Selasa, 4 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
Bom Molotov
Perkembangan Penyelidikan Polres Pekanbaru, Pasca Bom Molotov Rumah Politisi Golkar
Senin 09 Oktober 2017, 22:53 WIB
Kapolresta Pekanbaru Kombes (Pol) Susanto. [Foto: Pung]
PEKANBARU. RIAUMADANI. com - Pasca Bom Molotov di Pekanbaru, Selasa (3/10) lalu, oleh OTK (Orang Tak Dikenal) yang menimpa rumah seorang Politisi sekaligus Anggota DPRD Riau Supriati. Kasus ini membuat aparat Kepolisian bekerja ekstra untuk mendalami motif tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya rumah politisi Partai Golkar Riau, Supriati di jalan Dwikora,Kelurahan Sukamaju, Kota Pekanbaru.

Dari pengamatan di TKP (Tempat Kejadian Perkara), lemparan botol berisi bensin bersumbu api itu diduga mengenai lantai teras, pecahan botol dan isinya tersebar memanjang ke arah rumah.

Namun hanya sedikit bensin yang sampai ke dinding rumah tersebut. Tampak di TKP bekas terbakar di daun bunga dalam pot di sudut luar teras rumah hingga ke dinding.

Kapolresta Pekanbaru Kombes (Pol) Susanto, usai menghadiri acara Hari Kanker Internasional yang digelar di kantor Kejaksaan Negeri Pekanbaru baru-baru ini.

Ketika dimintai keterangannya terkait bom molotov di rumah Anggota DPRD Riau Supriati, Kombes (Pol) Susanto memberikan beberapa keterangan.

"Saat ini tim kami masih menjalani olah TKP selanjutnya pemeriksaan terhadap saksi-saksi nanti baru kita lihat tindak lanjut dari olah TKP," beber Susanto.

Ketika disinggung berapa orang saksi yang menjalani pemeriksaan atas kasus tersebut, Susanto mengatakan, sebanyak tiga orang saksi saat ini sedang menjalani pemeriksaan, yang jelas ada barang bukti berupa pecahan dan bahan untuk molotov.

"Nanti kita lihat bagaimana kelanjutannya," tutup Susanto di akhir stagmennya. **




Editor : Tis-rls
Kategori : Hukum
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top