Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
PENYAKIT ANEH
Derita Penyakit Aneh, Junaidi Terbaring Kaku Selama 20 Tahun
Rabu 13 Desember 2017, 21:36 WIB
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kampar Mirdas Aditya beserta beberapa orang awak media dan anggota DPRD Kampar dari Komisi II Syahrul Aidi,Lc.MA mengunjungi rumah Junaidi Rabu

KAMPAR, RIAUMADANI. com – Junaidi warga RT.02 RW.01 Dusun1 Desa Limau Manis Kecamatan Kampar menderita penyakit aneh yang membuat perkembangan Fisiknya tak seperti usianya yang sudah 20 tahun dan tak bisa berkomunikasi alias bicara.

Didampingi Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kampar Mirdas Aditya beserta beberapa orang awak media Syahrul Aidi,Lc.MA anggota DPRD Kampar Komisi II Rabu pagi (13/12/2017) berkunjung ke rumah Junaidi yang tinggal bersama kakeknya Muhammad Ali (80 tahun) dan neneknya Khairia (70 tahun).

Menurut Khairia cucunya ini mulai menderita penyakit aneh sejak umur tiga bulan dan setelah itu perkembangan fisiknya tak normal hingga saat ini yang seperti tubuh balita dan tak bisa bergerak sedikitpun. Yang kita lihat hanya ketawa fan tangisannya,” ungkap neneknya.


Ket. Poto Junaidi warga RT.02 RW.01 Dusun1 Desa Limau Manis Kecamatan Kampar menderita penyakit aneh yang membuat perkembangan Fisiknya tak seperti usianya yang sudah 20 tahun dan tak bisa berkomunikasi alias bicara.

“Ibu Junaidi sudah meninggal disaat ia masih bayi dan ayahnya pun pergi meninggalkannya. Dulu pernah dilakukan pengobatan secara alternatif dan medis, namun karena keterbatasan dana membuat kami pasrah,” ujarnya.

Ditambahkan Kairia, untuk kebetuhan sehari – hari kami hanya bergantung dari pemberian pamannya yang juga hidup pas – pasan dan hingga saat ini Junaidi hanya mendapat bantuan dari Dinsos Rp 300 ribu perbulan,” imbuhnya.

Sementara itu Syahrul Aidi sangat menyayangkan hal seperti ini yang sudah berlangsung lama dan tak ada perhatian sedikitpun dari pihak terkait padahal ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tutur Syahrul.

Syahrul meminta kepada RT, RW dan perangkat Desa dan yang terpenting Kades harus cepat tanggap untuk membantu warganya yang membutuhkan, apalagi ini menyangkut keberlangsungan hidip seseorang,” tegas Syahrul.

“Petugas medis yang bertugas di daerah ini hendaknya bisa lebih proaktif dan menjemput bola, “kan aneh juga Pustu tak jauh dari rumah Junaidi. Kedepannya Syahrul berharap kasus seperti Junaidi ini tak terulang lagi,” tutup Syahrul. (man)




Editor : Tis.
Kategori : Kampar
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top