Warga Bambu Kuning Kesal
Warga Bambu Kuning Kesal
Dugaan Kuat Mark Up Proyek Ipal Rp2,4 Miliar Tanpa Plang
Kamis 28 September 2017, 04:52 WIB
Dugaan Kuat Mark Up Proyek Ipal Rp2,4 Miliar Tanpa Plang
PEKANBARU, RIAUMADANI. com - Sejumlah pemuda tempatan di kawasan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya‎, Pekanbaru Rabu (27/09/17) sore sekitar pukul 17.00 wib, terlibat keributan.
Mereka memprotes pengerjaan proyek Pematangan dan Penimbunan Lahan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (Ipal) yang dituding tak melibatkan warga setempat. Secara terang-terangan, mereka mengaku kesal.
Nedi, Tokoh Pemuda di kawasan Kecamatan Lima Puluh dan Tenayan Raya ini menuding, proyek ini diduga kuat ada penggelembungan harga.
"Proyek ini anggarannya Rp2,4 milyar, pengerjaannya tak sampai habis Rp1 Milyar. Duit itu banyak, tapi kami tak dilibatkan," serunya saat perdebatan terjadi dengan perwakilan kontraktor pelaksana proyek di lokasi Jalan Kampung Baru RT02 RW 08‎ Kelurahan Kampung Baru.

ket poto : Sejumlah pemuda tempatan di kawasan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya‎, Pekanbaru Rabu (27/09/17) sore sekitar pukul 17.00 wib, terlihat kesal degan ulah rekanan.
Menurutnya, dirinya pun sanggup mengerjakan proyek itu dengan dana Rp1 milyar. Ia pun menuding pihak rekanan ini menjual nama Walikota.
"Kami tahu ini grup-grup perusahaan keluarga Pak Wali. Jangan jual-jual nama pak Wali. Kami disini semua ‎pendukung pak Wali. Kalian dari Bangkinang cari proyek disini, tapi tak mau ajak kami pemuda di sini bekerja," kesal Nedi kepada dua orang perwakilan rekanan yang hadir.
Pernyataan Nedi ini, dikuatkan oleh Zainal, seorang Penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Riau Lestari yang kantornya hanya berjarak beberapa meter dari tapak proyek.
"Kami tahu pengerjaan proyek penimbunan ini sepanjang 214 meter dengan lebar 15 meter dan tingginya sepanjang 2,5 meter‎. Anggarannya sebesar Rp2,4 milyar. Siapapun pun pasti curiga," kata Zainal.
Danil, salah seorang pemuda juga mempertanyakan Plang Proyek tak ada di lokasi. Seharusnya, plang itu diletak di pinggir jalan pertanda ada proyek.
"Ini kayaknya mau diam-diam, supaya tak ketahuan ada mark up. Plangnya mana," tanya Danil ke perwakilan perusahaan berinisial Kh. Namun tak dijawab.
Padahal, katanya, proyek ini masih penimbunan. Belum pembangunan fisik.
‎Danil yang juga dikenal sebagai aktivis ini membeberkan, dari hasil penelusurannya, proyek ini merupakan kegiatan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)‎ Kota Pekanbaru yang bersumber dari APBD 2017 senilai Rp2.448.871.009 yang dimenangkan oleh PT Irzam Salma Mandiri.
"Kalau proyek penimbunan hanya dengan Timek (kerikil, red), biayanya dengan spesifikasi seperti ini, pasti mencurigakan kok dananya Rp2,4 miluar. Polisi dan Jaksa harus segera masuk menyelidiki," kata Danil.
Indikasi perbuatan melawan hukum berupa penggelembungan harga dalam proyek yang menurutnya terkesan sembunyi-sembunyi ini, tambah Danil, bisa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana ‎Korupsi‎ sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001‎.
Dikonfirmasi di lokasi soal perdebatan kontraktor pelaksana dengan pemuda setempat ini, Ketua RT 02 Sunarto mengakui memang antara kedua pihak tersebut belum sinkron. "Antara kontraktor dengan pemuda memang belum sinkron," kata Sunarto.
Perlu diketahui, Ipal adalah struktur bangunan yang dirancang khusus untuk tempat pembuangan limbah biologis dan kimiawi agar tak berdampak pada kandungan air masyarakat sekitar.
Pantauan di lokasi, proyek tersebut baru beberapa hari dikerjakan. Satu unit alat berat eksavator terlihat parkir untuk melakukan proses pembersihan lahan (Land Clearing, red). PT Irzam Salam Mandiri sendiri selaku pemenang dengan anggaran Rp2,4 milyar.
Dikonfirmasi di lokasi, kedua perwakilan kontraktor yang hadir di lokasi itu berinisial Kh dan Ik, tak mau berkomentar soal dugaan mark up itu.
Mereka mengaku tak masuk dalam struktur PT Irzam. "Tanya ke PPK (Pejabat Pelaksana Kegiatan, red) saja," jawabnya kepada wartawan, demikian dilansir dari beritariau.com. **
Mereka memprotes pengerjaan proyek Pematangan dan Penimbunan Lahan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (Ipal) yang dituding tak melibatkan warga setempat. Secara terang-terangan, mereka mengaku kesal.
Nedi, Tokoh Pemuda di kawasan Kecamatan Lima Puluh dan Tenayan Raya ini menuding, proyek ini diduga kuat ada penggelembungan harga.
"Proyek ini anggarannya Rp2,4 milyar, pengerjaannya tak sampai habis Rp1 Milyar. Duit itu banyak, tapi kami tak dilibatkan," serunya saat perdebatan terjadi dengan perwakilan kontraktor pelaksana proyek di lokasi Jalan Kampung Baru RT02 RW 08‎ Kelurahan Kampung Baru.

ket poto : Sejumlah pemuda tempatan di kawasan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya‎, Pekanbaru Rabu (27/09/17) sore sekitar pukul 17.00 wib, terlihat kesal degan ulah rekanan.
Menurutnya, dirinya pun sanggup mengerjakan proyek itu dengan dana Rp1 milyar. Ia pun menuding pihak rekanan ini menjual nama Walikota.
"Kami tahu ini grup-grup perusahaan keluarga Pak Wali. Jangan jual-jual nama pak Wali. Kami disini semua ‎pendukung pak Wali. Kalian dari Bangkinang cari proyek disini, tapi tak mau ajak kami pemuda di sini bekerja," kesal Nedi kepada dua orang perwakilan rekanan yang hadir.
Pernyataan Nedi ini, dikuatkan oleh Zainal, seorang Penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Riau Lestari yang kantornya hanya berjarak beberapa meter dari tapak proyek.
"Kami tahu pengerjaan proyek penimbunan ini sepanjang 214 meter dengan lebar 15 meter dan tingginya sepanjang 2,5 meter‎. Anggarannya sebesar Rp2,4 milyar. Siapapun pun pasti curiga," kata Zainal.
Danil, salah seorang pemuda juga mempertanyakan Plang Proyek tak ada di lokasi. Seharusnya, plang itu diletak di pinggir jalan pertanda ada proyek.
"Ini kayaknya mau diam-diam, supaya tak ketahuan ada mark up. Plangnya mana," tanya Danil ke perwakilan perusahaan berinisial Kh. Namun tak dijawab.
Padahal, katanya, proyek ini masih penimbunan. Belum pembangunan fisik.
‎Danil yang juga dikenal sebagai aktivis ini membeberkan, dari hasil penelusurannya, proyek ini merupakan kegiatan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)‎ Kota Pekanbaru yang bersumber dari APBD 2017 senilai Rp2.448.871.009 yang dimenangkan oleh PT Irzam Salma Mandiri.
"Kalau proyek penimbunan hanya dengan Timek (kerikil, red), biayanya dengan spesifikasi seperti ini, pasti mencurigakan kok dananya Rp2,4 miluar. Polisi dan Jaksa harus segera masuk menyelidiki," kata Danil.
Indikasi perbuatan melawan hukum berupa penggelembungan harga dalam proyek yang menurutnya terkesan sembunyi-sembunyi ini, tambah Danil, bisa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana ‎Korupsi‎ sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001‎.
Dikonfirmasi di lokasi soal perdebatan kontraktor pelaksana dengan pemuda setempat ini, Ketua RT 02 Sunarto mengakui memang antara kedua pihak tersebut belum sinkron. "Antara kontraktor dengan pemuda memang belum sinkron," kata Sunarto.
Perlu diketahui, Ipal adalah struktur bangunan yang dirancang khusus untuk tempat pembuangan limbah biologis dan kimiawi agar tak berdampak pada kandungan air masyarakat sekitar.
Pantauan di lokasi, proyek tersebut baru beberapa hari dikerjakan. Satu unit alat berat eksavator terlihat parkir untuk melakukan proses pembersihan lahan (Land Clearing, red). PT Irzam Salam Mandiri sendiri selaku pemenang dengan anggaran Rp2,4 milyar.
Dikonfirmasi di lokasi, kedua perwakilan kontraktor yang hadir di lokasi itu berinisial Kh dan Ik, tak mau berkomentar soal dugaan mark up itu.
Mereka mengaku tak masuk dalam struktur PT Irzam. "Tanya ke PPK (Pejabat Pelaksana Kegiatan, red) saja," jawabnya kepada wartawan, demikian dilansir dari beritariau.com. **
| Editor | : | TIS.RE |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan