang Jalan Soekarno Hatta-HR Soebrantas.
Dalam sambutannya, Gubernur Riau Wan Thamrim Hasyim mengungkapkan, pembangunan Jembatan Siak IV ini atas inisiatif Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Saat itu, Firdaus menjabat kepala seksi di zaman Gubenur Riau Rusli Zainal.
"Pemberian nama Jembatan Siak IV ini berdasarkan keputusan bersama dari seluruh unsur adat dan tokoh masyarakat," ungkapnya.
Peresmian Jembatan Siak IV dan dua jembatan layang merupakan program strategis dalam mengatur arus lalu lintas di Kota Pekanbaru. Pembanguan tiga proyek prioritas ini untuk menjawab tantangan pembangunan di Kota Pekanbaru.
Pembangunan jembatan ini dimulai pada 2009. Pembangunan Jembatan Siak IV diselesaikan pada 2019. Jembatan ini menjadi kebanggaan warga Kota Pekanbaru.
"Kami masih menunggu sertifikat Jembagan Siak IV ini dari Kementerian PUPR. Walaupun secara lisan dalam rapat di Jakarta kemarin, (kelayakan) jembatan ini sudah diakui," ungkap Wan Thamrin.
Jika dilihat kebelakang proses pembangunan jembatan yang nebghabiskan dana Rp. 440 miliar memakan waktu waktu yang cukup lpanjang yaitu 10 tahun. Pembangunan sudah dimulai tahun2009 semasa kepemimpinan Gubernur H. Rusli Zainal
Semenatra itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto mengatakan, bahwa pembangunan Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Bukit) ini bertujuan untuk menyeimbangkan pembangunan Kota Pekanbaru dengan Pekanbaru wilayah utara.
"Di mana kedua wilayah tersebut dibatasi oleh Sungai Siak atau sejatinya dulu bernama Sungai Jantan. Makanya, jembatan ini diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit. Yang mana, beliau adalah pendiri Kota Pekanbaru tahun 1766-1782," kata Dadang di Pekanbaru, Kamis pagi.
Dadang menerangkan, bahwa pembangunan Jembatan Siak IV telah dimulai pada Tahun Anggaran 2009 dengan nilai kontrak sebesar Rp9.396.062.016,29.
Kemudian, pada Tahun Anggaran 2010 pelaksanaan flsik dilanjutkan dengan nilai kontrak sebesar Rp16.938.180.631,30.
Lalu, pelaksanaan pekerjaan Jembatan Siak IV tersebut selanjutnya dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak (2010-2013) dengan nilai kontrak sebesar Rp348.138.463.522.
"Setelah vakum, pelaksanaan pembangunan Jembatan Siak IV dilanjutkan dengan Kontrak Multiyears (2017-2018) dengan nilai sebesar Rp109.218.379.982,12," kata Dadang.
Tidak sembarangan, lanjut Dadang, untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Siak IV yang kondisinya yang sudah ditinggalkan beberapa tahun tersebut, pihaknya juga telah melakukan kajian, analisa dan review terhadap kondisi aktual jembatan.
"Tujuan dari kajian itu sendiri, supaya kelanjutan pelaksanaan pembangunan jembatan sesuai dengan kaidah peraturan yang disyaratkan dan kekuatan yang menjadi syarat utama layaknya jembatan untuk dapat dilalui kendaraan. Hal itu juga telah dilaksanakan sesuai peraturan dan mekanisme yang ada," imbuhnya.
Dilihat dari sisi perencanaan, Jembatan Siak IV direncanakan oleh Konsultan perencanaan CV Sigma Momen pada Tahun 2001 (dana APBN), pada tahun 2006 dilakukan Studi Kelayakan (FS) oleh CV Entercom Rekayasa dan pada tahun 2007 dilakukan review design terhadap perencanaan Jembatan Siak IV oleh PT Diantama Rekanusa.
Sementara, pelaksanaan fisiknya telah dimulai sejak tahun 2009 oleh PT Istaka Karya meliputi struktur bangunan bawah dari sisi Rumbai, pekerjaan ini dibiayai APBD.
Tahun 2010, dilanjutkan oleh PT Palas Bukit Tangguh yang masih mengerjakan struktur bangunan bawah (sisi Rumbai), pekerjaan ini dibiayai APBD. Lalu, di tahun yang sama dilanjutkan PT Bina Riau Sejahtera menggunakan APBD-P untuk mengerjakan struktur bangunan bawah (sisi Rumbai) dan pengaman tebing (Sheet Pile).
Kemudian, tahun 2010-2013 (multiyears) dikerjakan oleh PT PP Waskita Hutama (KSO) menggunakan APBD, sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2010. Pada tahun itu dikerjakan seluruh pekerjaan sisi Jalan Jenderal Sudirman, pekerjaan pylon sampai dengan stage 6 hilir, stage 8 hulu, pekerjaan timbunan jalan akses, pekerjaan aproach span sisi Rumbai.
Selanjutnya, tahun 2017-2018 dilanjutkan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) menggunakan APBD sesuai MoU antara Pemprov Riau dengan DPRD Riau Nomor 32/KPTS/PIMP/DPRD/2016, Nomor 021/NK/XI/2016. Pada tahun ini, dikerjakan pylon stage 7 sampai dengan 17 bagian hilir, stage 9 sampai dengan 17 bagian hulu, pekerjaan aproach span sisi Rumbai (P6-Pylon), pekerjaan masin span, bangunan pelengkap jembatan.
Adapun data teknis Jembatan Siak IV ini, sebagai berikut: memiliki total panjang jembatan mencapau 800 meter yang terdiri dari Main Span 155 meter, Lebar 20,7 meter, Approach Span 540 meter, Lebar 18,5 meter (Steel Box Girder), Slab On Pile 35 meter, Lebar 19,5 meter, Oprit 70 meter (Segmental Precast Wall).
Yang mana, struktur atasnya terdiri dari Main Span Cable Stayed Single Pylon Jenis Cable 1 Strand 7 Wire 0,6 “ 0,6 HDPE, Konstruksi Steel Deck Girder (Composite Structure), Jumlah Kabel BS&MS 14 Titik (hulu dan hilir).
"Jembatan Siak IV ini berdiri dengan tinggi Pylon 75 meter dengan jenis konstruksi beton dengan mutistrand dan Post Tension Bar Diameter 40 mm," terangnya.
(Tis)
"Di mana kedua wilayah tersebut dibatasi oleh Sungai Siak atau sejatinya dulu bernama Sungai Jantan. Makanya, jembatan ini diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit. Yang mana, beliau adalah pendiri Kota Pekanbaru tahun 1766-1782," kata Dadang di Pekanbaru, Kamis pagi.
Dadang menerangkan, bahwa pembangunan Jembatan Siak IV telah dimulai pada Tahun Anggaran 2009 dengan nilai kontrak sebesar Rp9.396.062.016,29.
Kemudian, pada Tahun Anggaran 2010 pelaksanaan flsik dilanjutkan dengan nilai kontrak sebesar Rp16.938.180.631,30.
Lalu, pelaksanaan pekerjaan Jembatan Siak IV tersebut selanjutnya dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak (2010-2013) dengan nilai kontrak sebesar Rp348.138.463.522.
"Setelah vakum, pelaksanaan pembangunan Jembatan Siak IV dilanjutkan dengan Kontrak Multiyears (2017-2018) dengan nilai sebesar Rp109.218.379.982,12," kata Dadang.
Tidak sembarangan, lanjut Dadang, untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Siak IV yang kondisinya yang sudah ditinggalkan beberapa tahun tersebut, pihaknya juga telah melakukan kajian, analisa dan review terhadap kondisi aktual jembatan.
"Tujuan dari kajian itu sendiri, supaya kelanjutan pelaksanaan pembangunan jembatan sesuai dengan kaidah peraturan yang disyaratkan dan kekuatan yang menjadi syarat utama layaknya jembatan untuk dapat dilalui kendaraan. Hal itu juga telah dilaksanakan sesuai peraturan dan mekanisme yang ada," imbuhnya.
Dilihat dari sisi perencanaan, Jembatan Siak IV direncanakan oleh Konsultan perencanaan CV Sigma Momen pada Tahun 2001 (dana APBN), pada tahun 2006 dilakukan Studi Kelayakan (FS) oleh CV Entercom Rekayasa dan pada tahun 2007 dilakukan review design terhadap perencanaan Jembatan Siak IV oleh PT Diantama Rekanusa.
Sementara, pelaksanaan fisiknya telah dimulai sejak tahun 2009 oleh PT Istaka Karya meliputi struktur bangunan bawah dari sisi Rumbai, pekerjaan ini dibiayai APBD.
Tahun 2010, dilanjutkan oleh PT Palas Bukit Tangguh yang masih mengerjakan struktur bangunan bawah (sisi Rumbai), pekerjaan ini dibiayai APBD. Lalu, di tahun yang sama dilanjutkan PT Bina Riau Sejahtera menggunakan APBD-P untuk mengerjakan struktur bangunan bawah (sisi Rumbai) dan pengaman tebing (Sheet Pile).
Kemudian, tahun 2010-2013 (multiyears) dikerjakan oleh PT PP Waskita Hutama (KSO) menggunakan APBD, sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2010. Pada tahun itu dikerjakan seluruh pekerjaan sisi Jalan Jenderal Sudirman, pekerjaan pylon sampai dengan stage 6 hilir, stage 8 hulu, pekerjaan timbunan jalan akses, pekerjaan aproach span sisi Rumbai.
Selanjutnya, tahun 2017-2018 dilanjutkan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) menggunakan APBD sesuai MoU antara Pemprov Riau dengan DPRD Riau Nomor 32/KPTS/PIMP/DPRD/2016, Nomor 021/NK/XI/2016. Pada tahun ini, dikerjakan pylon stage 7 sampai dengan 17 bagian hilir, stage 9 sampai dengan 17 bagian hulu, pekerjaan aproach span sisi Rumbai (P6-Pylon), pekerjaan masin span, bangunan pelengkap jembatan.
Adapun data teknis Jembatan Siak IV ini, sebagai berikut: memiliki total panjang jembatan mencapau 800 meter yang terdiri dari Main Span 155 meter, Lebar 20,7 meter, Approach Span 540 meter, Lebar 18,5 meter (Steel Box Girder), Slab On Pile 35 meter, Lebar 19,5 meter, Oprit 70 meter (Segmental Precast Wall).
Yang mana, struktur atasnya terdiri dari Main Span Cable Stayed Single Pylon Jenis Cable 1 Strand 7 Wire 0,6 “ 0,6 HDPE, Konstruksi Steel Deck Girder (Composite Structure), Jumlah Kabel BS&MS 14 Titik (hulu dan hilir).
"Jembatan Siak IV ini berdiri dengan tinggi Pylon 75 meter dengan jenis konstruksi beton dengan mutistrand dan Post Tension Bar Diameter 40 mm," terangnya.
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Jumat 30 Januari 2026, 07:03 WIB
Bupati Bengkalis Resmikan Pembangunan Pengembangan RSU Mutiasari di Mandau
Selasa 13 Januari 2026
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham