Jumat, 30 Januari 2026

Breaking News

  • Bupati Bengkalis Resmikan Pembangunan Pengembangan RSU Mutiasari di Mandau   ●   
  • Bupati Kasmarni Kunjungi Desa Bantan Timur, Perkuat Pendidikan Ramah Anak dan Pemberdayaan Perempuan   ●   
  • Tim 8 Pemkab Siak, Verifikasi Data Tenaga Non-ASN, Dari 3,590 Terkoreksi 631 Orang   ●   
  • Dukung Pendidikan Usia Dini, Sabtu P Sinurat Ketua DPRD Inhu Sumbang TK Raudhatul Ulum Air Molek   ●   
  • Resmikan Kampung Nelayan, Wabup Bagus Berharap Nelayan Tangkap Peluang Jadi Pelaku Ekspo   ●   
LAMR
Syahril Abubakar; LAMR Bukan Oposisi Pemerintah Daerah. Harus Turut Serta embangun Negeri ini.
Sabtu 29 Juli 2017, 12:06 WIB
Penabalan ketua dan jajaran kepengurusan Majelis Kerapatan Adat (MKA) dan Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Sabtu (29/7/2017).

PEKANBARU RIAUMADANI. com - Ketua Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Syahril Abubakar menyatakan bahwa LAMR bukan merupakan oposisi pemerintah daerah. Lembaga yang didirikan sejak tahun 1970 tersebut harus turut serta membangun negeri ini.

Hal itu disampaikan Syahril Abubakar usai penabalan ketua dan jajaran kepengurusan Majelis Kerapatan Adat (MKA) dan Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Sabtu (29/7/2017).

"LAM Riau bukan oposisi dari pemerintah karena (LAM Riau) juga bertujuan untuk membangun negeri ini," sebut Ketua Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Syahril Abubakar.

Meski demikian Syahril juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga harus memberi kesempatan kepada anak negeri untuk mengurus daerah. Apalagi Mahkamah Konstitusi sudah mendukung pengembalian terhadap hak-hak masyarakat adat.

Ia menyatakan keberadaan LAM adalah amanah dari masyarakat Melayu Riau untuk diperjuangkan.

Pada kesempatan itu Syahril juga menyebutkan agar korporasi juga tidak boleh mengenyampingkan hak-hak masyarakat. "Ke depan kita akan berkongsi dengan pengusaha di Bumi Melayu agar Melayu bisa mengurus daerah mereka sendiri," sebutnya.

"Anak Melayu juga jangan hanya jadi penonton. Mari bersama membangun negeri ini," tutur Syahril.

Seperti diberitakan CAKAPLAH.COM, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Sabtu (29/7/2017) mengukuhkan pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) periode 2017-2022, Sabtu (29/7/2017) yang dihelat di Gedung LAM Riau jalan Diponegoro Pekanbaru. Acara dipimpin oleh Dewan Pengurus Harian Syahril Abubakar, serta Majelis Kerapatan Adat (MKA) Al Azhar.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan keberadaan LAM Riau merupakan bukti bahwa Pemprov Riau tetap dan terus mengangkat marwah negeri ini melalui budaya dan adat istiadat. Dan sebagai pengingat bahwa antara Pemerintah Daerah Riau bersama masyarakatnya sejak tahun 2001, melalui Visi dan Misi Provinsi Riau.

"Dalam visi dan misi Riau, tetap sepakat menjadikan Bumi Melayu Lancang Kuning ini sebagai Pusat Kebudayaan Melayu di bentangan Asia Tenggara pada tahun 2020. Bukti bahwa Pemprov Riau tetap berkomitmen mendukung LAM Riau," ujar Gubri.

Dijelaskan Gubri, LAM Riau yang berdiri sejak tahun 1970 ini adalah bertujuan untuk menggali, melindungi, dan mengembangkan adat istiadat Melayu di seluruh Provinsi Riau. Ini dilakukan demi kemaslahatan bersama, dengan visi terwujudnya masyarakat adat berbudaya Melayu yang maju, adil dan sejahtera dalam tatanan masyarakat madani dalam negara kesatuan Republik Indonesia.




Editor : Tis
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top