Gubri Tanam Padi
Gubri Andi Rachman didamping Ketua DPRD Kampar Ahmad fikri
Tanam Padi Sistim Jajar Legowo, Kampar Diharapkan Menjadi Sentra Beras Riau
Kamis 13 April 2017, 23:55 WIB
Gubri Andi Rachman didamping Ketua DPRD Kampar Ahmad fikri
BANGKINANG, RIAUMADANI. com - Kita sudah sama-sama melakukan Penanaman padi dengan menggunakan Handtraktor, dengan demikian Pemerintah menginginkan Penanaman Padi dan Panen Padi dapat dilakukan dengan cepat dan produksi bisa semakin meningkat, keuntungan meningkat.
Masalah yangdihadapi adalah kekurangan ketersedian air untuk mengairi sawah. Untuk itu, diminta kepada Pemerintah Kabupaten kampar melalui Dinas Pertanian untuk segera mencarikan solusi terbaik dan apabila kewenangan Provinsi maka PUPR Provinsi akan turun kelapangan untuk melihat lokasi bendungan Uwai demi mewujudkan Kabupaten Kampar sebagai Sentra beras di Riau.
Hal ini disampaikan Gubernur Riau ketika melakukan Tanaman padi serentak sistem Padi jajar Legowo didesa Binuang Kecamatan Bangkinang, Rabu (12/4/2017).
Arsyadjuliandi Rahman juga mengungkapkan diprovinsi lain juga mengalami alih fungsi lahan, seperti lahan dijadikan tanaman sawit, pertokoan dan rumah tinggal. Diharapkan hal tersebut tidak terjadi Kabupaten Kampar, pertahankan lahan untuk tetap menanam padi sehingga kabupaten Kampar mewujudkan sebagai sentra tanaman padi diprovinsi Riau, saat ini Provinsi Riau membutuhkan 325 ribu Ton setiap tahunnya dan yang selama ini masih tergantung dari Provinsi lain, Ucapnya.
Tanaman padi masih sangat menjanjikan, apalagi Penyuluh pertanian Lapangan (PPL) tetap berusaha bagaimana meningkatkan produksi padi dengan memperbaiki sarana prasarana seperti bibit dan peralatan, supaya hasilnya meningkat dan dapat dirasakan manfaatnya oleh Petani penggiat tanaman Padi didesa Binuang ini, ungkap Arsyadjuliandi Rahman.
Sementara itu, Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi mengungkapkan di Kecamatan Bangkinang ini terdapat sawah potesial seluas 1138 Hektar, target tanam 438 Hektar dan realisasinya 40 persen, dalam hal ini ada permasalahan yakni permasalahan kekurangan pasokan air untuk mengairi sawah di desa ini padahal letak desa ini berdekatan dengan sungai Uwai yang kita sebut dengan Empang Uwai atau Bendungan Uwai.
Dalam hal ini Pemda Kampar melalui Dinas Pertanian yang berkoordinasi dengan Dinas PUPR melakukan solusi dengan menaikkan air disuatu tempat untuk bisa dialirkan keseluruh sawah, tetapi hal ini juga tidak memadai untuk menjadi solusi utama, maka kita mengambil tindakan untuk merevitalisasi atau mengembalikan fungsi irigasi itu sendiri, Ungkap Abdi.
Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kampar bersama masyarakat dan penggiat Tanaman padi telah berkomitmen dan sepakat untuk mempertahankan daerah ini tetap menjadi sentra tanaman padi, serta mengindari alih fungsi lahan menjadi tanaman sawit dengan berusaha kembali mencukupi ketersedian air untuk lahan sawah ini, ujar Syahrial Abdi.
Dengan adanya Penanaman padi serentak sistem Jajar legowo bisa menjadikan kecamatan Bangkinang khususnya Desa Binuang sebagai Sentra Produksi Padi di Kampar, apapaun yang menghambat untuk menjadikan sentra padi kita carikan solusi untuk menyelesaikannya. Salah satu yang jadi permasalahan adalah ketersedian air. Artinya selama masa tanam, air yang dibutuhkan untuk mengairi Padi tersebut harus tercukupi.
Solusi tercepat yang bisa dilakukan adalah adalah memompa air diempang Uwai untuk dialirkan kelahan padi milik masyarakat, Hal ini telah saya intruksikan melalui Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kesehatan hewan Kabupaten Kampar untuk segera mengambil langkah tersebut, selain itu langkah yang lainadalah mengembalikan fungsi empang Uwai sesuai fungsinya sebagai salah satu pemasok air untuk mengairi sawah yang ada diKecamatan ini ujar Syahrial Abdi.
Turut hadir dalam kesempatan itu Anggota DPRD Provinsi Riau Masnur, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri, Anggota DPRD Kampar Agus Candra dan Komandan Batalyon Infantri 132 Salo Aidil Amin, Ketua KTNA, Kepala Dinas Pertanian, Hendri Dunan, kepala Dinas PUPR Indra Pomi, Camat Bangkinang serta Masyarakat desa Binuang. (Rls)
Masalah yangdihadapi adalah kekurangan ketersedian air untuk mengairi sawah. Untuk itu, diminta kepada Pemerintah Kabupaten kampar melalui Dinas Pertanian untuk segera mencarikan solusi terbaik dan apabila kewenangan Provinsi maka PUPR Provinsi akan turun kelapangan untuk melihat lokasi bendungan Uwai demi mewujudkan Kabupaten Kampar sebagai Sentra beras di Riau.
Hal ini disampaikan Gubernur Riau ketika melakukan Tanaman padi serentak sistem Padi jajar Legowo didesa Binuang Kecamatan Bangkinang, Rabu (12/4/2017).
Arsyadjuliandi Rahman juga mengungkapkan diprovinsi lain juga mengalami alih fungsi lahan, seperti lahan dijadikan tanaman sawit, pertokoan dan rumah tinggal. Diharapkan hal tersebut tidak terjadi Kabupaten Kampar, pertahankan lahan untuk tetap menanam padi sehingga kabupaten Kampar mewujudkan sebagai sentra tanaman padi diprovinsi Riau, saat ini Provinsi Riau membutuhkan 325 ribu Ton setiap tahunnya dan yang selama ini masih tergantung dari Provinsi lain, Ucapnya.
Tanaman padi masih sangat menjanjikan, apalagi Penyuluh pertanian Lapangan (PPL) tetap berusaha bagaimana meningkatkan produksi padi dengan memperbaiki sarana prasarana seperti bibit dan peralatan, supaya hasilnya meningkat dan dapat dirasakan manfaatnya oleh Petani penggiat tanaman Padi didesa Binuang ini, ungkap Arsyadjuliandi Rahman.
Sementara itu, Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi mengungkapkan di Kecamatan Bangkinang ini terdapat sawah potesial seluas 1138 Hektar, target tanam 438 Hektar dan realisasinya 40 persen, dalam hal ini ada permasalahan yakni permasalahan kekurangan pasokan air untuk mengairi sawah di desa ini padahal letak desa ini berdekatan dengan sungai Uwai yang kita sebut dengan Empang Uwai atau Bendungan Uwai.
Dalam hal ini Pemda Kampar melalui Dinas Pertanian yang berkoordinasi dengan Dinas PUPR melakukan solusi dengan menaikkan air disuatu tempat untuk bisa dialirkan keseluruh sawah, tetapi hal ini juga tidak memadai untuk menjadi solusi utama, maka kita mengambil tindakan untuk merevitalisasi atau mengembalikan fungsi irigasi itu sendiri, Ungkap Abdi.
Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kampar bersama masyarakat dan penggiat Tanaman padi telah berkomitmen dan sepakat untuk mempertahankan daerah ini tetap menjadi sentra tanaman padi, serta mengindari alih fungsi lahan menjadi tanaman sawit dengan berusaha kembali mencukupi ketersedian air untuk lahan sawah ini, ujar Syahrial Abdi.
Dengan adanya Penanaman padi serentak sistem Jajar legowo bisa menjadikan kecamatan Bangkinang khususnya Desa Binuang sebagai Sentra Produksi Padi di Kampar, apapaun yang menghambat untuk menjadikan sentra padi kita carikan solusi untuk menyelesaikannya. Salah satu yang jadi permasalahan adalah ketersedian air. Artinya selama masa tanam, air yang dibutuhkan untuk mengairi Padi tersebut harus tercukupi.
Solusi tercepat yang bisa dilakukan adalah adalah memompa air diempang Uwai untuk dialirkan kelahan padi milik masyarakat, Hal ini telah saya intruksikan melalui Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kesehatan hewan Kabupaten Kampar untuk segera mengambil langkah tersebut, selain itu langkah yang lainadalah mengembalikan fungsi empang Uwai sesuai fungsinya sebagai salah satu pemasok air untuk mengairi sawah yang ada diKecamatan ini ujar Syahrial Abdi.
Turut hadir dalam kesempatan itu Anggota DPRD Provinsi Riau Masnur, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri, Anggota DPRD Kampar Agus Candra dan Komandan Batalyon Infantri 132 Salo Aidil Amin, Ketua KTNA, Kepala Dinas Pertanian, Hendri Dunan, kepala Dinas PUPR Indra Pomi, Camat Bangkinang serta Masyarakat desa Binuang. (Rls)
| Editor | : | Tis-Rls |
| Kategori | : | Kampar |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
Berita Pilihan
Internasional

Minggu 07 September 2025, 20:18 WIB
Timnas Indonesia U-23 Wajib Kalahkan Korea Selatan Untuk lolos ke Putaran Final Piala Asia U-23 2025
Rabu 09 Juli 2025
PKB Gelar Puncak Harlah 23 Juli, Undang Prabowo hingga Ketum Partai
Rabu 11 Juni 2025
Arab Saudi Tegur Indonesia soal Data Kesehatan Jemaah, Kuota Haji 2026 Terancam Dipotong
Kamis 08 Mei 2025
"Jelang Kedatangan Jemaah, Petugas Siapkan Layanan di Makkah"
Politik

Selasa 13 Januari 2026, 07:13 WIB
Penduduk Riau Berjumlah 6,81 Juta Jiwa, Kota Pekanbaru Wilayah Terpadat
Selasa 13 Januari 2026
Bupati Kasmarni: OPD Harus Transparan Dalam Menggnakan Anggaran dan Komitmen Dalam Pelayanan Publik
Selasa 06 Januari 2026
Bupati Siak Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik Tahun 2026
Senin 05 Januari 2026
SF Hariyanto: Kami Minta PT. SPR Adakan RUPS LB Copot Direkturnya 
Nasional

Senin 12 Januari 2026, 14:27 WIB
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Senin 12 Januari 2026
Tari Zapin khas Desa Meskom Pecahkan Rekor MURI Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek
Sabtu 10 Januari 2026
KPK Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Didasari Kecukupan Alat Bukti
Selasa 16 Desember 2025
Mafirion, "Apresiasi PN Tembilahan Kabulkan Tahanan Kota Datuk Bahar Kamil"
Terpopuler
01
Minggu 07 Agustus 2016, 07:47 WIB
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har 02
Rabu 17 September 2014, 02:20 WIB
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern 03
Sabtu 25 April 2015, 04:51 WIB
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan 04
Selasa 09 Februari 2016, 01:21 WIB
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK 05
Rabu 25 Juni 2014, 05:20 WIB
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK 

Pekanbaru

Sabtu 24 Januari 2026, 07:04 WIB
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
Pemprov Riau Resmi Copot Ida Yulita dari Jabatan Direktur PT SPR Tunjuk Yan Darmadi Sebagai Pelaksana Tugas
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Boby Rahmat Sebut Direktur PT. SPR Ida Yulita Susanti Rampas Dokumen dan Usir Peserta Rapat
Sabtu 24 Januari 2026
RUPS-LB PT SPR Ricuh, Jajaran Direksi Tolak Legalitas Surat Kuasa Pemegang Saham