BBM NAIK LAGI
Harga BBM jenis Pertamax Series dan Dex Series mengalami
kenaikan, yang mulai berlaku 1 Juli 2018, diprediksi bakal mengerek
harga-harga kebutuhan lainnya.
Harga BBM Naik Lagi, Rupiah Melemah, Harga Kebutuhan Pokok Melambung
Senin 02 Juli 2018, 04:18 WIB
Harga BBM jenis Pertamax Series dan Dex Series mengalami
kenaikan, yang mulai berlaku 1 Juli 2018, diprediksi bakal mengerek
harga-harga kebutuhan lainnya.
JAKARTA, RIAUMADANI.com - Harga BBM jenis Pertamax Series dan Dex Series mengalami kenaikan, yang mulai berlaku 1 Juli 2018, diprediksi bakal mengerek harga-harga kebutuhan lainnya.
Ekonom Insitute Development of Economic and Finance Bhima Yudistira Adhinegara memerkirakan, perekonomian akan mengalami perlambatan menyusul penyesuaian harga bahan bakar minyak. Sebab, kenaikan harga BBM diproyeksikan akan turut mengerek harga-harga lain, termasuk transportasi dan distribusi barang. Di samping itu, nilai tukar Rupiah juga sedang melemah sehingga masyarakat diprediksi akan menahan belanja.
"Yang jelas kalau kenaikan Rp 600 (kenaikan harga Pertamax, red) efeknya akan langsung pada inflasi dan administrasi price. Kalau harga energi naik, transportasi dan distribusi juga akan ikut mahal," ujar Bhima Yudistira Adhinegara, saat dihubungi Jawa Pos, Ahad (1/7/2018).
Ongkos distribusi yang naik, lanjut Bhima, juga akan berpotensi membuat harga produk industri makanan dan minuman terkerek naik. Jika hal tersebut terjadi dan tidak diikuti dengan kenaikan pendapatan masyarakat maka pertumbuhan konsumsi diprediksi akan melambat.
Selain kenaikan BBM, Bhima juga memprediksi bahwa sejumlah industri sedang ancang-ancang untuk menaikkan harga akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar. Industri di Indonesia, lanjut Bhima, sebagian besar masih mengandalkan bahan baku impor sehingga depresiasi Rupiah akan meningkatkan harga bahan baku.
"Kita seperti dipukul dari dua sisi. Pertama dari pelemahan Rupiah dan kedua dari kenaikan harga BBM," ujar Bhima.
Bahkan menurut Bhima, dua "pukulan" tersebut tak hanya mengancam kalangan menengah, tapi hampir di semua kalangan mulai dari yang berpenghasilan rendah sampai menengah atas. "Yang kalangan bawah daya belinya menurun, yang kalangan atas menahan konsumsi," bebernya.
Pelaku usaha menyebut tak menutup kemungkinan bahwa dua faktor di atas yakni kenaikan BBM dan pelemahan Rupiah mendorong industri untuk menaikkan harga sebagai jalan terakhir.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menyebutkan bahwa sebagai antisipasi jangka pendek, pelaku usaha sedang memikirkan efisiensi dan mencari bahan baku subtitusi untuk menyikapi peningkatan akibat pembelian bahan baku dengan USD.
"Menaikkan harga itu sangat berat bagi kami karena pasar yang agak sepi. Dan daya beli yang tidak moncer. Tapi jalan terakhir adalah menaikkan harga, estimasinya bisa naik 3 sampai 6 persen," ujar Adhi. Rls
Ekonom Insitute Development of Economic and Finance Bhima Yudistira Adhinegara memerkirakan, perekonomian akan mengalami perlambatan menyusul penyesuaian harga bahan bakar minyak. Sebab, kenaikan harga BBM diproyeksikan akan turut mengerek harga-harga lain, termasuk transportasi dan distribusi barang. Di samping itu, nilai tukar Rupiah juga sedang melemah sehingga masyarakat diprediksi akan menahan belanja.
"Yang jelas kalau kenaikan Rp 600 (kenaikan harga Pertamax, red) efeknya akan langsung pada inflasi dan administrasi price. Kalau harga energi naik, transportasi dan distribusi juga akan ikut mahal," ujar Bhima Yudistira Adhinegara, saat dihubungi Jawa Pos, Ahad (1/7/2018).
Ongkos distribusi yang naik, lanjut Bhima, juga akan berpotensi membuat harga produk industri makanan dan minuman terkerek naik. Jika hal tersebut terjadi dan tidak diikuti dengan kenaikan pendapatan masyarakat maka pertumbuhan konsumsi diprediksi akan melambat.
Selain kenaikan BBM, Bhima juga memprediksi bahwa sejumlah industri sedang ancang-ancang untuk menaikkan harga akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar. Industri di Indonesia, lanjut Bhima, sebagian besar masih mengandalkan bahan baku impor sehingga depresiasi Rupiah akan meningkatkan harga bahan baku.
"Kita seperti dipukul dari dua sisi. Pertama dari pelemahan Rupiah dan kedua dari kenaikan harga BBM," ujar Bhima.
Bahkan menurut Bhima, dua "pukulan" tersebut tak hanya mengancam kalangan menengah, tapi hampir di semua kalangan mulai dari yang berpenghasilan rendah sampai menengah atas. "Yang kalangan bawah daya belinya menurun, yang kalangan atas menahan konsumsi," bebernya.
Pelaku usaha menyebut tak menutup kemungkinan bahwa dua faktor di atas yakni kenaikan BBM dan pelemahan Rupiah mendorong industri untuk menaikkan harga sebagai jalan terakhir.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menyebutkan bahwa sebagai antisipasi jangka pendek, pelaku usaha sedang memikirkan efisiensi dan mencari bahan baku subtitusi untuk menyikapi peningkatan akibat pembelian bahan baku dengan USD.
"Menaikkan harga itu sangat berat bagi kami karena pasar yang agak sepi. Dan daya beli yang tidak moncer. Tapi jalan terakhir adalah menaikkan harga, estimasinya bisa naik 3 sampai 6 persen," ujar Adhi. Rls
| Editor | : | Tis-rls |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 08 Februari 2026, 08:28 WIB
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Politik

Selasa 02 Juni 2026, 17:19 WIB
Wabup Bengkalis: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Senin 01 Juni 2026
Memaknai Hari Lahir Pancasila, Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman Riau
Senin 18 Mei 2026
Marjeni, SE.MM: Badan Pekerja Pelestarian Cagar Budaya Membantu Pemerintah Kabupaten Rohul Menginventarisir Semua Kawasan Cagar Budaya se-Rokan Hulu Beserta Statusnya
Senin 09 Maret 2026
Siti Aisyah Anggota DPR RI Komisi III Sosialisasi 4 Pilar di Skip Hulu, Rengat. Ajak Ustadz. Fitter Kumpala. 
Nasional

Rabu 03 Juni 2026, 20:11 WIB
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Dadan Hindayana Mantan Kepala BGN yang Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Lodewyk Pusung, Sehari Setelah Dipecat Prabowo Sebagai Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Rabu 03 Juni 2026
Profil Sony Sonjaya, Purnawirawan Polri Dicopot dari Wakil Kepala BGN, Ditahan Kejagung
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Kamis 28 Mei 2026, 06:45 WIB
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Kamis 28 Mei 2026
Kabur dari Rutan Pekanbaru, Tahanan Ini Ditangkap Warga di Dapur Kurban
Selasa 26 Mei 2026
Salat Idul Adha 1447H Akan Digelar di 349 Titik di Pekanbaru dan Dua Titik Lokasi Utama
Rabu 20 Mei 2026
Ketua PP Pekanbaru Iwan Pansa Akui Terima Rp50 Juta dari Kadis PUPR-PKPP Riau