Swasembada Pangan
Kabupaten Rokan hilir melalui sektor Pertanian turut dan terus mengukir prestasi ditingkat Nasional.
Kabupaten Rohil Mengukir Prestasi Sektor Pertanian Menuju Swasembada Pangan
Minggu 01 Oktober 2017, 23:57 WIB
Advetorial Pemkab Rohil
BAGANSIAPIAPI. RIAUMADANI. com - Bupati Kabupaten Rohil, H Suyatno tergolong intens mengawasi pelaksanaan sejumlah program pertanian di daerah yang ia pimpin, antara lain dimaksudkan untuk mengejar target swasembada beras di Rohil dalam menciptakan Ketahanan Pangan secara nasional yang sudah digariskan oleh pemerintah pusat.
Hal itu terlihat Program ketahanan pangan dimasa kepemimpinan Bupati Rohil H Suyatno terus mengukir prestasi dengan keberhasilnya membina berbagai kelompok tani dalam memacu peningkatan sektor pertanian hingga pencapaian swasembada pangan. Penerapan program ini dinilai berhasil dengan meningkatnya taraf kehidupan masyarakat petani.
Kabupaten Rokan hilir melalui sektor Pertanian turut dan terus mengukir prestasi ditingkat Nasional. Penilaian itu, yakni meliputi pengelolaan serta pembinaan terhadap kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan sampai dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani melalui program-program yang diterapkan.
Tentunya Kepemimpinan H Suyatno dalam menciptakan kehidupan masyarakat tani yang lebih baik sudah terbukti. Buktinya, sejumlah prestasi telah banyak yang berhasil diukir oleh petani Rohil di tingkat Nasional. sejak tahun 2006 lalu, sampai saat ini. Kelompok Tani Moro Seneng di Muktijaya, Kecamatan Rimbamelintang meraih prestasi nasional dalam pengelolaan Tata Air Mikro (TAM).
Kemudian, pada tahun 2007 giliran Kelompok Tani Sumber Harapan Muktijaya Kecamatan Rimbamelintang meraih prestasi nasional dalam Pengelolaan TAM. Masih di tahun sama yakni tahun 2007, Kelompok Tani Kedele Rokanbaru Kecamatan Pekaitan meraih prestasi ketahanan pangan tingkat nasional.
Selanjutnya, pada tahun 2010 giliran Kelompok Mikro Tani Pedamaran Kecamatan Pekaitan meraih prestasi nasional di bidang pengelolaan TAM. "Kalau 2011 ini, adalah Gapoktan Muktijaya Kecamatan Rimbamelintang yang meraih prestasi nasional dalam pengelolaan Gapoktan sekaligus penyuluh swadaya Kepenghuluan Paritaman juga meraih prestasi nasional. Ditahun ini 2015 ini, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Muktijaya, Kecamatan Rimbamelintang, kembali mengukir prestasi secara gemilang.
Gapoktan di bawah binaan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Rohil telah diundang ke Istana Jakarta untuk menerima penghargaan tingkat nasional sebagai Gapoktan berprestasi.
Untuk mencapai dan meraih penghargaan berprestasi sampai tingkat nasional ini, banyak seleksi dan tahapan yang harus dilewati oleh Gapoktan Muktijaya. Yakni melalui seleksi tingkat kabupaten dan Provinsi Riau hingga sampai ke tingkat nasional. Malahan, tim dari kabupaten dan provinsi serta pusat untuk ke lapangan untuk melakukan penilaian.
Penilaian itu, yakni peliputi pengelolaan serta pembinaan terhadap kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan sampai dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani melalui program-program yang diterapkan.
Sebagaimana yang kita ketahui, kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Mukti Jaya cukup banyak. Yakni 10 kelompok tani, 4 kelompok pembudidaya perikanan, 2 kelompok peternak, 2 kelompok wanita tani dan 4 kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Dengan diundangnya Gapoktan Muktijaya ke Istana negara itu setidaknya dapat memotivasi bagi petani untuk meningkatkan usaha taninya.
Kearifan Suyatno sebagai pemimpin Rohil sudah tak diragukan lagi, berbagai sektor sudah terbukti menuai prestasi sebagaimana diketahui baik itu dari kabar mulut maupun dari media massa.

Pemerintah Daerah Kabupaten Rohil bertekad swasembada pangan 2017 mendatang. Keberhasilan itu diyakini dapat dicapai bekerjasama dengan Pemda, TNI dan kelompok tani.

Bahwa diketahui juga dahulu ketika masih bergabung dengan Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir merupakan lumbung padi terbesar di Propinsi Riau. Namun, kini produksi padi menurun lantara banyaknya alih fungsi lahan.
Untuk mengembalikan kejayaan masa lalu dalam program peningkatan ketahanan pangan Nasional, Pemerintah daerah bergandeng tangan bersama TNI-AD, kelompok tani, untuk mengatasi persoalan ini nantinya.
Hasilnya dapat dirasakan dalam tiga tahun kedepan, sektor pertanian di Kabupaten Rohil dapat meningkat pesat, dan berkembang sebagai salah satu daerah penghasil lumbung padi terbesar di Propinsi Riau.
Sebagaimana yang diintruksikan Priseden RI Joko Widodo, bahwa Indonesia harus menjadi daerah swasembada pangan. Dari pada itu, pemerintah daerah bersama DPRD berupaya memajukan sektor pertanian, jagung dan kedelai dalam tiga tahun kedepan. Terpenting, menurut bupati, kabupaten Rohil harus menjadi yang terbaik dalam bidang pertanian dan palawija
Terbukti, Kabupaten Rohil masih yang terbaik kedelainya. Dan, daerah Darusalam daerahnya sangat potensi untuk tanaman kedelai danjagung, harapan tersebut agar bisa tetap dipertahankan. Targetnya, Indonesia harus menjadi daerah swasemnda pangan 2017 ini. (Advertorial Pemkab Rohil)
BAGANSIAPIAPI. RIAUMADANI. com - Bupati Kabupaten Rohil, H Suyatno tergolong intens mengawasi pelaksanaan sejumlah program pertanian di daerah yang ia pimpin, antara lain dimaksudkan untuk mengejar target swasembada beras di Rohil dalam menciptakan Ketahanan Pangan secara nasional yang sudah digariskan oleh pemerintah pusat.
Hal itu terlihat Program ketahanan pangan dimasa kepemimpinan Bupati Rohil H Suyatno terus mengukir prestasi dengan keberhasilnya membina berbagai kelompok tani dalam memacu peningkatan sektor pertanian hingga pencapaian swasembada pangan. Penerapan program ini dinilai berhasil dengan meningkatnya taraf kehidupan masyarakat petani.
Kabupaten Rokan hilir melalui sektor Pertanian turut dan terus mengukir prestasi ditingkat Nasional. Penilaian itu, yakni meliputi pengelolaan serta pembinaan terhadap kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan sampai dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani melalui program-program yang diterapkan.
Tentunya Kepemimpinan H Suyatno dalam menciptakan kehidupan masyarakat tani yang lebih baik sudah terbukti. Buktinya, sejumlah prestasi telah banyak yang berhasil diukir oleh petani Rohil di tingkat Nasional. sejak tahun 2006 lalu, sampai saat ini. Kelompok Tani Moro Seneng di Muktijaya, Kecamatan Rimbamelintang meraih prestasi nasional dalam pengelolaan Tata Air Mikro (TAM).
Kemudian, pada tahun 2007 giliran Kelompok Tani Sumber Harapan Muktijaya Kecamatan Rimbamelintang meraih prestasi nasional dalam Pengelolaan TAM. Masih di tahun sama yakni tahun 2007, Kelompok Tani Kedele Rokanbaru Kecamatan Pekaitan meraih prestasi ketahanan pangan tingkat nasional.
Selanjutnya, pada tahun 2010 giliran Kelompok Mikro Tani Pedamaran Kecamatan Pekaitan meraih prestasi nasional di bidang pengelolaan TAM. "Kalau 2011 ini, adalah Gapoktan Muktijaya Kecamatan Rimbamelintang yang meraih prestasi nasional dalam pengelolaan Gapoktan sekaligus penyuluh swadaya Kepenghuluan Paritaman juga meraih prestasi nasional. Ditahun ini 2015 ini, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Muktijaya, Kecamatan Rimbamelintang, kembali mengukir prestasi secara gemilang.
Gapoktan di bawah binaan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Rohil telah diundang ke Istana Jakarta untuk menerima penghargaan tingkat nasional sebagai Gapoktan berprestasi.
Untuk mencapai dan meraih penghargaan berprestasi sampai tingkat nasional ini, banyak seleksi dan tahapan yang harus dilewati oleh Gapoktan Muktijaya. Yakni melalui seleksi tingkat kabupaten dan Provinsi Riau hingga sampai ke tingkat nasional. Malahan, tim dari kabupaten dan provinsi serta pusat untuk ke lapangan untuk melakukan penilaian.
Penilaian itu, yakni peliputi pengelolaan serta pembinaan terhadap kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan sampai dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani melalui program-program yang diterapkan.
Sebagaimana yang kita ketahui, kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Mukti Jaya cukup banyak. Yakni 10 kelompok tani, 4 kelompok pembudidaya perikanan, 2 kelompok peternak, 2 kelompok wanita tani dan 4 kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Dengan diundangnya Gapoktan Muktijaya ke Istana negara itu setidaknya dapat memotivasi bagi petani untuk meningkatkan usaha taninya.
Kearifan Suyatno sebagai pemimpin Rohil sudah tak diragukan lagi, berbagai sektor sudah terbukti menuai prestasi sebagaimana diketahui baik itu dari kabar mulut maupun dari media massa.

Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten
Rohil guna meningkatkan hasil produksi pertanian yang bertujuan untuk
kesejahteraan masyarakat, salah satunya antara lain, saat ini Pemerintah
Kabupaten Rohil tengah mencanangkan kawasan pertanian dengan membuat
pusat padi.
Pasalnya, komoditas padi memiliki beberapa keunggulan dalam
pengembanganya yang tercermin dari nilai ekonomis tinggi dengan potensi
pasar/permintaan yang cukup besar dan dapat diandalkan sebagai sumber
pendapatan petani. Dengan menjadikan kawasan pangan sampai mendunia,
Pemkab Rohil mempercepat pembangunan kesejahteraan petani. Untuk itu,
guna meningkatkan hasil produksi yang lebih baik lagi, maka saat ini
Pemkab Rohil tengah melakukan penataan kawasan pertanian sentra padi di
desa tersebut. Dengan adanya, penataan kawasan ini, ditargetkan ke depannya hasil
produksi padi ini dapat meningkat dengan menerapkan sitem dua kali
penananaman padi serentak selama setahun. Bahwa sejak tahun 2014 ini
sudah dilakukan sistem dua kali tanam serentak secara menyeluruh,
sehingga dapat menciptakan swasembada pangan padi melalui menagement.
Namun sejauh ini, perubahan iklim menjadi kendala dalam meningkatkan
hasil produksi padi. Pasalnya, tanamanan ini membutuhkan kelembaban suhu
udara yang baik. Dan masalah inilah yang perlu ditata khususnya dalam
penataan sistem pengairan sehingga program dua kali tanam padi serentak ini dapat diwujudkan. Berpijak dengan asumsi itulah, yang membulatkan keyakinan Bupati Rohil
H. Suyatno bahwa target tersebut bisa terealisasi. Menurutnya, melalui
penerapan sistem dua kali tanam padi serentak dalam setahun ini, maka
dirinya menargetkan hasil produksi padi ke depannya sebesar 50 ribu ton
untuk sekali panen. Jadi, jika program dua kali tanam ini bisa di
wujudkan, maka dalam setahun bisa melakukan hasil produksi sebesar 100
ribu ton pertahun.
Bahwa diketahui juga dahulu ketika masih bergabung dengan Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir merupakan lumbung padi terbesar di Propinsi Riau. Namun, kini produksi padi menurun lantara banyaknya alih fungsi lahan.
Untuk mengembalikan kejayaan masa lalu dalam program peningkatan ketahanan pangan Nasional, Pemerintah daerah bergandeng tangan bersama TNI-AD, kelompok tani, untuk mengatasi persoalan ini nantinya.
Hasilnya dapat dirasakan dalam tiga tahun kedepan, sektor pertanian di Kabupaten Rohil dapat meningkat pesat, dan berkembang sebagai salah satu daerah penghasil lumbung padi terbesar di Propinsi Riau.
Sebagaimana yang diintruksikan Priseden RI Joko Widodo, bahwa Indonesia harus menjadi daerah swasembada pangan. Dari pada itu, pemerintah daerah bersama DPRD berupaya memajukan sektor pertanian, jagung dan kedelai dalam tiga tahun kedepan. Terpenting, menurut bupati, kabupaten Rohil harus menjadi yang terbaik dalam bidang pertanian dan palawija
Terbukti, Kabupaten Rohil masih yang terbaik kedelainya. Dan, daerah Darusalam daerahnya sangat potensi untuk tanaman kedelai danjagung, harapan tersebut agar bisa tetap dipertahankan. Targetnya, Indonesia harus menjadi daerah swasemnda pangan 2017 ini. (Advertorial Pemkab Rohil)
| Editor | : | Tis |
| Kategori | : | Rohil |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham