Pungli di Rutan Sialang Bungkuk,
Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain,
Soal Pungli di Sialang Bungkuk, Kapolda: Oknum Petugas Rutan Tidak Kooperatif!
Jumat 02 Juni 2017, 23:37 WIB
Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain,
PEKANBARU RIAUMADANI. com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengeluhkan tidak kooperatifnya sejumlah oknum petugas Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB, Sialang Bungkuk, terkait pemeriksaan kasus dugaan pungutan liar (pungli).
"Oknumnya tidak kooperatif, memberikan keterangan berbelit-belit dan menutup diri," ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain, di Pekanbaru, Jumat (2/6/2017).
Menurut jenderal bintang dua ini, penyidik masih mengembangkan kasus pasca ditetapkannya dua petugas Rutan, RR dan MK, sebagai tersangka. Penyidik masih mencari tersangka lain dalam kasus itu.
Penyidik sedang menggelar perkara dan berusaha mengumpulkan barang bukti, seperti bukti transfer dan bukti-bukti lain yang dapat menjerat tersangka lain. 'Kemungkinan akan ada tersangka baru, penyidik sedang bekerja," kasa Zulkarnain.
Ditegaskannya, penyidik juga terus mengejar aliran dana yang diberikan tahanan kepada kedua orang tersangka. "Akan terus dikembangkan, kemana aliran dana itu," ucapnya.
Sementara itu, sejak kasus kaburnya ratusan tahanan Rutan pada, Jumat (5/5/2017) lalu, masih dilakukan pencarian 139 orang. Mereka diduga otak pelarian 473 tahanan dan napi.
"Sisa yang masih kabur, kemungkinan adalah otak pelarian. Surat pencarian sudah kita terbitkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang),' jelas Zulkarnain.
Mantan Kapolda Maluku Utara ini juga mengimbau agar masyarakat bekerja sama dengan kepolisian untuk menemukan napi yang masih berkeliaran. Masyarakat bisa datang langsung ke posko pengaduan di Mapolresta Pekanbaru atau menghubungi nomor 101.
"Oknumnya tidak kooperatif, memberikan keterangan berbelit-belit dan menutup diri," ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain, di Pekanbaru, Jumat (2/6/2017).
Menurut jenderal bintang dua ini, penyidik masih mengembangkan kasus pasca ditetapkannya dua petugas Rutan, RR dan MK, sebagai tersangka. Penyidik masih mencari tersangka lain dalam kasus itu.
Penyidik sedang menggelar perkara dan berusaha mengumpulkan barang bukti, seperti bukti transfer dan bukti-bukti lain yang dapat menjerat tersangka lain. 'Kemungkinan akan ada tersangka baru, penyidik sedang bekerja," kasa Zulkarnain.
Ditegaskannya, penyidik juga terus mengejar aliran dana yang diberikan tahanan kepada kedua orang tersangka. "Akan terus dikembangkan, kemana aliran dana itu," ucapnya.
Sementara itu, sejak kasus kaburnya ratusan tahanan Rutan pada, Jumat (5/5/2017) lalu, masih dilakukan pencarian 139 orang. Mereka diduga otak pelarian 473 tahanan dan napi.
"Sisa yang masih kabur, kemungkinan adalah otak pelarian. Surat pencarian sudah kita terbitkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang),' jelas Zulkarnain.
Mantan Kapolda Maluku Utara ini juga mengimbau agar masyarakat bekerja sama dengan kepolisian untuk menemukan napi yang masih berkeliaran. Masyarakat bisa datang langsung ke posko pengaduan di Mapolresta Pekanbaru atau menghubungi nomor 101.
| Editor | : | Tis. |
| Kategori | : | Hukum |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Senin 20 Juli 2026, 06:13 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 usai Tumbangkan Argentina di Final, Akhiri Penantian 16 Tahun
Minggu 08 Februari 2026
Timnas Indonesia Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Kalah Adu Penalti Lawan Iran
Minggu 07 September 2025
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Politik

Rabu 15 Juli 2026, 19:28 WIB
Kodam XIX Tuanku Tambusai Luncurkan TMMD Ke-129, Wujudkan Infrastruktur dan Ketahanan Wilayah di Pelalawan
Selasa 14 Juli 2026
Diduga Lahan 40 Hektare Berpindah Tangan Secara Misterius, Forkorindo Desak APH Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Kampung Dosan
Senin 29 Juni 2026
Bangunan Ornamen Wisma Sri Mahkota, Stand Bazar Bengkalis Jadi Perhatian di MTQ Riau ke- 44 Tahun 2026
Minggu 28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau, Angkat Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak
Nasional

Rabu 15 Juli 2026, 19:14 WIB
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Rabu 15 Juli 2026
Massa Tergabung Dalam Koalisi Masyarakat Sipil MBG Watch Kepung Kejagung, Tuntut Bubarkan MBG Bubarkan BGN Bubarkan
Senin 13 Juli 2026
Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka di Tiga Kasus Korupsi, Kortas Tipidkor Limpahkan Penyidikan ke Kejagung
Jumat 10 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Senin 20 Juli 2026, 20:14 WIB
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Senin 20 Juli 2026
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Semarakkan Penutupan Festival Rakyat Nusantara 2026 Dengan Nobar Final Piala Dunia Bersama Masyarakat
Minggu 19 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Green Policing, Riau Bhayangkara Run 2026 Satukan TNI, Polri dan Masyarakat
Jumat 17 Juli 2026
Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Disiplin dan Jiwa Pengabdian Melalui Upacara Bendera Bulanan