Penertiban PKL
Satpol PP Kota Pekanbaru bersama tim yustisi lainnya
kembali membersihkan jalur lambat pasar pagi Arengka, Rabu (11/10/2017)
pagi.
Penertiban Pedagang Satpol PP Pekanbaru Nyaris Bentrok dengan PKL Pasar Arengka
Selasa 17 Oktober 2017, 23:10 WIB
Satpol PP Kota Pekanbaru bersama tim yustisi lainnya
kembali membersihkan jalur lambat pasar pagi Arengka, Rabu (11/10/2017)
pagi.
PEKANBARU RIAUMADANI.com - Satpol PP Kota Pekanbaru bersama tim yustisi lainnya kembali membersihkan jalur lambat pasar pagi Arengka, Rabu (11/10/2017) pagi. Pembersihan kali ini mendapat penolakan dan nyaris terlibat bentrok.
Kepala Badan Satpol PP Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian mengatakan ada upaya sekelompok orang untuk melakukan perlawanan. Situasi saat penertiban kali ini cukup tegang.
"Situasi sedikit memanas dan ada upaya upaya sekelompok orang untuk melakukan perlawanan," kata Zulfahmi.
Meski sempat ada penolakan, tim kemudian melakukan mediasi yang diikuti pedagang di dalam pasar dan PKL yang membuka lapak di kawasan jalur lambat pasar.
Personel Satpol PP terus membuka lapak dan terpal yang menyalahi aturan. Satpol PP juga membakar lapak kayu mikik PKL yang nekat berjualan di area terlarang.
Sementara itu Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (DPP) Pekanbaru Tengku Firdaus yang ikut dalam penertiban menyebut gesekan antara tim PKL di Pasar Pagi Arengka terjadi karena miskomunikasi.
Ia juga membenarkan pedagang yang biasanya berdagang di jalur lambat menolak untuk dipindahkan ke dalam pasar. Alasannya, biaya yang dikeluarkan untuk membuka lapak di dalam sangat mahal dan sepi pembeli.
"Situasi seperti itu tidak berlangsung lama dan sekarang sudah kondusif. Setelah dimediasi ternyata ini cuma miskomunikasi," kata dia.
Lanjutnya, dari mediasi yang dilakukan diketahui bahwa harga sewa lapak di dalam Pasar Pagi Arengka cuma Rp3,7 juta setahun jika dihitung perhari hanya Rp10.500. Hanya saja yang dikeluhkan sepi pembeli.
"Ini jauh lebih murah jika dibandingkan harga setoran di luar yang berkisar Rp30 ribu setiap harinya," jelas Firdaus.
Ia juga mengungkap, sebenarnya kapasitas atau daya tampung di dalam pasar, sangat cukup untuk menerima seluruh PKL yang ada di luar.
"Dari data kita, daya tampung ada 300 lapak lagi dan PKL di luar yang tetap ada sekitaran 300," ungkapnya.
Ia juga mengimbau pengelola pasar harus bisa memberikan solusi. Terlebih, pemilik lapak di dalam pasar juga ada yang berjualan di kawasan terlarang.
"Itu tinggal diatur saja. Maka dari itu kita imbau pengelola pasar pagi Arengka untuk bersama sama mencarikan solusi masalah ini. Intinya tidak ada PKL yang di luar lagi," tegasnya.
Kepala Badan Satpol PP Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian mengatakan ada upaya sekelompok orang untuk melakukan perlawanan. Situasi saat penertiban kali ini cukup tegang.
"Situasi sedikit memanas dan ada upaya upaya sekelompok orang untuk melakukan perlawanan," kata Zulfahmi.
Meski sempat ada penolakan, tim kemudian melakukan mediasi yang diikuti pedagang di dalam pasar dan PKL yang membuka lapak di kawasan jalur lambat pasar.
Personel Satpol PP terus membuka lapak dan terpal yang menyalahi aturan. Satpol PP juga membakar lapak kayu mikik PKL yang nekat berjualan di area terlarang.
Sementara itu Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (DPP) Pekanbaru Tengku Firdaus yang ikut dalam penertiban menyebut gesekan antara tim PKL di Pasar Pagi Arengka terjadi karena miskomunikasi.
Ia juga membenarkan pedagang yang biasanya berdagang di jalur lambat menolak untuk dipindahkan ke dalam pasar. Alasannya, biaya yang dikeluarkan untuk membuka lapak di dalam sangat mahal dan sepi pembeli.
"Situasi seperti itu tidak berlangsung lama dan sekarang sudah kondusif. Setelah dimediasi ternyata ini cuma miskomunikasi," kata dia.
Lanjutnya, dari mediasi yang dilakukan diketahui bahwa harga sewa lapak di dalam Pasar Pagi Arengka cuma Rp3,7 juta setahun jika dihitung perhari hanya Rp10.500. Hanya saja yang dikeluhkan sepi pembeli.
"Ini jauh lebih murah jika dibandingkan harga setoran di luar yang berkisar Rp30 ribu setiap harinya," jelas Firdaus.
Ia juga mengungkap, sebenarnya kapasitas atau daya tampung di dalam pasar, sangat cukup untuk menerima seluruh PKL yang ada di luar.
"Dari data kita, daya tampung ada 300 lapak lagi dan PKL di luar yang tetap ada sekitaran 300," ungkapnya.
Ia juga mengimbau pengelola pasar harus bisa memberikan solusi. Terlebih, pemilik lapak di dalam pasar juga ada yang berjualan di kawasan terlarang.
"Itu tinggal diatur saja. Maka dari itu kita imbau pengelola pasar pagi Arengka untuk bersama sama mencarikan solusi masalah ini. Intinya tidak ada PKL yang di luar lagi," tegasnya.
| Editor | : | Tis-RLS |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan