Golkar Kritik SBY, Ini Pembelaan Ruhut
Senin 12 Mei 2014, 01:32 WIB
Ket.Foto int
JAKARTA. Riaumadani.com - Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan partainya menahan diri untuk berkoalisi dengan Partai Golkar lantaran kisruh yang terjadi di dalam partai itu. Ruhut pun menduga posisi Golkar kian terjepit karena konflik internal.
"Dilihat dari sejarahnya, pada tahun 2004 dan 2009, Golkar selalu pecah kongsi mana kala mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden. Ini yang buat pertimbangan bagi kami," ujar Ruhut saat dihubungi, Minggu [11/5/2014].
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat itu pun menilai, atas dasar itulah, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang juga bakal calon presiden, enggan menjalin komitmen dengan Partai Golkar.
Kendati demikian, lanjut Ruhut, sebagai partai dengan perolehan suara terbesar kedua, Golkar akan tetap diminati. Ruhut pun berkeyakinan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yuhdoyono akan kembali mengumpulkan partai-partai koalisi saat ini yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab).
Ruhut menanggapi santai atas keluhan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad yang menilai SBY tidak responsif atas upaya pendekatan yang dilakukan Partai Golkar. “Kami berterima kasih atas kritik pak Fadel. Ini akan dibicarakan dalam tanggal 13-15 Mei ini. Harap diingat bahwa Bapak SBY tentu akan menjaga chemistry dengan teman-teman di koalisi saat ini. Posisi kami masih sangat cair dalam menentukan koalisi, "ucap Ruhut.
Golkar Kecewa
Sebelumnya, Partai Golkar mengungkapkan kekecewaannya terhadap SBY lantaran belum mau menyediakan waktu untuk bertemu dengan Ical. “Yang kami tunggu sebenarnya SBY. Saya pribadi sebagai Waketum merasa sangat kecewa dengan siakp SBY yang tidak mengambil peran apa pun. Kami minta waktu berbicara untuk bertemu, tidak mau," ujar Fadel. **
"Dilihat dari sejarahnya, pada tahun 2004 dan 2009, Golkar selalu pecah kongsi mana kala mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden. Ini yang buat pertimbangan bagi kami," ujar Ruhut saat dihubungi, Minggu [11/5/2014].
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat itu pun menilai, atas dasar itulah, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang juga bakal calon presiden, enggan menjalin komitmen dengan Partai Golkar.
Kendati demikian, lanjut Ruhut, sebagai partai dengan perolehan suara terbesar kedua, Golkar akan tetap diminati. Ruhut pun berkeyakinan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yuhdoyono akan kembali mengumpulkan partai-partai koalisi saat ini yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab).
Ruhut menanggapi santai atas keluhan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad yang menilai SBY tidak responsif atas upaya pendekatan yang dilakukan Partai Golkar. “Kami berterima kasih atas kritik pak Fadel. Ini akan dibicarakan dalam tanggal 13-15 Mei ini. Harap diingat bahwa Bapak SBY tentu akan menjaga chemistry dengan teman-teman di koalisi saat ini. Posisi kami masih sangat cair dalam menentukan koalisi, "ucap Ruhut.
Golkar Kecewa
Sebelumnya, Partai Golkar mengungkapkan kekecewaannya terhadap SBY lantaran belum mau menyediakan waktu untuk bertemu dengan Ical. “Yang kami tunggu sebenarnya SBY. Saya pribadi sebagai Waketum merasa sangat kecewa dengan siakp SBY yang tidak mengambil peran apa pun. Kami minta waktu berbicara untuk bertemu, tidak mau," ujar Fadel. **
| Editor | : | Sumber : kompas |
| Kategori | : | Politik |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham