Focus Group Discussion (FGD)
Bupati Kuantan Singingi Drs H Mursini, M.Si mengikuti
Focus Group Discussion (FGD) menuju Universal Healt Coverage (UHC)
Provinsi Riau, yang diselenggarakan BPJS Riau, dipusatkan di Ballr
Bupati Mursini Ikuti FGD Menuju Universal Healt Coverage BPJS Kesehatan
Kamis 30 Agustus 2018, 05:32 WIB
Bupati Kuantan Singingi Drs H Mursini, M.Si mengikuti
Focus Group Discussion (FGD) menuju Universal Healt Coverage (UHC)
Provinsi Riau, yang diselenggarakan BPJS Riau, dipusatkan di Ballr
Pekanbaru, RIAUMADANI.com - Bupati Kuantan Singingi Drs H Mursini, M.Si mengikuti Focus Group Discussion (FGD) menuju Universal Healt Coverage (UHC) Provinsi Riau, yang diselenggarakan BPJS Riau. Kegiatan ini dalam rangka mengejar target perlindungan kesehatan bagi masyarakat tersebut dipusatkan di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (30/8/2018).
Turut mendampingi bupati Kadiskes dr. Reza, Kepala Bappedalitbang Ir Maisir, Kepala BPKAD Hendra AP, M.Si, mewakili Kadis Sosial Napisman, mewakili PTSP Hendra Sandi, kepala kabupaten Kuansing BPJS Kesebatan Nilam dan Plt Kadis Disdukcapil Martono.
Seperti dijelaskan Deputy Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Subagtel dan Jambi, Siswandi kegiatan FGD yang diikuti oleh Pemerintah Provinsi dan 12 Kabupaten Kota Se-Riau ini dalam rangka menindaklanjuti Intruksi Presiden (Inpres) No. 8 Tahun 2017 Tentang Jaminan Kesehatan Nasional. Dimana Gubernur, Bupati dan Walikota serta perwakilan BPJS Daerah berperan dalam mencapai Universal Healt Coverage sebesar 95 persen.
"Kita ingin mendorong terwujudnya Universal Healt Coverage sebesar 95 persen sesuai Intruksi No. 8 Tahun 2017," ujarnya.
Ia berharap dalam Focus Group Discussion ini, menghasilkan saran dan gagasan serta perumusan kerjasama dalam mencapai Universal Healt Coverage.
Sejauh ini UHC Provinsi Riau baru mencapai 67.8 persen, atau mencakup 4 Juta lebih penduduk Riau. Artinya untuk mencapai angka yang telah ditargetkan yakni 95 persen Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota harus bekerja keras mengejar angka 33 persen lagi.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau H. Achmad Hijazi, dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan FGG UHC yang digelar oleh BPJS Kesehatan Wilayah Subagtel Jambi, ia berharap melalui kegiatan itu dapat menginveterisasi semua permasalah di Kabupaten Kota dalam mengejar target UHC Nasional. Dimana daerah juga sangat berkepentingan mendorong HHC yang menjadi salah satu Indikator Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat di Daerah.
"Target 95 persen ini harus diperjuangkan dan dicapai, untuk itu perlu keterlibatan semua pemangku kepentingan. Karena sesuai RPJMN ditargetkan paling lambat 2019 sebanyak 95 persen maayarakat menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kes," terang sekdaprov.
Dalam RPJMN sesuai rancangan itu paling kambat awal 2019 minimal 95 pereen penduduk sudah menjadi peserta JKN KS atau Universal Healt Coverage.
Menyikapi Intruksi Presiden No. 8 Tahun 2017 Tentang Jaminan Kesehatan Nasional, Bupati Kuansing Mursini di dampingi Kadis Kesehatan Reza Cahyadi menyampaikan dari 328.855 penduduk Kuansing yang sudah menjadi peserta BPJS sebesar 168.951 orang atau 51, 38 persen.
"Sedangkan target kita tahun 2018 ini jumlah warga masyarakat yang ikut BPJS sebesar 171.272 orang atau lebih kurang 60 %. Kami berharap untuk. Mudah-mudahan ini tercapai," harap bupati.
Sementara itu Kepala BPJS Kuansing cabang Tembilahan, Nilam menambahkan dirinya berharap agar peserta BPJS dari penerima bantuan iuran (PBI) mendapatkan tambahan dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten dan dapat ditingkatkan.
Sekedar informasi, dalam kegiatan ini ditampilkan ekspos oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo, salah satu Kabupaten di Indonesia yang berhasil mencapai angka UHC Nasiona 95 persen, dimana salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menempatkan masalah pelayanan kesehatan kedepan program Prioritas dan Startegis Daerah, selain itu berhasil mendorong kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta mandiri BPJS dengan bekerjasama dengan dunia usaha.
Diakhir acara dilaksanakan penandatangan MoU antara BPJS dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota se Provinsi Riau dalam rangka komitmen bersama memberi dukungan terhadap tercapainya target UHC di setiap kabupaten dan kota. MU/Rls
Turut mendampingi bupati Kadiskes dr. Reza, Kepala Bappedalitbang Ir Maisir, Kepala BPKAD Hendra AP, M.Si, mewakili Kadis Sosial Napisman, mewakili PTSP Hendra Sandi, kepala kabupaten Kuansing BPJS Kesebatan Nilam dan Plt Kadis Disdukcapil Martono.
Seperti dijelaskan Deputy Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Subagtel dan Jambi, Siswandi kegiatan FGD yang diikuti oleh Pemerintah Provinsi dan 12 Kabupaten Kota Se-Riau ini dalam rangka menindaklanjuti Intruksi Presiden (Inpres) No. 8 Tahun 2017 Tentang Jaminan Kesehatan Nasional. Dimana Gubernur, Bupati dan Walikota serta perwakilan BPJS Daerah berperan dalam mencapai Universal Healt Coverage sebesar 95 persen.
"Kita ingin mendorong terwujudnya Universal Healt Coverage sebesar 95 persen sesuai Intruksi No. 8 Tahun 2017," ujarnya.
Ia berharap dalam Focus Group Discussion ini, menghasilkan saran dan gagasan serta perumusan kerjasama dalam mencapai Universal Healt Coverage.
Sejauh ini UHC Provinsi Riau baru mencapai 67.8 persen, atau mencakup 4 Juta lebih penduduk Riau. Artinya untuk mencapai angka yang telah ditargetkan yakni 95 persen Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota harus bekerja keras mengejar angka 33 persen lagi.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau H. Achmad Hijazi, dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan FGG UHC yang digelar oleh BPJS Kesehatan Wilayah Subagtel Jambi, ia berharap melalui kegiatan itu dapat menginveterisasi semua permasalah di Kabupaten Kota dalam mengejar target UHC Nasional. Dimana daerah juga sangat berkepentingan mendorong HHC yang menjadi salah satu Indikator Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat di Daerah.
"Target 95 persen ini harus diperjuangkan dan dicapai, untuk itu perlu keterlibatan semua pemangku kepentingan. Karena sesuai RPJMN ditargetkan paling lambat 2019 sebanyak 95 persen maayarakat menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kes," terang sekdaprov.
Dalam RPJMN sesuai rancangan itu paling kambat awal 2019 minimal 95 pereen penduduk sudah menjadi peserta JKN KS atau Universal Healt Coverage.
Menyikapi Intruksi Presiden No. 8 Tahun 2017 Tentang Jaminan Kesehatan Nasional, Bupati Kuansing Mursini di dampingi Kadis Kesehatan Reza Cahyadi menyampaikan dari 328.855 penduduk Kuansing yang sudah menjadi peserta BPJS sebesar 168.951 orang atau 51, 38 persen.
"Sedangkan target kita tahun 2018 ini jumlah warga masyarakat yang ikut BPJS sebesar 171.272 orang atau lebih kurang 60 %. Kami berharap untuk. Mudah-mudahan ini tercapai," harap bupati.
Sementara itu Kepala BPJS Kuansing cabang Tembilahan, Nilam menambahkan dirinya berharap agar peserta BPJS dari penerima bantuan iuran (PBI) mendapatkan tambahan dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten dan dapat ditingkatkan.
Sekedar informasi, dalam kegiatan ini ditampilkan ekspos oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo, salah satu Kabupaten di Indonesia yang berhasil mencapai angka UHC Nasiona 95 persen, dimana salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menempatkan masalah pelayanan kesehatan kedepan program Prioritas dan Startegis Daerah, selain itu berhasil mendorong kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta mandiri BPJS dengan bekerjasama dengan dunia usaha.
Diakhir acara dilaksanakan penandatangan MoU antara BPJS dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota se Provinsi Riau dalam rangka komitmen bersama memberi dukungan terhadap tercapainya target UHC di setiap kabupaten dan kota. MU/Rls
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Kuansing |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham