Klarifikasi Kapolda Riau
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Nandang
Kapolda Riau Irjen Pol Nandang Klarifikasi Berita Hoax Soal TNI
Senin 23 Oktober 2017, 02:07 WIB
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Nandang mengklarifikasi berita yang diterbitkan oleh sebuah media online di Riau yang dalam beberapa hari ini menjadi viral.
‎Berita tersebut di muat oleh wahanariau.com yang dilansir pada Jumlah 20 Oktober 2017, berjudul "Kapolda Riau: Negara Boleh Tak Ada Tentara, Tapi Polisi Harus Ada".
Berita itu dimuat dalam acara Silaturahmi Kapolda Riau bersama Pemred dan Wartawan Mitra Kepolisian yang digelar Rabu, 18 Oktober 2017 malam di salah satu restoran di Pekanbaru.
"Isi berita itu tidak seperti yang sebenarnya. Saya waktu itu menjelaskan peran penting Media dalam tugas TNI dan Polri. Harusnya di muat dari awal sambutan saya, jangan sepenggal-sepenggal," ungkap Nandang kepada wartawan, Minggu (22/10/17).
Awalnya, kata Nandang, Ia menjelaskan bahwa Polri dan TNI harus bersinergi dengan empat pilar, istilah yang dibuat.
"Paling pokok, bagaimana bersinergi dengan empat Pilar. Polri, TNI, Pemda dan Pranata Sosial. Agar tujuan nasional berupa wawasan nusantara, ketahanan nasional, pembangunan, penegakan ham dan hukum, dapat tercapai. Keempat pilar ini berkontribusi dan bersinergi termasuk dengan dengan media," kata Nandang.
Lebih lanjut, diungkapkannya, ‎sinergi itu tujuanya termasuk untuk pengelolaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Keberadaan Bhayangkara Pembina Kamtibmas‎ (Bhabinkamtibmas) Polri, kata Nandang, perlu disiapkan dengan baik untuk tujuan itu.
"Saat acara dengan wartawan itu saya sampaikan bahwa pagi sebelum acara itu saya baru mengumpulkan ratusan Bhabinkamtibmas. Saya rasa perlu saya perlu sampaikan itu di depan wartawan," kata Nandang.
Kepada Bhabinkamtibmas, pagi itu, Nandang menyampaikan empat pilar tadi. Dan hal itu diulangnya kembali saat dihadapan wartawan.
Kemudian Nandang menyebutkan, ‎contohnya, untuk menertibkan arus lalu lintas, menjaga hubungan antar masyarakat, keberadaan Bhabinkamtibmas sangat diperlukan.
"Ketika saya sebut TNI itu, bukan dalam konteks untuk penting atau tidak penting, tapi dalam konteks menguatkan Bhabinkamtibmas. Karena tugasnya masing-masing beda. Justru saya menyampaikan kepada Bhabin bahwa TNI itu mitra paling dekat. Jadi tak seperti yang diberitakan itu," lanjut Nandang.
Akibat informasi yang beredar ini, Nandang pun menyatakan memoho‎n maaf kepada masyarakat dan pihak-pihak yang membaca dan mendengar berita yang menurutnya tak benar itu.
"Saya hanya memberikan gambaran di negara-negara tertentu bukan di Republik ini. ‎Itu ilustrasi untuk sinergitas TNI-Polri, jangan di analogkan. Harusnya secara utuh dicermati sambutan saya.. Bahkan, saya meminta media untuk mencerdaskan, demokratis dan tidak memprovokasi," lanjutnya.
Ditempat yang sama, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, menjelaskan, media yang bersangkutan tidak tercatat hadir dalam absensi wartawan yang hadir saat acara itu.
"Ada puluhan wartawan baik lokal dan nasional serta beberapa Pemred media hadir ketika itu. Tak satupun ada yang memberitakan itu karena Bapak Kapolda menyampaikan konteks yang normatif. Kalau ada pernyataan ‎yang tendensius, saya rasa wartawan yang hadir pada hari itu pasti akan memuat ketika itu juga," kata Guntur.
Setelah di pantau, lanjut Guntur, media itu malah memuat berita itu pada hari Jumat, dua hari kemudian. Kemudian, ternyata media itu mengutip dari sumber lain yang tidak memuat seperti judul itu.
"Bahkan, hasil monitoring kita sore tadi sekitar pukul 18.00 wib. Berita di media itu telah dihapus oleh media itu sendiri. Dan, sudah kita cek, media itu tidak terdaftar di dewan pers," jelas Guntur.
Guntur menambahkan, pihaknya sangat menyayangkan adanya aksi penggiat media yang memuat berita memprovokasi itu. Namun sejauh ini, pihaknya baru sebatas mengklarifikasi berita itu.
"Upaya hukum belum, kita klarifikasi dulu agar masyarakat dan mitra kita dapat penjelasan yang sebenarnya. Hoax itu!," tutup Guntur.
Untuk diketahui, judul berita yang dimuat media tersebut jadi perguncingan di media sosial. Dari screenshot media tersebut sebelum dihapus, berita itu telah dibaca sebanyak 60.812‎ kali. [*]
Sumber : Beritariau
| Editor | : | Tis-Rls |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Jumat 30 Januari 2026, 07:03 WIB
Bupati Bengkalis Resmikan Pembangunan Pengembangan RSU Mutiasari di Mandau
Selasa 13 Januari 2026
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham