Kamis, 29 Januari 2026

Breaking News

  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
  • Pemkab Bengkalis Dorong Kolaborasi Pemerintah, Baznas dan Dunia Usaha dalam Pengelolaan Zakat   ●   
  • Kabupaten Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: "Ini Investasi Keselamatan Rakyat"   ●   
  • Wabup Syamsurizal Tegaskan, Pejabat Siak Kerja Harus Maksimal dan Kejar PAD demi Kesejahteraan Rakya   ●   
Diduga Aniaya dan Siksa Pembantu
Seorang Dokter Gigi di Bangkinang Dilaporkan ke Polres Kampar
Sabtu 02 Desember 2017, 22:34 WIB
Ika Indah Sri Wahyuni (21 Thn) warga Sei Maki Kuok Korban Penganiayaan majikan.
BANGKINANG RIAUMADANI. com - Lagi-lagi kekerasan majikan kepada pembantu rumah tangga terjadi. Kali ini menimpa Ika Indah Sri Wahyuni (21 Thn) warga Sei Maki Kuok yang berprofesi sebagai seorang pembantu rumah tangga pada seorang dokter gigi inisial SA, yang membuka praktek di jalan Agussalim Bangkinang Kampar.

Ika mengaku kerap mendapat penganiayaan di sekujur tubuhnya berupa pukulan pakai botol, tang gigi, gayung dan sering juga disiram pakai air.

PRT yang baru 3 bulan bekerja di rumah SA tersebut mengaku selalu mendapat perlakuan kasar dari majikannya itu semenjak bulan terakhir ini. Kepala, punggung, wajah dan anggota tubuh lainnya sering menjadi sasaran amukan si majikan.

Kejadian ini baru diketahui masyarakat kemaren tanggal 30 Desember 2017 pukul 20.00 WIB.

Menurut pengakuan korban, saat itu dirinya dipukul pakai gayung berulang-ulang di bagian punggung sehingga mengakibatkan lebam setelah sebelumnya dipukul pakai botol di belakang kepala.

Polisi yang mendapat laporan dari masyarakat segera menuju TKP dan mengeluarkan korban dari dalam rumah, selanjutnya diantar ke Rumah Sakit Umum Daerah Kampar.

Berdasarkan pantauan datariau.com, Sabtu (2/12/2017) saat ini korban sedang menjalani perawatan intensif di ruangan Ali Bin Abi Tholib 1 Lantai III RSUD Kampar.

Saat ini Ika masih terbaring lemah dengan hampir sekujur tubuh mengalami luka-luka dan lebam.

"Saya 2 bulan terakhir ini selalu dipukul oleh majikan saya. Alasannya kata majikan karena saya sering terlambat dalam bekerja," ungkap Ika.

Sehari setelah kejadian, orang tua Ika yang bernama Sukimin warga Sei Maki Kuok segera membuat laporan ke Polres Kampar dengan nomor surat LP/301/XII/2017/RIAU/RES KAMPAR.




Editor : Tis.
Kategori : Kampar
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top