Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
  • LAMR Kecamatan Sungai Apit, Lakukan Seminar Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar Pengantin. .2026    ●   
Oknum Wartawan dan LSM
Sejumlah Kepala Desa di Kuansing Resah Dengan Oknum Yang Minta-minta
Rabu 30 Mei 2018, 04:31 WIB
Oknum Wartawan dan LSM
Sejumlah Kepala Desa di Kuansing Resah Dengan Oknum Yang Minta-minta
Teluk Kuantan, RIAUMADANI.com - Sejumlah kepala desa, di Kabupaten Kuansing, mengeluhkan ulah oknum mengaku wartawan dan mengatasnamakan Lembaga pemantau tertentu yang meminta sejumlah uang dengan memaksa.

Para oknum tersebut, menurut beberapa kepala desa, di Kuansing Selasa (29/05), mendatangi mereka dengan berbagai dalih, tapi ujung-ujungnya hanya meminta uang modusnya minta ongkos dan biaya lainnya.

Oknum tersebut mendatangi para aparatur desa, seperti para kepala desa, dan tidak sungkan-sungkan meminta uang dengan cara berkelompok dan bahkan mengatasnamakan wartawan yang bertugas di wilayah Provinsi Riau.

Salah seorang kepala desa di Kecamatan Logas Tanah Darat, yang meminta identitasnya disembunyikan mengungkapkan, mereka datang dengan memakai mobil dan sepeda motor.

Menurutnya, mereka datang dan minta ketemu, kemudian berbincang-bincang. "Ujung-ujungnya minta ongkos pulang, kalau belum diberi uang mereka rada memaksa dan tidak akan beranjak dari ruangan," ujarnya pula.

Begitupun pengakuan salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Singingi, dikatakan, dirinya juga sering didatangi beberapa oknum mengaku wartawan maupun oknum mengatasnamakan Lembaga pemantau dengan motivasi meminta uang.

"Mereka mengaku wartawan dan lembaga pemantau, datang ke kantor, bahkan kalau kami tak ada di kantor, mereka mendatangi rumah kami, tanpa ada rasa malu dia langsung minta uang. Sudahlah pak, masak bapak tak bisa menganggarkan untuk kami di alokasi dana desa," kata mereka seperti dituturkan kepala desa itu pula.

Para kepala desa itu pun menegaskan bahwa uang yang dicairkan adalah bukan milik mereka sendiri, tapi merupakan dana milik desa yang harus dipertanggungjawabkan penggunaannya.

"Saya bilang saja, ini kan bukan uang saya, ini uang negara harus jelas peruntukan dan pertanggungjawabannya," ujar kepala desa itu

Mereka berharap oknum mengaku wartawan dan Lembaga pemantau itu bisa segera ditertibkan aparat terkait, agar tidak meresahkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.* (mu)



Editor : Tis
Kategori : Kuansing
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top