Sabtu, 20 Juni 2026

Breaking News

  • Pemkab Siak Pertahankan WTP 15 Tahun Berturut-turut, Bupati Afni beri Apresiasi Kepada Seluruh Jajaran OPD    ●   
  • 4.090 Pelamar Padati Bursa Pekanbaru Job Fair 2026, Ini Sektor yang Paling Diburu   ●   
  • Penghibahan Puluhan Hektare Lahan Eks HGU PT Eka Daya Yakin Mandiri ke Pemda Siak Dinilai Bermasalah, Tokoh Masyarakat Minta Dikembalikan untuk Rakyat.   ●   
  • Kabupaten Bengkalis Torehkan Prestasi 13 Kali Berturut-turut Raih Opini WTP   ●   
  • Satrio Mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Raih Juara II Debat Tingkat Nasional, Keluarga Besar PKN Beri Apresiasi   ●   
INSENTIF
Ribuan RT dan RW Pekanbaru Sudah Lima Bulan Gak Terima Gaji
Minggu 03 Februari 2019, 10:40 WIB
Ribuan RT dan RW Pekanbaru Sudah Lima Bulan Gak Terima Gaji

PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Ribuan Ketua RT dan RW di Pekanbaru tengah menantikan janji Pemko Pekanbaru tentang insentif yang belum dibayarkan. Hingga Februari ini, sudah lima bulan tunggakan insentif yang belum mereka terima.

Kondisi ini tentu memunculkan kekecewaan dan tanda tanya bagi masyarakat yang diberikan amanah tersebut. Seperti kata Ridwan, Ketua RT 4 RW 4 Kelurahan Pematang Kapau, Tenayan Raya, Pemko sudah menjanjikan akan membayarkan insentif tersebut Januari. Namun hingga memasuki Februari tidak juga kunjung dibayar.

“Saya bersama rekan sesama RT dan RW di tempat saya kecewa dengan sikap Pemko yang menunda-nunda pembayaran insentif ini,” kata Ridwan, Ahad (3/1/2019).

Kondisi ini juga membuat Ridwan menduga-duga soal keuangan Pemko. Apakah dana yang sudah dianggarkan tersebut digunakan untuk hal lain, atau keuangan Pemko yang defisit. Ridwan berharap ada kejelasan pembayaran terhadap insentif ini.

“Jumlahnya lumayan, untuk RT saja Rp 2 juta lebih kalau dilunasi semua,” kata Ridwan.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua RW 4, Kelurahan Harjosari, Sukajadi. Ia mengatakan bahwa rekan-rekan RT di RW-nya banyak yang mengeluhkan terlambatnya pembayatan insentif ini. Terlebih saat ini ada tugas baru yang harus dikerjakan oleh RT dan RW.

“Kita sekarang disuruh melakukan pendataan untuk pembuatan Ipal. Padahal tugas yang biasa saja kita tidak diberikan insentif,” kata Nur.

Nur menegaskan bahwa untuk kegiatan-kegiatan rutin, dirinya tetap menjalankan. Termasuk juga menghadiri pertemuan di Pemko, pendataan, dan kegiatan lainnya. Oleh sebab itu ia berharap pembayaran insentif ini agar segera dilakukan.

“Kegiatan-kegiatan yang kami ikuti tentu ada anggarannya. Tapi kenapa anggaran untuk RT dan RW tidak dikeluarkan,” tukas Nur.

Untuk besaran honornya, tiap bulan RT mendapatkan insentif Rp 500 ribu. Sedangkan untuk RW mendapatkan Rp 650 per bulan.

Sumber : Cakaplah




Editor : Tis
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top