Peduli Flora
Bunga Bangkai (Amorphollus Titanum)
IWO dan KPHSU Kampanyekan Lindungi Bunga Bangkai
Minggu 27 Mei 2018, 04:37 WIB
Bunga Bangkai (Amorphollus Titanum)
TAPTENG, RIAUMADANI. com - Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapanuli Tengah melakukan langkah nyata melindungi Bunga Bangkai (Amorphollus Titanum) yang merupakah bunga langka dunia di lingkungan mekarnya pada Sabtu (26/5/2018).
Aksi yang dilakukan dengan memasang spanduk himbauan di Jalan Poriaha-Rampa di Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara berukuran 2x1 meter, yang bertuliskan: “Mohon jangan memotong/menebang, memindahkan atau merusaknya dengan cara apapun. Mari lindungi sumber daya hutanâ€.
Himbauan yang dipasang agar dilihat masyarakat ini atas koordinasi dan kerjasama dengan Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU).
Sepanjang bulan Mei tahun ini ditemukan setidaknya delapan bunga Bangkai, yang menurut peneliti adalah bunga asli yang hanya tumbuh di Sumatra dan Jawa, mekar di salah satu bukit di Desa Napa ini.
Dalam kasus sebelumnya, bunga-bunga yang tumbuh di atas lahan milik warga, bernama Aritonang, kerap ditebang dan dipindahkan dari habitat hidupnya ke pinggir jalan dengan alasan agar dapat diketahui khalayak.
Kemungkinan hal tersebut dilakukan karena banyak yang tidak mengetahui bahwa aksi tersebut justru merusak bunga Bangkai.
“Tentu harapannya, dengan dipasangnya spanduk ini, pemilik tanah, Pak Aritonang, dan warga yang melintas tergugah kesadarannya agar bersikap arif dan baik terhadap bunga unik dan langka ini,†harap Ketua IWO Sibolga-Tapteng Damai Mendrofa.
Selain itu menurut Damai, keputusan pemasangan spanduk juga dilakukan agar warga yang melintas mengetahui bahwa di perbukitan tersebut tumbuh subur bunga Bangkai tanpa perlu dipindahkan ke tepi jalan, serta khalayak mau ikut serta melestarikannya.
Mei Leandha, Sekretaris Jenderal KPHSU menyatakan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSA) Sumut mengkonfirmasi bahwa pihaknya juga telah menghimbau masyarakat setempat untuk ikut melestarikan bunga Bangkai.
Namun menurut Mei, sosialisasi dan himbauan tanpa pengawasan dan sanksi bagi yang melanggar akan sia-sia.
BKSDA kata Mei layaknya bisa memastikan, jika di kawasan itu adalah habitat bunga Bangkai, maka pantas dijadikan kawasan ekowisata yang akan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan penetapan habitat bunga Bangkai sebagai kawasan ekowisata, diyakini bahwa tujuan pelestarian lingkungan dan ekosistemnya dapat tercapai. (IWO/tim Iwo riaumadani.com)
Aksi yang dilakukan dengan memasang spanduk himbauan di Jalan Poriaha-Rampa di Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara berukuran 2x1 meter, yang bertuliskan: “Mohon jangan memotong/menebang, memindahkan atau merusaknya dengan cara apapun. Mari lindungi sumber daya hutanâ€.
Himbauan yang dipasang agar dilihat masyarakat ini atas koordinasi dan kerjasama dengan Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU).
Sepanjang bulan Mei tahun ini ditemukan setidaknya delapan bunga Bangkai, yang menurut peneliti adalah bunga asli yang hanya tumbuh di Sumatra dan Jawa, mekar di salah satu bukit di Desa Napa ini.
Dalam kasus sebelumnya, bunga-bunga yang tumbuh di atas lahan milik warga, bernama Aritonang, kerap ditebang dan dipindahkan dari habitat hidupnya ke pinggir jalan dengan alasan agar dapat diketahui khalayak.
Kemungkinan hal tersebut dilakukan karena banyak yang tidak mengetahui bahwa aksi tersebut justru merusak bunga Bangkai.
“Tentu harapannya, dengan dipasangnya spanduk ini, pemilik tanah, Pak Aritonang, dan warga yang melintas tergugah kesadarannya agar bersikap arif dan baik terhadap bunga unik dan langka ini,†harap Ketua IWO Sibolga-Tapteng Damai Mendrofa.
Selain itu menurut Damai, keputusan pemasangan spanduk juga dilakukan agar warga yang melintas mengetahui bahwa di perbukitan tersebut tumbuh subur bunga Bangkai tanpa perlu dipindahkan ke tepi jalan, serta khalayak mau ikut serta melestarikannya.
Mei Leandha, Sekretaris Jenderal KPHSU menyatakan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSA) Sumut mengkonfirmasi bahwa pihaknya juga telah menghimbau masyarakat setempat untuk ikut melestarikan bunga Bangkai.
Namun menurut Mei, sosialisasi dan himbauan tanpa pengawasan dan sanksi bagi yang melanggar akan sia-sia.
BKSDA kata Mei layaknya bisa memastikan, jika di kawasan itu adalah habitat bunga Bangkai, maka pantas dijadikan kawasan ekowisata yang akan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan penetapan habitat bunga Bangkai sebagai kawasan ekowisata, diyakini bahwa tujuan pelestarian lingkungan dan ekosistemnya dapat tercapai. (IWO/tim Iwo riaumadani.com)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan