Rabu, 22 Juli 2026

Breaking News

  • DPD Waktu Indonesia Bangkit (WIB) Kabupaten Bengkalis Resmi Terbentuk   ●   
  • Arifudin Ahalik, "Jaga Aset Negara, FPAN Surati Dinas Perhubungan Provinsi Riau"   ●   
  • Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat   ●   
  • SMA N. 01.Sungai Apit Beri Penghargaan Kepada Dua Orang Siswanya yang Lolos mengikuti Paskibraka.  ini Harapan Kepsek   ●   
  • Usai Dugaan Gudang Solar Subsidi Terungkap, Pria Bernama Kasno Datangi Awak Media   ●   
Dugaan Korupsi Alkes
Tiga Oknum Dokter RSUD Arifin Achmad dan Dua Orang Pihak Swasta Ditahan Kejari
Selasa 27 November 2018, 02:09 WIB
Tiga oknum dokter RSUD Arifin Achmad ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru atas dugaan kasus korupsi alat kesehatan (alkes), hari ini, Senin 26 November 2018
PEKANBARU - Tiga oknum dokter RSUD Arifin Achmad ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru atas dugaan kasus korupsi alat kesehatan (alkes), hari ini, Senin 26 November 2018.

Ketiganya yakni Welly Zulfikar, Kuswan Ambar Pamungkas dan Masrial. Selain mereka, turut ditahan juga dua orang dari pihak swasta. Yaitu Yuni Efrianri selaku Direktur CV Prima Mustika Raya (PMR) dan mantan anak buahnya, Mukhlis.

Lima orang tersebut, diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi alat-alat kesehatan (alkes) senilai Rp1,5 miliar.

"Para tersangka ditahan di Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk Pekanbaru," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pekanbaru, Sri Odit Megonondo.

Kasus ini berawal dari adanya pagu anggaran pengadaan alkes di RSUD Arifin Achmad Tahun Anggaran 2012-2013, sebesar Rp5 miliar. Hasil penyidikan Polresta Pekanbaru diketahui ada kerja sama antara RSUD dengan rekanan CV PMR untuk pengadaan alat bedah senilai Rp1,5 miliar.

Namun dalam prosesnya, justru pihak dokterlah yang membeli langsung alat-alat tersebut kepada distributor melalui PT Orion Tama, PT Pro-Health dan PT Atra Widya Agung, bukan kepada rekanan CV PMR.

Nama CV PMR diketahui hanya digunakan untuk proses pencairan dan dijanjikan mendapat keuntungan sebesar 5 persen dari nilai kegiatan.*Rls




Editor : Tis
Kategori : Hukum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top