Musikalisasi Akustik
Ketum IWO Jodhi Yudono menampilkan Musikalisasi Akustik di kota Medan Sumatera Utara
Ketum IWO Ngamen Bersama Rongeng Melayu, Pukau Warga Medan
Selasa 27 November 2018, 22:29 WIB
Ketum IWO Jodhi Yudono menampilkan Musikalisasi Akustik di kota Medan Sumatera Utara
Medan, Sumut. RIAUMADANI.com - Ada pemandangan yang berbeda di tengah Kota Medan. Warga dan wisatawan yang biasanya hanya lalu lalang, tiba-tiba berhenti dan memperhatikan ke arah sejumlah orang yang berpakaian multi etnis menari mengikuti alunan musik melayu.
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga dan wisatawan, para penari ronggeng melayu itu gembira menampilkan kemampuannya di hadapan ratusan penonton. Ini adalah pementasan yang langka di tengah Kota Medan yang dipenuhi gedung-gedung megah.
Selain aksi pementasan ronggeng, ada juga penampilan musikalisasi akustik dari seniman asal Jakarta, Jodhi Yudono yang membuat para warga dan wisatawan serius mendengar lirik-lirik lagu yang dilantunkan.
Jodhi dan para penari ronggeng itu menampilkan aksinya untuk melestarikan kesenian dan juga dalam rangka menggalang bantuan untuk para korban bencana di Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Pementasan yang diselenggarakan oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Dinas Pariwisata Medan itu banyak mendapat pujian dari tamu undangan dan wisatawan. Para tamu dan wisatawan juga terlihat sibuk mengabadikan pementasan seni tersebut.
Ketua Umum IWO, Jodhi telah mengunjungi para korban bencana gempabumi dan tsunami di Sulteng. Dia turun ke lokasi bencana untuk menghibur anak-anak para korban bencana. Di sana pula dia menciptakan lagu khusus untuk para korban bencana.
Sembari memperlihatkan dokumentasi kegiatan para korban bencana lewat layar digital, Jodhi melantunkan lagu Khusus untuk para korban bencana Sulteng di sudut alun-alun Lapangan Merdeka Medan.
"Ini adalah aksi kesenian untuk kemanusian yang digelar oleh para pemuda kreatif di Kota Medan. Kita sangat apresasi penampilan kesenian untuk membantu para korban bencana di Sulteng ini. Hebatnya, ini adalah penampilan dengan persiapan singkat dan mendapat dukungan pemerintah kota Medan. Penontonnya banyak dan antusias, artinya warga dan wisatawan menyukai pementasan kesenian asal tanah Deli ini," kata Jodhi di lokasi acara, Senin malam (26/11/2018).
Di lokasi pementasan itu, hadir pula beberapa pejabat dari Pemerintah Kota, Anggota DPRD dan dari Kepolisian. Beberapa dari mereka spontan ikut menonton karena tertarik melihat pementasan itu.
"Kita masyarakat Medan khususnya turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga di kegiatan kemanusian berikutnya, dimanapun, masyarakat merespon dan menyemarakkan kegiatan yang digalang dan dilaksanakan secara sukarela, secara minimalis namun makna dan manfaatnya sangat besar bagi saudara-saudara kita di Donggala dan Palu," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja.
Para penonton dan pejabat yang terbawa suasana pementasan itu, bahkan ikut menyumbangkan suaranya. Mereka ikut melantunkan lagu-lagu melayu sembari diiringi tarian ronggeng.
Saya kira aksi-aksi seperti ini harus kita gelorakan. Kalau bisa kegiatan yang dilakukan hari ini dilanjutkan. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan," kata anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan usai melantunkan lagu.
Menurutnya, pemerintah pasti mendukung kegiatan keratif apalagi ada aksi solidaritas. Sutrinso sebelumnya juga mengalang solidaritas untuk membantu korban bencana di Kabupaten Mandailing Natal.
"Kalau bisa kedepan, selain kembangkan bakat, seni dan yang lain, kita juga bisa penggalangan aksi solidaritas kemanusiaan. Acara spontanitas tapi pesannya cukup dalam. Pementasan ini pertama kali saya lihat di pusat kota Medan, kedepan mudah-mudahan ada hal-hal lain yang mengajak dan menggugah kemanusiaan harus kita lakukan terus," pungkas Sutrisno.
Pementasan itu digelar hingga sekira pukul 22.00 WIB. Para penonton yang datang juga terlihat tertib dan menjaga lingkungan lokasi acara. (Iwo/mdn)
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga dan wisatawan, para penari ronggeng melayu itu gembira menampilkan kemampuannya di hadapan ratusan penonton. Ini adalah pementasan yang langka di tengah Kota Medan yang dipenuhi gedung-gedung megah.
Selain aksi pementasan ronggeng, ada juga penampilan musikalisasi akustik dari seniman asal Jakarta, Jodhi Yudono yang membuat para warga dan wisatawan serius mendengar lirik-lirik lagu yang dilantunkan.
Jodhi dan para penari ronggeng itu menampilkan aksinya untuk melestarikan kesenian dan juga dalam rangka menggalang bantuan untuk para korban bencana di Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Pementasan yang diselenggarakan oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Dinas Pariwisata Medan itu banyak mendapat pujian dari tamu undangan dan wisatawan. Para tamu dan wisatawan juga terlihat sibuk mengabadikan pementasan seni tersebut.
Ketua Umum IWO, Jodhi telah mengunjungi para korban bencana gempabumi dan tsunami di Sulteng. Dia turun ke lokasi bencana untuk menghibur anak-anak para korban bencana. Di sana pula dia menciptakan lagu khusus untuk para korban bencana.
Sembari memperlihatkan dokumentasi kegiatan para korban bencana lewat layar digital, Jodhi melantunkan lagu Khusus untuk para korban bencana Sulteng di sudut alun-alun Lapangan Merdeka Medan.
"Ini adalah aksi kesenian untuk kemanusian yang digelar oleh para pemuda kreatif di Kota Medan. Kita sangat apresasi penampilan kesenian untuk membantu para korban bencana di Sulteng ini. Hebatnya, ini adalah penampilan dengan persiapan singkat dan mendapat dukungan pemerintah kota Medan. Penontonnya banyak dan antusias, artinya warga dan wisatawan menyukai pementasan kesenian asal tanah Deli ini," kata Jodhi di lokasi acara, Senin malam (26/11/2018).
Di lokasi pementasan itu, hadir pula beberapa pejabat dari Pemerintah Kota, Anggota DPRD dan dari Kepolisian. Beberapa dari mereka spontan ikut menonton karena tertarik melihat pementasan itu.
"Kita masyarakat Medan khususnya turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga di kegiatan kemanusian berikutnya, dimanapun, masyarakat merespon dan menyemarakkan kegiatan yang digalang dan dilaksanakan secara sukarela, secara minimalis namun makna dan manfaatnya sangat besar bagi saudara-saudara kita di Donggala dan Palu," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja.
Para penonton dan pejabat yang terbawa suasana pementasan itu, bahkan ikut menyumbangkan suaranya. Mereka ikut melantunkan lagu-lagu melayu sembari diiringi tarian ronggeng.
"Pertama kita harus apresiasi dulu IWO Medan dan Pemko Medan, sampai Ketua umum IWO mau datang".
Menurutnya, pemerintah pasti mendukung kegiatan keratif apalagi ada aksi solidaritas. Sutrinso sebelumnya juga mengalang solidaritas untuk membantu korban bencana di Kabupaten Mandailing Natal.
"Kalau bisa kedepan, selain kembangkan bakat, seni dan yang lain, kita juga bisa penggalangan aksi solidaritas kemanusiaan. Acara spontanitas tapi pesannya cukup dalam. Pementasan ini pertama kali saya lihat di pusat kota Medan, kedepan mudah-mudahan ada hal-hal lain yang mengajak dan menggugah kemanusiaan harus kita lakukan terus," pungkas Sutrisno.
Pementasan itu digelar hingga sekira pukul 22.00 WIB. Para penonton yang datang juga terlihat tertib dan menjaga lingkungan lokasi acara. (Iwo/mdn)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan