Proyek RKB SDN 028 Kubang jaya
Plank Sekolah SDN 028 Kubang Jaya Siak Hulu
Dugaan Korupsi Pembangunan RKB SDN 028 Kubang Jaya Siak Hulu
Senin 06 Oktober 2014, 02:01 WIB
Plank Sekolah SDN 028 Kubang Jaya Siak Hulu
SIAK HULU. Riaumadani.com - Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru [RKB] di SD Negeri 028 Kubang Jaya kecamatan Siak hulu Kabupaten Kampar diduga kuat menyalahi bestek.
Proyek Pembangunan RKB ini menggunakan dana APBN tahun 2014 senilai Rp. 147.322.111 juta. Namun dalam realisasi pengerjaan proyek ini di duga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah di tentukan
Hal ini bersasarkan pantauan Riaumadani.com Jum'at [03/10/2014] diokasi RKB desa Kubang Jaya. Menurut laporan salah seorang warga yang tidak mau di sebutkan namanya kepada Riaumadani. com mengatakan, jenis ukuran besi tiang bangunan, rata-rata memiliki ukuran 8 mill dan juga untuk besi slop atas. Begitu juga keramik lantai merk Ikad palsu. hal ini dikatakan oleh tukang bangunan yang mengerjakan RKB tersebut.
Tukang yang berinisial T saat dijumpai Riaumadani.com mengatakan," keramik yang kita pasang sekarang merk Ikad ini tidak sama ukurannya. saat pemasangan keramik ini agak susah disebabkan ukurannya tidak sama. ini pasti paslu, karena biasanya keramik merk Ikad ini, tulisan Ikad nya ada dikotak bukan di lakban nya, ujarnya
Kepala sekolah SDN 028 Ali Imran, S.Pd ketika dikonfirmasikan, Jumat [03/10/2014] adanya penyimpangan pembangunan RKB tersebut mengatakan tidak tahu. Apalagi keramiknya banyak sejumlah 150 kotak, dan itu bukan kesalahan kita karena dari toko bangunannya. Ada 5 sekolah yang sama menggunakan keramik yang sama", terangnya.
Anehnya lagi, ALi Imran ketika ditanyakan Riaumadani. com, Toko tempat pembelian Keramik mengatakan tidak tahu juga, karena yang membeli bukan saya tapi kawan, "ujarnya
Menyikapi hal ini, Sekretaris Jendra LSM Pemantau Pembangunan Imfrastruktur Riau [PPIR] Tamrin Ismail saat dimintai tanggapanya oleh media ini mengatakan, "Untuk mengusut ada tidaknya dugaan korupsi pada proyek tersebut, tidaklah terlalu sulit. Apa lagi, pekerjaan tersebut belum selesai dikerjakan. Caranya cukup dengan meminta data Bestek pengerjaan RKB ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Dari situ nanti diketahui apakah gedung yang dibangun itu sudah sesuai gambar atau belum. Kemudian bahan yang digunakan sudah memenuhi standar atau belum. Karena, untuk membuktikan bahwa gedung tersebut ada unsur korupsinya harus didukung dengan data dan keterangan yang cukup,ujar Tamrin Ismail
Dikatakannya, jangankan proyek yang belum selesai dikerjakan, proyek yang sudah puluhan tahun pun masih bisa diusut korupsinya. Sepanjang data dan keterangan yang dibutuhkan memenuhi syarat untuk ditingkatkan statusnya, dari penyelidikan ke penyidikan," katanya.**
Proyek Pembangunan RKB ini menggunakan dana APBN tahun 2014 senilai Rp. 147.322.111 juta. Namun dalam realisasi pengerjaan proyek ini di duga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah di tentukan
Hal ini bersasarkan pantauan Riaumadani.com Jum'at [03/10/2014] diokasi RKB desa Kubang Jaya. Menurut laporan salah seorang warga yang tidak mau di sebutkan namanya kepada Riaumadani. com mengatakan, jenis ukuran besi tiang bangunan, rata-rata memiliki ukuran 8 mill dan juga untuk besi slop atas. Begitu juga keramik lantai merk Ikad palsu. hal ini dikatakan oleh tukang bangunan yang mengerjakan RKB tersebut.
Tukang yang berinisial T saat dijumpai Riaumadani.com mengatakan," keramik yang kita pasang sekarang merk Ikad ini tidak sama ukurannya. saat pemasangan keramik ini agak susah disebabkan ukurannya tidak sama. ini pasti paslu, karena biasanya keramik merk Ikad ini, tulisan Ikad nya ada dikotak bukan di lakban nya, ujarnya
Kepala sekolah SDN 028 Ali Imran, S.Pd ketika dikonfirmasikan, Jumat [03/10/2014] adanya penyimpangan pembangunan RKB tersebut mengatakan tidak tahu. Apalagi keramiknya banyak sejumlah 150 kotak, dan itu bukan kesalahan kita karena dari toko bangunannya. Ada 5 sekolah yang sama menggunakan keramik yang sama", terangnya.
Anehnya lagi, ALi Imran ketika ditanyakan Riaumadani. com, Toko tempat pembelian Keramik mengatakan tidak tahu juga, karena yang membeli bukan saya tapi kawan, "ujarnya
Menyikapi hal ini, Sekretaris Jendra LSM Pemantau Pembangunan Imfrastruktur Riau [PPIR] Tamrin Ismail saat dimintai tanggapanya oleh media ini mengatakan, "Untuk mengusut ada tidaknya dugaan korupsi pada proyek tersebut, tidaklah terlalu sulit. Apa lagi, pekerjaan tersebut belum selesai dikerjakan. Caranya cukup dengan meminta data Bestek pengerjaan RKB ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Dari situ nanti diketahui apakah gedung yang dibangun itu sudah sesuai gambar atau belum. Kemudian bahan yang digunakan sudah memenuhi standar atau belum. Karena, untuk membuktikan bahwa gedung tersebut ada unsur korupsinya harus didukung dengan data dan keterangan yang cukup,ujar Tamrin Ismail
Dikatakannya, jangankan proyek yang belum selesai dikerjakan, proyek yang sudah puluhan tahun pun masih bisa diusut korupsinya. Sepanjang data dan keterangan yang dibutuhkan memenuhi syarat untuk ditingkatkan statusnya, dari penyelidikan ke penyidikan," katanya.**
| Editor | : | Amsarudin |
| Kategori | : | Hukum |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan