Senin, 3 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
Genosida yang dialami Suku Rohingya
Pemerintah Indonesia Diminta Tekan Myanmar Hentikan Peganiayaan Terhadap Rohingya
Minggu 03 September 2017, 02:49 WIB
poto int

JAKARTA, RIAUMADANI.com - Mengikuti pemberitaan media terkait Genosida yang dialami Suku Rohingya di Rakhine Myanmar, sangat mengoyak batas kesabaran sebagai sesama manusia.

"Pembunuhan massal secara brutal dan keji yang dialami penduduk sipil Rohingya di Rakhine, menegaskan bahwa di abad modern ini pun prilaku primitive dan Vandalism masih berlangsung di muka bumi ini," kata Ketua Umum DPP Generasi Muda (GEMA) Mathla ul Anwar, Ahmad Nawawi kepada datariau.com melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (2/9/2017).

Dikatakannya, Aung San Suu Kyi sebagai ikon gerakan Pro Demokrasi melawan Rezim Junta Militer Myanmar yang kemudian memperoleh Nobel Perdamaian, yang hari ini memiliki kekuasaan di pemerintahan Myanmar, seharusnya dapat mengambil peran konkret menyudahi Aksi Genosida di Rakhine.

"Diamnya Suu Kyi tentu tak ayal membuat kita semua, termasuk sejumlah tokoh dunia, juga para peraih Nobel seperti Desmon Tutu, Malala Yousafzai dan lain-lain sangat kecewa," kata Ketua Umum DPP GEMA Mathlaul Anwar.

"Terlepas apapun agama kita, juga indikasi adanya kepentingan geopolitik, ekonomi dan lainnya, kekerasan yang dialami warga Rohingya di Rakhine Myanmar sudah mengoyak nilai nilai kemanusiaan kita," lanjutnya.

Untuk itu, tambah Nawawi lagi, pihaknya meminta Pemerintah RI untuk  segara mengambil langkah cepat dan tegas menekan Pemerintah Myanmar melalui Jalur ASEAN dan PBB untuk segera menghentikan segala bentuk kekerasan dan peganiayaan terhadap warga Rohingya.

"Pembiaran atas tindakan brutal tentara Pemerintah Myanmar juga Kelompok Radikal agama di sana, dikhawatirkan akan berdampak serius terhadap keberlangsungan hidup Suku Rohingya di muka bumi. Konflik inipun tidak menutup kemungkinan mengganggu situasi dan kondisi keamanan kawasan Asean, Asia bahkan dunia," pungkasnya. DR




Editor : Tis-RLS
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top