Senin, 3 Agustus 2026

Breaking News

  • Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis   ●   
  • Bupati Bengkalis Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi Ke-69 Riau dan HUT Ke-81 RI   ●   
  • Sempena Hari Jadi Bengkalis dan Sambut HUT RI, Bupati Kasmarni Bagikan Bendera Merah Putih kepada Pengguna Jalan   ●   
  • Raja Rambah dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M. Paparkan Rencana Penataan Kompleks Makam dan Pembangunan Replika Istana   ●   
  • Puncak Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Gelar Majelis Kenduri Adat Bersama Bupati Kasmarni   ●   
Gubri H Arsyadjuliandi Rachman, Tegaskan ASN Pemprov Riau Wajib Berpakaian Melayu
Minggu 19 Februari 2017, 23:27 WIB
PEKANBARU, RIAUMADANI. com - Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman kembali menegaskan soal kewajiban bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau untuk memakai pakaian melayu lengkap setiap hari Jumat
PEKANBARU, RIAUMADANI. com - Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman kembali menegaskan soal kewajiban bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau untuk memakai pakaian melayu lengkap setiap hari Jum’at.

Hal ini kembali ditegaskan Gubri mengingat akhir-akhir ini banyak ASN yang seolah mengabaikan kewajiban ini. "Mari kita perlihatkan identitas kita sebagai orang Melayu, antara lain dengan memakai pakaian Melayu lengkap setiap Jum’at. Ini kan juga bagian dari upaya kita mewujudkan Visi Riau 2020. Kalau bukan kita siapa lagi. Kita harus bangga sebagai orang Melayu," tegas Gubri, Ahad (19/02/2017) di Pekanbaru.

Gubri juga berharap, kewajiban berpakaian Melayu satu hari dalam satu minggu juga diterapkan di seluruh kabupaten/kota se-Riau. Gubri sekaligus mengapresiasi sekolah-sekolah yang sudah mewajibkan siswa-siswinya untuk memakai pakaian Melayu. "Kita harus menanamkan sejak dini kepada anak-anak kita tentang nilai-nilai kemelayuan, termasuk bagaimana berpakaian Melayu karena kita tinggal di Negeri Melayu," ulasnya lagi.

Selain berpakaian Melayu, Gubri juga menghimbau agar para pejabat membiasakan diri berpantun saat menyampaikan pidato. Berpantun, ucap Gubri, adalah salah satu seni dalam budaya Melayu. Melalui pantun, biasanya ada pesan-pesan khusus yang disampaikan, tapi tidak menyinggung perasaan orang lain. "Pesannya sampai, orang ketawa. Itulah seninya," kata pria yang akrab disapa Andi Rachman itu.

Tidak hanya itu, dalam rangka mewujudkan Visi Riau 2020, dimana Riau sudah menyatakan tekad untuk menjadi pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara, Gubri juga berharap, khususnya kepada Dinas Kebudayaan Pemprov Riau agar segera melakukan upaya-upaya dimana ketika orang datang ke Riau, mereka langsung merasakan bahwa mereka sedang berada di tanah Melayu.

"Oleh karena itu nuansa-nuansa kemelayuan perlu diciptakan. Cita rasa Melayu itu harus terasa begitu orang menginjakkan kakinya di Riau ini. Ini tentu tugas utama Dinas Kebudayaan," terang Gubri.

Hal lain, Gubri juga berharap agar ke depan bisa ditemukan lebih banyak cendramata-cendramata khas Melayu di Riau. Seperti tanjak, miniatur Istana Siak, Candi Muara Takus dan lainnya.

"Ini tentu perlu kreativitas. Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian harus mendorong masyarakat untuk menciptakan hal-hal seperti ini. Selain memperkenalkan budaya Melayu, ini tentu dapat mendorong dan meningkatkan ekonomi masyarakat," pungkas Gubri.(rls/hms)




Editor :
Kategori : Budaya
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Riaumadani.com, silakan kontak ke email: redaksi Riaumadani.com
Komentar Anda
Berita Terkait
 
 
Copyrights © 2022 All Rights Reserved by Riaumadani.com
Scroll to top