Jumat, 19 Juni 2026

Breaking News

  • Penghibahan Puluhan Hektare Lahan Eks HGU PT Eka Daya Yakin Mandiri ke Pemda Siak Dinilai Bermasalah, Tokoh Masyarakat Minta Dikembalikan untuk Rakyat.   ●   
  • Kabupaten Bengkalis Torehkan Prestasi 13 Kali Berturut-turut Raih Opini WTP   ●   
  • Satrio Mahasiswa IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Raih Juara II Debat Tingkat Nasional, Keluarga Besar PKN Beri Apresiasi   ●   
  • Tabligh Akbar 1 Muharram, Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Bersama Membangun Daerah   ●   
  • Dukung Program Gizi Nasional, Bupati Bengkalis Terima Audiensi Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi   ●   
MENUNTU KEADILAN
Berjalan Kaki Dua Bulan ke Jakarta, Nenek Endang dari Rohil Demo Sendiri di Gedung KPK
Jumat 19 Mei 2017, 23:29 WIB
Endang, warga Kelurahan Balai Jaya Kota, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Endang meminta KPK menangkap salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohil
JAKARTA, RIAUMADANI. com - Ada pemandangan tak lazim di pelataran Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (18/5) sore lalu. Seorang nenek berorasi sendirian. Nenek itu membawa bendera merah putih dan melilitkan poster putih di lehernya.
 
Nenek itu bernama Endang, warga Kelurahan Balai Jaya Kota, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Endang meminta KPK menangkap salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohil. Politisi itu telah menipu ratusan warga di desanya selama 18 tahun. Namun, Endang tidak menyebut identitas wakil rakyat itu.
 
"Saya datang ke Jakarta berjalan kaki, dan menumpang truk. Selama dua bulan baru sampai ke sini. Saya datang menuntut keadilan. Tolong, seorang nenek menuntut keadilan," teriaknya melalui pembesar suara berwarna putih.
 
Nenek Endang mengatakan, 18 tahun lalu oknum anggota DPRD Rohil itu menguasai lahan warga. Dia menjanjikan membangun kebun sawit di lahan itu. Tetapi oknum itu malah menjual lahan itu pada pihak ketiga. "Di atas lahan kami kini dibangun tempat hiburan malam," katanya.
 
"Di tempat itu para pria minum minuman keras dan perempuan-perempuan kami disuruh melayani mereka. Bahkan, anak dari hubungan tidak terpuji itu kami yang rawat," ucap Nenek Endang.
 
Nenek Endang mengaku pernah hendak diculik orang-orang suruhan wakil rakyat itu. Dia bisa lolos karena bersembunyi di selokan yang penuh semak-semak.
 
Tak lama kemudian, seorang petugas KPK datang menghampiri Nenek Endang. Dia dibawa masuk ke dalam gedung untuk membuat pengaduan.(olc)




Editor : Tis.BO
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top