JAKARTA,RIAUMADANI.com - Dalam upaya memacu pertumbuhan dan pemerataan pembangunan d" />
Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
Audiensi Bupati dengan Kementrian PUPR RI
Pacu Pemerataan Pembangunan, Bupati Audensi Dengan Kementerian PUPR RI.
Kamis 02 Agustus 2018, 03:04 WIB
BUPATI Kampar dan rombongan foto bersama Plt. Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadie Moerwanto dan Direktur Jenderal Jaringan Rachman Arief Dienaputra usai audiensi.
JAKARTA,RIAUMADANI.com - Dalam upaya memacu pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Kampar khususnya pembangunan infrastruktur 9 desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang masih terisolir, Bupati Kampar H Azis Zaenal melakukan audensi dengan Kementerian PUPR RI di Jakarta, Rabu (18 Juli 2018).

Bupati Kampar didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Ir. Azwan M.Si, Kadis PUPR Ir Afdal MT  diterima langsung oleh Plt. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia Arie Setiadie Moerwanto dan Direktur Jenderal Jaringan Rachman Arief Dienaputra, M.Eng.

Dalam paparannya Bupati Kampar mengatakan bahwa saat ini Pemkab Kampar sangat membutuhkan bantuan rangka jembatan gantung dan jembatan besi yang menghubungkan 9 desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu. 

"Masyarakat 9 desa terisolir belum bisa merasakan nikmat kemerdekaan karena belum adanya jalan darat yang menghubungkan antar desa menuju ibu kota kecamatan.
Kondisi ini mengakibatkan tingginya harga sembilan bahan pokok, harga-harga bahan bangunan seperti besi, semen juga sangat tinggi karena satu satunya alat transportasi hanya bisa menggunakan sampan yang dinamai oleh masyarakat setempat piyau," papar Azis Zaenal.

Bupati juga memaparkan, karena masyarakat setempat masih mengandalkan transportasi sungai, saat musim kemarau datang, masyarakat susah untuk keluar mencari kebutuhan pokok dangkalnya air sungai.

Menanggapi usulan bupati, Plt. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia Arie Setiadie Moerwanto dan Direktur Jenderal Jaringan Rachman Arief Dienaputra, M.Eng berjanji akan membantu sepenuhnya khususnya rangka jembatan gantung termasuk abutment.

 "Pihak Pemkab Kampar segera berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I di Medan untuk survey dan perencanaan teknis lebih lanjut," ujar Dirjen.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati bahwa bantuan rangka jembatan gantung akan dilaksanakan secara bertahap selama 4 tahun dan Dirjen minta agar pelaksanaan dibagi per segmen. 

Sedangkan pembangunan jalan selebar 1.5 meter sepanjang 36 Kilometer dan jembatan besi dibebankan kepada APBD Kampar dan Anggaran desa. 

Menanggapi hal tersebut Bupati atas nama Pemkab Kampar dan masyarakat terisolir di 9 desa mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Pihak dari Kementerian PUPR RI.

"Sejarah akan mencatat bahwa di era Dirjen dan Direktur saat ini akan dimulainya upaya membuka keterisoliran 9 desa dan Inshaallah masyarakat akan merasakan nikmat kemerdekaan sesungguhnya dengan adanya jalan darat yang menghubungan 9 desa yang lebarnya hanya 1.5 Meter," ujar Bupati.  (And/ Advertorial)



Editor : Tis
Kategori : Kampar
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top