Warga Riau yang diwakili Abdul Manan membuat petisi kepada Presiden Jokowi untuk mendatangi lokasi kebakaran hutan dan lahan g" />
Sabtu, 13 Juni 2026

Breaking News

  • Ribuan Massa Mahasiswa UI Berangkat ke Bundaran HI, Bawa Tuntutan Ekonomi dan Lapangan Kerja    ●   
  • Pemkab Siak Dukung Program Universitas Hang Tuah, KKN Tematik Jadi Wujud Kolaborasi Pembangunan Daerah   ●   
  • Pembengkakan Titik MBG Capai Ribuan Unit, Zulhas Sebut Potensi Kerugian Rp1 Triliun per Bulan   ●   
  • 8 Gol dan 2 Clean Sheet, Timnas Indonesia U-19 Siap Ladeni Australia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026   ●   
  • Wabup Bagus Santoso Hadiri RUPS BRK Syariah 2026, Dorong Penguatan Ekonomi Bengkalis   ●   
KARHUTLA RIAU
Abdul Manan Warga Kepuluan Meranti Riau Petisi Presiden Jokowi
Rabu 29 Oktober 2014, 02:56 WIB
Presiden RI Jokowi

PEKANBARU. Riaumadani. com - Warga Riau yang diwakili Abdul Manan membuat petisi kepada Presiden Jokowi untuk mendatangi lokasi kebakaran hutan dan lahan gambut di Riau.

Petisi ini didukung oleh organisasi lingkungan seperti Walhi, Greenpeace dan Yayasan Prespetif Baru yang di dirikan Wimar Witoelar.

Abdul Manan [41] merupakan warga asli kepulauan Meranti di Riau. Tepatnya tinggal di sebuah pulau yang bernama Tebing Tinggi, Meranti, Provinsi Riau, yang letaknya berbatasan dengan Singapura dan Malaysia. Ia membuat petisi pertama yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo yang merupakan sebuah ajakan untuk langsung bekerja, blusukan.

Selama 17 tahun terakhir Manan dan warga Riau lainnya hidup dengan kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan. Ia melihat masyarakat sekitarnya mengungsi, sakit ISPA [Infeksi Saluran Pernapasan Akut], dan meninggalkan penghidupannya.

Petisi yang ia unggah di HYPERLINK "http://www.change.org/BlusukanAsap"www.change.org/BlusukanAsap, baru dibuat hari ini, sudah mencapai 3.500 lebih tanda tangan. Ajakannya sederhana, agar Jokowi melakukan #BlusukanAsap langsung ke Riau, untuk melihat bagaimana dampak langsung dari kebakaran lahan gambut dan kabut asap, terhadap masyarakat dan lingkungan hidup.

"Orang suka bercerita, Pak Jokowi dekat dengan rakyat, dan betul-betul mendengar. Suka 'blusukan'. Mau tidak Pak Jokowi blusukan ke tempat kami ? Langsung melihat hutan gambut, kebakaran, dan asapnya? Hanya dengan begitu Pak Jokowi bisa mengerti kehidupan kami sehari-hari dengan asap." kata Abdul Manan dalam petisinya.

Ia menambahkan bahwa asap Riau adalah penghambat utama cita-cita revolusi mental Indonesia, karena kabut asap 17 tahun ini memiliki konsekuensi buruk terhadap kesehatan fisik, mental dan pendidikan 1 generasi. Ia mengatakan Revolusi Mental terancam menjadi disabilitas mental.

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya pun pada hari kerja pertamanya mendapatkan ratusan tweet terkait ajakan "Blusukan Asap ini.

Dalam konferensi pers yang diadakan Walhi, Greenpeace, dan Yayasan Perspektif Baru [YPB], Abetnego Tarigan, Longgena Ginting, dan Wimar Witoelar mendukung petisi Abdul Manan, dan akan membantu dengan langsung menyurati Presiden Joko Widodo.

Menurut Direktur Eksekutif Walhi Nasional Abetnego Tarigan, ini sebuah potensi prestasi bagi Jokowi. Indikator utama yang bisa dipakai yaitu dalam waktu satu tahun, tidak ada lagi asap. "Jangan sampai orang Riau menganggap udara Jakarta lebih segar dari udara Riau," katanya.

Abdul Manan menutup petisi dengan berkata "Paru-paru kami mungkin mengecil, tapi harapan kami membesar," kata mana dalam petisi tersebut.**

 




Editor : Amsar
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top