Senin, 3 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
Razia Narkoba
BNN Riau Ciduk 31 Orang di Tempat Hiburan Malam, 2 Oknum Jaksa dan 4 PNS
Kamis 16 November 2017, 23:19 WIB
BNN Provinsi Riau menggelar razia dadakan di tempat hiburan malam di Selatpanjang, Kepulauan Meranti. Hasilnya 31 orang diamankan karena diduga positif Amphetamine dan Methamphetamine.
SELATPANJANG, RIUMADANI.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau menggelar razia dadakan di tempat hiburan malam di Selatpanjang, Kepulauan Meranti. Hasilnya 31 orang diamankan karena diduga positif Amphetamine dan Methamphetamine.

Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Riau AKBP Haldun menerangkan, gabungan Tim BNNP Riau melakukan razia di tempat-tempat rawan peredaran narkotika di Selatpanjang dalam rangka kegiatan Ops Bersinar. Tim turun pada Rabu (15/11) malam, pukul 23.00 wib hingga Kamis (16/11) pukul 02.00 wib dinihari.

Upaya tim ternyata membuahkan hasil, setelah mendapati salah satu sasaran tempat hiburan yang rawan terlibat peredaran narkotika. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 31 orang berhasil diamankan positif Amphetamine dan Methaphetamine.

"Di tempat hiburan jalan Yos Sudarso Selatpanjang 31 orang diamankan. Satu tempat lagi nihil. Kemudian ada sebanyak 5 tempat hiburan lainnya semuanya tutup," ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/11/2017).

Dari 30 orang tersebut, diantaranya 19 laki-laki dan 12 perempuan. Mereka terdiri dari 4 PNS, 2 oknum Jaksa, dan 25 warga sipil.

"Mereka yang terjaring ini dilakukan pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik BNNP untuk mengetahui asal usul perolehan narkotikanya," jelasnya.

Setelah itu, pelaku dugaan pengguna narkotika tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dorak. Untuk dilakukan assesment guna menentukan tingkat ketergantungan masing-masing.

"Pengguna narkotika tersebut akan dilakukan assesment oleh tim assesment RSUD. Setelah itu ke tahap rehabilitasi," kata Haldun.




Editor : Tis.
Kategori : Meranti
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top